Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Systematic Review: The Impact of Antimicrobial Stewardship Program Implementation in Hospital Intensive Care Units Candra, Tifany Maulida; Syafhan, Nadia Farhanah; Kurniasih, Fransisca Dhani
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 11 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i11.1467

Abstract

Antimicrobial resistance represents a significant challenge in clinical settings, particularly in intensive care units (ICUs). The incidence of antimicrobial resistance in the ICUs has reached 30% of all hospital patients. Furthermore, over 71% of patients on the unit were using antibiotics. Consequently, infections contribute substantially to the elevated mortality and morbidity rates in patients with critical status. The Antimicrobial Stewardship Program (ASP) is a program that refers to a multidisciplinary approach to optimize the appropriate use of antimicrobials. This systematic review aims to identify ASP policies implemented in hospital ICUs, utilizing various parameters for assessment. This systematic review was conducted using PubMed, Scopus, Google Scholar, and the Cochrane Database of Systematic Reviews, focusing on publications from January 1, 2015, to June 1, 2024. A comprehensive review of 4,419 articles identified 12 studies that met the inclusion and exclusion criteria. The primary goal of ASP is to enhance the appropriateness of antimicrobial use, ensuring accurate prescribing practices in terms of indication, antimicrobial selection, route of administration, and therapy duration. The outcomes of ASP implementation are evaluated based on decreased in antimicrobial use, increased in the number of recommendations, decreased in treatment costs, and a decrease in multidrug-resistant organism (MDRO) incidence. Although numerous articles have provided positive results regarding the implementation of ASP in ICU settings, there remains a need for extensive and structured research to validate these findings comprehensively.
Edukasi PATUH untuk Pencegahan Penyakit Jantung Koroner melalui Pemberdayaan Ibu 3C (Cerdas Cegah Coroner) di Desa Kemanisan Mursyid, Abdillah; Chairani, Farahdina; Adini, Syilvi; Candra, Tifany Maulida; Amanda, Shalza; Novita, Via
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i2.1367

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia dan terus menjadi beban kesehatan masyarakat yang semakin meningkat di Indonesia. Tingginya prevalensi faktor risiko seperti merokok, hipertensi, obesitas, dan aktivitas fisik yang rendah, serta keterbatasan kesadaran masyarakat tentang deteksi dini dan praktik gaya hidup sehat, menekankan pentingnya intervensi edukatif yang dapat meningkatkan pengetahuan dan memberdayakan keluarga sebagai agen perubahan perilaku. Program keterlibatan masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan, khususnya di kalangan perempuan, melalui edukasi tentang pencegahan penyakit jantung koroner dengan menggunakan pendekatan PATUH yang mendorong kebiasaan sehat yang disiplin. Program ini dilaksanakan di Kampung Kubang Lor, Desa Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang pada Desember 2024 dan melibatkan dua puluh ibu rumah tangga dan calon ibu sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi asesmen kebutuhan, edukasi partisipatif tentang penyakit jantung dan pencegahannya, penyebaran leaflet, sesi senam kesehatan, dan pengukuran tekanan darah. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya antusiasme dan partisipasi aktif dalam diskusi, serta pemahaman yang lebih baik tentang faktor risiko dan strategi pencegahan. Kegiatan ini memperkuat peran perempuan sebagai promotor kesehatan dalam keluarga dan komunitas melalui pembentukan kelompok “Ibu-ibu Cerdas Cegah Koroner”. Program ini terbukti relevan dalam menangani rendahnya literasi kesehatan dan dapat menjadi model intervensi berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Temuan ini merekomendasikan integrasi inisiatif edukasi berorientasi keluarga ke dalam strategi promosi kesehatan, seperti di posyandu dan program komunitas sehat, untuk mendukung pencegahan penyakit tidak menular secara berkelanjutan.