Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Kesabaran dalam kisah Nabi Yusuf (Studi atas penafsiran M. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah) Ismail, Besid; Kharir, Agus
Al-Fath Vol 15 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v15i1.4276

Abstract

Patience is the key of living life; the patient word is often used daily life. Generally, the patience word is used by someone when experiencing the difficult times or in facing problems. Patience is often used as a motivation for someone to be strong to face their problems or difficulties. Qur'an has demonstrated patience in the previous prophet stories, including the story of the Prophet; he is a prophet who has a very high patience level. In the study, the approaching used by researchers is a qualitative with the library research (Library Research) type. This research discusses how the patience according to M. Quraish Shihab is and how is the patience story of Prophet Yusuf. His patience stories according to M. Quraish Shihab is to refrain from all the obstacles that came, while the patience forms in the Prophet Yusuf story, begin with his removed by his brother then, he was found by a group of travelers and sold to the Egyptian. Afterward, Prophet Yusuf patience in resisting the temptation of Aziz wife and he was put in prison because of Aziz wife charges. From those obstacles, the Prophet Yusuf was able to pass it with the great patience. Subsequently, Allah almighty replied with the infinite favors.
Peranan Keluarga Muslim dalam Pendidikan Karakter Agus Kharir; Mucharror Mucharror
Maharot : Journal of Islamic Education Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.052 KB) | DOI: 10.28944/maharot.v4i1.194

Abstract

The aim of this research is to describe the role of moslim’s family in character education. The implementation of the parenting club as an effort to support character education has been studied at two elementary level educational institutions, namely SD Lebah Putih or known as the School of Life Lebah Putih (SOL Lebah Putih) and also SD Islam Kurma Salatiga. In its implementation, this study uses a qualitative approach with type of research is a descriptive field research. There are three methods that researchers do in collecting data in the field, namely observation, Indeep interviews, and documentation. Whereas to find valid data sources, researchers use the snow ball method to fit the research objectives and the effectiveness of the data collected. After conducting field research, it was found that in these two basic education institutions prioritized the characteristics of authoritative parenting care. The school provides the basics of parenting and then the parents at home apply it according to the vis-missions agreed upon between parents and teachers. While the problem with the parenting program is more for parents, namely the lack of awareness of the main educational responsibilities. Because it is based on adult education, the school uses non-formal methods.
Implementation of Murajaah Method in Memorizing Quran at MTA Zainul Ibad: Indonesia Hamzah Maimunah; Agus Kharir
Al-Mafahim: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 3 No. 1 (2020): Al- Mafahim: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Februari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the process of implementing the muraja'ah method in memorizing the AL-Qur'an which is applied to MTA Zainul Ibad students. The approach used in this research is a qualitative approach with the type of research field research (field research). Then use primary and secondary data as research material. Meanwhile, to obtain the data, researchers used interview, observation, and documentation techniques. In this case, the researcher analyzes using data reduction techniques, data presentation, and data verification. The result of the research is that the Muraja'ah form of memorizing the Koran that is applied in MTA Zainul Ibad is divided into three, namely: muraja'ah individually, muraja'ah with friends, and muraja'ah with ustad and chaplain, the process is applied so that the quality of memorizing each The students are always awake and not easily forgotten. So to find out the result of memorization, a Muhafiz performs a muraja'ah test by re-listening to the memorization of his students. So it can be proven that at MTA Zainul Ibad is very disciplined towards his students' muraja'ah memorization. All of that is applied on the basis of the importance of repeating the memorization of the Al-Qur'an because a memorizer of the AL-Qur'an will always be tied to the Al-Qur'an throughout his life.
KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA AGAMA DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR FÎ ẒILÃLIL QUR’ÃN Supardi, Agus Kharir
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v6i1.597

