Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS KAMPANYE DALAM JARINGAN: STUDI KASUS PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR SULAWESI SELATAN Putri, Febriana Andiani; Dwipriandi, Raihan
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 10 (2021): Edisi Khusus Sosiologi Perkotaan
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v10i0.47645

Abstract

The implementation of regional head elections this time will be different from before, one of which can be seen at the campaign stage, namely the virtual campaign. The virtual campaign is a form of campaign in the form of online and social media campaigns which are regulated in General Election Commission Regulation (PKPU) No.13 of 2020 to reduce the spread of positive cases of Covid-19.East Luwu Regency is one of the districts that carries out regional head elections and still has cases positive covid-19 which is quite high. This research wants to prove that it is related to the effectiveness of the virtual campaign carried out in East Luwu Regency. The theory used is a theory of effectiveness by looking at four indicators of the effectiveness of a virtual campaign, namely exposure, engagement, influence, and action. This research was conducted using a qualitative approach, with descriptive analysis. Thus, it is hoped that images and facts can be obtained related to the effectiveness of the virtual campaign in East Luwu Regency. The types of data used are primary data and secondary data. Primary data were obtained from interviews conducted with the East Luwu KPU and Bawaslu, and the respective success teams from the candidate pairs for Regent-Deputy Regent of East Luwu. The results of this study indicate that the implementation of the virtual campaign in East Luwu Regency is not running effectively. Online campaigns are not implemented, and social media campaigns are only massive on Facebook. Both candidate pairs did not maximize the use of virtual campaigns to maximize campaign advertising and preferred to campaign directly and go down to the public. This is due to the obstacles and challenges faced such as, there are still blank spot areas in East Luwu Regency, and the human resources of East Luwu are still not ready to carry out virtual campaigns. Keywords: Campaign, Virtual, East Luwu AbstrakPelaksanaan Pilkada kali ini akan berbeda dengan Pilkada sebelumnya, salah satunya terlihat pada tahapan kampanye, yakni adanya kampanye virtual. Kampanye virtual merupakan bentuk kampanye berupa kampanye daring dan media sosial yang diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No.13 Tahun 2020 untuk mengurangi penyebaran kasus positif covid-19 Kabupaten Luwu Timur merupakan salah satu kabupaten yang melaksanakan Pilkada dan masih memiliki kasus positif covid-19 yang cukup tinggi. Penelitian ini ingin membuktikan terkait dengan efektivitas kampanye virtual yang dilakukan di Kabupaten Luwu Timur. Adapun teori yang digunakan merupakan teori efektivitas dengan melihat empat indikator keefektifan dari kampanye virtual yakni exposure, engagement, influence, dan action. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan analisis deskriptif. Sehingga diharapkan dapat diperoleh gambaran dan fakta terkait dengan keefektifan kampanye virtual di Kabupaten Luwu Timur. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara yang dilakukan kepada KPU dan Bawaslu Luwu Timur, dan masing-masing tim sukses dari pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Luwu Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kampanye virtual di Kabupaten Luwu Timur tidak berjalan dengan efektif. Kampanye secara daring tidak dilaksanakan, dan kampanye media sosial hanya masif dilakukan di facebook. Kedua pasangan kandidat tidak memaksimalkan penggunaan kampanye virtual untuk memaksimalkan iklan kampanye dan lebih memilih untuk melakukan kampanye secara langsung dan turun ke masyarakat. Hal ini dikarenakan adanya hambatan dan tantangan yang dihadapi seperti, masih adanya daerah blank spot daerah di Kabupaten Luwu Timur, dan masih belum siapnya sumber daya manusia Luwu Timur untuk melakukan kampanye secara virtual. Kata Kunci: Kampanye, Virtual, Luwu Timur
Analisis Dampak Fenomena Urban Sprawl dan Strategi Dalam Mengurangi Jumlah Polusi Udara di Kota Yogyakarta Permatasari, Rachma Wahyu; Maghribi, Wildan Okto Bilal; Putri, Febriana Andiani
Proceeding Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference Vol. 1 No. 1 (2020): Armoring the Youth to Contribute to the SDGs
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.16 KB)

Abstract

Artikel ini membahas mengenai fenomena urban sprawl di Kota Yogyakarta, fenomena ini memberi dampak terhadap naiknya tingkat polusi udara di Kota Yogyakarta. tingginya pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Yogyakarta, dan berdampak pada penggunaan kendaraan bermotor oleh masyarakat. Hal ini membuat tingkat kepadatan lalu lintas menjadi tinggi sehingga memiliki efek negatif terhadap kualitas udara di Kota Yogyakarta. Fenomena ini terjadi akibat tawaran untuk meraih akses sosial berupa pendidikan di Kota Yogyakarta yang sangat baik, dan harga tanah di daerah pinggiran Kota Yogyakarta yang cukup terjangkau, sehingga ada perluasan bentuk kota yang mencakup daerah pinggiran. Hal ini berdampak pada penggunaan kendaraan pribadi yang semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif yang menggunakan instrumen penelitian kepustakaan sebagai data sekunder yang diperoleh dari laporan-laporan, buku-buku, jurnal nasional maupun internasional dan dokumen-dokumen yang terkait dengan fokus penelitian. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa implementasi konsep controlling dalam menyikapi fenomena urban sprawl ini masih tidak efektif dan efisien. Belum ada kebijakan yang efektif mengenai bagaimana cara pemerintah Kota Yogyakarta dalam upaya mengurangi polusi udara dari kehadiran fenomena urban sprawl di Kota Yogyakarta. Perlunya perbaikan pelayanan transportasi perkotaan dan penambahan jalur layanan supaya bisa menjangkau ke semua wilayah pinggiran Kota Yogyakarta dan menciptakan akses yang lebih baik untuk masyarakat, supaya mereka bisa beralih ke transportasi perkotaan sebagai transportasi utama.
Measuring the Electability of Gibran Rakabuming in the Vortex of Political Dynasty among Gen-Z in Surakarta Hudha, Bahtiar Nurul; Putri, Febriana Andiani; Rezky, Aulia Putri
Publik : (Jurnal Ilmu Administrasi) Vol 12, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/pjia.12.2.%p.2023

Abstract

The purpose of this study is to analyze the electability of Gibran Rakabuming in facing the 2024 general election contestation among Gen-Z amid the issue of dynastic politics. Gibran has become a topic of conversation because of the controversy over the issue of his rise as a vice presidential candidate, which is allegedly strong with the influence of the family, namely Jokowi as president. In addition, the issue of young people is the context that Gibran always expresses to get public votes. To analyze this issue, the researchers uses descriptive quantitative research methods by distributing questionnaires to 100 respondents. The criteria for these respondents are residents of Surakarta City and young people with an age range of 17-26 years. In addition, this research also uses Nvivo 12 plus tools to find out Gen-Z's views on Gibran's performance as Mayor of Surakarta. The results of this study reveal that the majority of Gen-Z disagree with the existence of dynastic politics and strongly support leaders who came from young people. Gen-Z is satisfied with the results of Gibran's performance as Mayor of Surakarta but tends to disagree with Gibran's decision to become Vice President. This study found that 50% of Gen-Z were neutral or hesitant to vote for Gibran as vice president, 30% did not vote for Gibran and 20% voted for Gibran. This hesitation is mostly because Gen-Z cconsiders that Gibran does not have much experience in politics.