Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Sosial Ekonomi dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 2–5 Tahun di Desa Sampuabalo Wilayah Kerja Puskesmas Siontapina Kabupaten Buton Nurfatima, Nurfatima
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2025): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v3i3.710

Abstract

Stunting is a public health issue that reflects chronic malnutrition due to inadequate nutrient intake over a long period of time. Socioeconomic factors within families play an important role in the incidence of stunting in infants. This study aims to analyze the relationship between socioeconomic factors and the incidence of stunting in infants aged 2–5 years in Sampuabalo Village, the working area of the Siontapina Community Health Center, Buton Regency. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional design. A sample of 65 children was selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and anthropometric measurements. The results of the analysis showed a significant relationship between family income (p = 0.012), mother's education level (p = 0.021), and parents' occupation (p = 0.035) with stunting. It can be concluded that socioeconomic status contributes significantly to stunting. Multisectoral interventions are needed to improve the socioeconomic status of families as a stunting prevention effort.
Gerakan Desa Sehat: Peningkatan Kesadaran Masyarakat Tentang Pencegahan Hipertensi dan Stroke Melalui Edukasi & Skrining Mustafa, Sri Resky; Muna, Nasir; Nurfatima, Nurfatima; Hikmawati, Hikmawati
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/69hs6823

Abstract

Hipertensi dan stroke merupakan penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada kelompok lansia dan sering tidak terdeteksi secara dini, terutama di wilayah pedesaan. Rendahnya pengetahuan masyarakat serta keterbatasan akses layanan kesehatan menjadi faktor utama tingginya risiko komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan lansia tentang pencegahan hipertensi dan stroke melalui edukasi kesehatan dan skrining. Metode yang digunakan adalah pendekatan Interprofessional Education–Collaborative Practice (IPE-CP) dengan kegiatan penyuluhan serta pemeriksaan tekanan darah, indeks massa tubuh, gula darah sewaktu, asam urat, dan kolesterol pada lansia di Desa Sampuabalo, Kecamatan Siontapina, Kabupaten Buton. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar lansia memiliki faktor risiko penyakit tidak menular, serta terjadi peningkatan pengetahuan setelah edukasi kesehatan. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi dan skrining berbasis komunitas efektif meningkatkan literasi kesehatan dan deteksi dini hipertensi serta stroke. Program ini penting sebagai upaya preventif berkelanjutan dalam menurunkan risiko penyakit tidak menular di tingkat desa.