Abstract

Dalam al-Qur’an agama disebut juga dengan al-Dîn yang berarti kemenangan, tuntunan, dan hukum. Secara istilah Agama merupakan ajaran, petunjuk dan aturan Allah kepada manusia, karena agama tuntunan dan cara bagaimana seorang manusia bersikap dan bergaul dengan Allah, Rasul, serta sesama manusia. Agama memiliki pengaruh besar dalam membentuk kepribadian sosial maupun individu. Agama dalam bermasyarakat memiliki dua dampak besar yaitu konflik dan kerukunan. konflik bernuansa agama telah menjadi sejarah seperti Islam dan Kristen-Barat. Namun, konflik agama masih bisa di saksikan oleh manusia dewasa ini. Islam yang merupakan agama rahmat selalu mengajarkan kepada pemeluknya agar cinta damai dan hidup rukun. Oleh karena itu, artikel ini akan mengkaji bagaimanakah pandangan al-Qur’an mengenai kerukunan antar umat beragama dari sudut pandang tafsir Fî zilãlil Qur’ãn serta bagaimana solusi supaya kerukunan antar umat beragama terpelihara. Peneliti akan memakai metode riset pustaka dengan menganalisis serta mendeskripsikan data yang yang terkumpul. Setelah menelaah mengenai ayat-ayat kerukunan antar umat beragama dalam tafsir Fî zilãlil Qur’ãn, peneliti menyimpulkan bahwa kerukunan antar umat beragama merupakan kehidupan masyarakat beragama yang menghormati kebebasan beragama, menghargai dan menjaga tindakan dari perusakan tempat ibadah agama lain, tidak mencela dan menghina ajaran agama lain, mengasihi dan bahu-membahu dalam kehidupan sosial antar umat beragama.
FITNAH WANITA DALAM AL-QUR’AN (STUDI KOMPARATIF ANTARA TAFSIR AL-QURṬUBI DAN TAFSIR AN-NÛR) Zaimil Anam; Agus Kharir
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.995 KB) | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v5i1.294

Abstract

Pada zaman modern ini, banyak pria yang tercoreng kehormatannya akibat tergoda oleh wanita. Wanita yang banyak menjadi fitnah bagi para kaum pria yaitu wanita yang mengumbar-umbar auratnya. Dalam syari’at Islam, wanita wajib menutup auratnya, yaitu seluruh tubuh, dari ujung kepala sampai ujung kaki atau lebih sempurna lagi dengan menggunakan kaos kaki, dan yang diperbolehkan nampak hanya wajah dan kedua telapak tangan. Rasulullah SAW menegaskan bahwasanya wanita merupakan fitnah yang paling berat dari pada fitnah-fitnah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fitnah wanita dalam Al-Qur’an dengan menggunakan tafsir Al-Qurṭubi dan tafsir An-Nûr sebagai sumber primernya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian pustaka, dan untuk metode analisis datanya, menggunakan metode deskriptif-analitik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa fitnah kaum wanita menurut Imam Al-Qurṭubi itu lebih berat dibandingkan dengan fitnah-fitnah lainnya. Menurut Hasbi, fitnah wanita disebut pertama kali sebelum fitnah-fitnah yang lain, karena wanita memang menjadi tumpuan pandangan dan jiwa manusia. Tidak dapat diragukan, bahwa kecintaan para pria kepada perempuan mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan umat manusia, dan dengan kecintaan antara kedua makhluk berlawanan jenis itulah terpelihara kelangsungan hak-hak (kehidupan) umat manusia. Kedua mufasir ini memiliki banyak persamaan dalam memahami dan menafsirkannya, akan tetapi yang menjadi perbedaan dari keduanya adalah dari segi penafsirannya.
KONSEP MODERASI ISLAM DALAM AL-QU’RAN (STUDI KOMPARATIF ANTARA TAFSIR AN-NÛR DAN AL-AZHÃR) Achmad Junaidi; Agus Kharir
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.233 KB) | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v4i2.247

Abstract

Agama Islam adalah agama yang diridhoi Allah SWT. Islam adalah berserah diri, pasrah, patuh, dan tunduk kepada Allah SWT, dan senantiasa mematuhi semua perintahnya dan menjauhi semua larangannya. Islam ialah agama yang damai. Dewasa ini banyak pemikiran-pemikiran tentang Islam yang menyimpang, seperti Islam radikal, Islam liberal, dan lain-lain. Kemudian muncullah moderasi Islam sebagai solusinya. Moderasi Islam itu menuntut umat muslim untuk bersikap adil, seimbang (moderat), tidak ektrem (radikal) dan tidak liberal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep moderasi Islam dalam Al-Qur’an melalui tafsir An-Nûr dan Al-Azhâr. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian pustaka, dan untuk metode analisis datanya, menggunakan metode deskriptif-analitik. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa moderasi Islam ialah salah satu manhaj atau paham dan aliran pemikiran Islam yang mengedepankan pandangan dan sikap moderat (al-tawassuṭ), adil (al-adl), toleransi (al-tasâmuh) tidak berlebih-lebihan (al-ghulu aw al-ifrât), tidak menyempitkan (al-tafrît), mengutamakan kebaikan (al-khairiyah) serta seimbang (al-tawâzun) dan proposional (al-i’tidâl) dalam beragama dan menerapkan ajaran Islam dan ketika berhadapan dengan fenomena-fenomena dan problematika kehidupan manusia. Hasbi Ash-Shiddieqy dan Buya Hamka memandang umat Islam adalah ummat yang wasat (tengah), menurut Hasbi, ummat wasat itu bermakna umat yang paling baik, adil, seimbang (moderat), tidak berlebih-lebihan dan tidak terlalu kurang dalam menunaikan kewajiban agamanya, sedangkan Buya Hamka berpendapat  ummat wasat itu bermakna umat yang senantiasa menempuh jalan yang lurus dan tidak terpaku akan dunia dan akhirat, melainkan antara keduanya berjalan beriringan.
POLEMIK SEMUA ORANG MENDATANGI NERAKA DALAM PERSPEKTIF IMAM AL-TABARI Agus Kharir; Umrana
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 22 No. 01 (2022): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53828/alburhan.v22i01.745

Abstract

This article describes about hell in various suras in the Qur'an, one of which is Surah Maryam verses 71 and 72. Unlike other verses, this verse states that everyone will come to hell whether he is a disobedient person or a believer. Regarding this verse, there are differences of opinion on the meaning of the word ?????????? which means to come to him. Some interpret it with the meaning of entering. While some others interpret it with the meaning of passing. Imam al-Tabari is one of the commentators who provides a fairly detailed interpretation of the verse. The author uses a qualitative method of literature (library research) with the theory of tahlili. The author conducts a search and collects various data related to the variables studied, then analyzes interpretively and descriptively on the data that has been collected. The meaning of the word ?????????? in this verse according to al-Tabari is al-Mururu or passing, that is, all believers or unbelievers will pass through hell, namely through sirat that lies above hell.
PEMBACAAN TIGA SURAT PILIHAN DALAM TRADISI MALEM SABELLESEN (Studi Living Qur`an di Desa Konang Pamekasan) Agus Kharir Auli Robby Finaldy
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v7i1.1090

Abstract

Kajian Al-Qur`an saat ini tidaklah hanya berkutat dalam kajian teks saja. Dengan maraknya fenomena Qur`an in everyday life, maka muncullah disiplin ilmu yaitu living qur`an atau Al-Qur`an yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Tradisi malem sabellesen di Desa Konang, termasuk salah satunya. Tradisi ini telah berjalan turun-temurun. Dalam penelitian ini penulis merumuskan tiga hal, Apa motif pembacaan tiga surat pilihan dalam tradisi malem sabellessen ? Bagaimana implementasi dan pemaknaan masyarakat tentang pembacaan tiga surat pilihan dalam tradisi malem sabellessen ? Bagaimana horizon ekspektasi dari pembacaan tiga surat pilihan pada tradisi malem sabellesen ?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan, pendekatan ini dilakukan untuk mengetahui latar belakang, pelaksanaan serta pemaknaan terhadap pembacaan surat-surat pilihan dalam tradisi malem sabellesen dengan tetap berpijak pada teori horizon of expectation. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa : 1) Tradisi malem sabellesen memiliki dua motif yaitu motif spiritual dan motif sosial, 2) Implementasi pembacaannya memakai konsep bacaan hadr, sedangkan pemaknaannya yaitu : Surat Yaasin sebagai media transfer amal untuk para almarhumin. Kedua, Surat Al-Waqi`ah sebagai kelancaran rezeki. Ketiga, Surat Asy-Syams sebagai tolak balak. 3) Horizon ekspektasi pada tradisi malem sabellesen tergolong dalam dua jenis, yaitu horizon ekspektasi sempit dan horizon ekspektasi luas dengan mengindikasikan fungsi informative dalam menunjukkan cakrawala harapan luas anggota tradisi malem sabellesen.
TRADISI HAFLATUL IMTIHAN DI PESANTREN SEBAGAI SUMBER SPIRITUAL DAN SOSIO KULTURAL DI PONDOK PESANTREN AL- HAYYAN SUMENEP Agus Kharir
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v7i2.1077

Abstract

Abstract The tradition of haflatul imtihan in Islamic boarding schools can be used as a spiritual and socio-cultural source. Evidently the number of people who attended the event. There are performances that describe regional art sessions. Like a tambourine group performing songs or Islamic nasyid-nasyid of the Zipin dance which heeds the tambourine when it is played... this event can grow and develop their knowledge, faith, and piety. In this study there are two points that are focused on the history of the emergence of Haflatul Imtihan. And the function and existence of this Haflatul Imtihan. The research location in PP. Al-Hayyan Bandungan Karduluk Pragaan Sumnep, East Java. With this type of phenomenal descriptive qualitative research it produces the following: 1). The emergence of Haflatul Imtihan in PP. Al-Hayyan in 3 years after the establishment of the Al-Hayyan hut, namely in 1963. 2). In carrying out the Haflatul Imtihan event, careful preparation is needed both in terms of accommodation and funding. 3). The functions and benefits of the Haflatul Imtihan program are so that students are enthusiastic about learning, proving the distribution of knowledge achieved by distributing report cards. Tighten, increase the harmony of unity between communities, students, alumni sympathizers. 4). The Haflatul Imtihan Tradition as a spiritual source. It was proven that they came to the Haflatul Imtihan event in droves to witness the event being held at the Islamic Boarding School by preparing and wearing new clothes. There is a belief in the majority of the community that Haflatul Imtihan can increase the attractiveness of the community to attend school in Islamic boarding schools. Haflatul Imtihan at the top of the event was filled by lecturers who added knowledge, insight, faith, and improved morals. Keywords: Haflatul Imtihan, Spiritual, Socio-Cultural
Peranan Keluarga Muslim dalam Pendidikan Karakter Agus Kharir; Mucharror Mucharror
Maharot : Journal of Islamic Education Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/maharot.v4i1.194

Abstract

The aim of this research is to describe the role of moslim’s family in character education. The implementation of the parenting club as an effort to support character education has been studied at two elementary level educational institutions, namely SD Lebah Putih or known as the School of Life Lebah Putih (SOL Lebah Putih) and also SD Islam Kurma Salatiga. In its implementation, this study uses a qualitative approach with type of research is a descriptive field research. There are three methods that researchers do in collecting data in the field, namely observation, Indeep interviews, and documentation. Whereas to find valid data sources, researchers use the snow ball method to fit the research objectives and the effectiveness of the data collected. After conducting field research, it was found that in these two basic education institutions prioritized the characteristics of authoritative parenting care. The school provides the basics of parenting and then the parents at home apply it according to the vis-missions agreed upon between parents and teachers. While the problem with the parenting program is more for parents, namely the lack of awareness of the main educational responsibilities. Because it is based on adult education, the school uses non-formal methods.