Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKURASI UJI KADAR HORMON TIROID STIMULATING HORMON DALAM MENDETEKSI PENYAKIT GRAVES Dewi, Merliany; Sadyah, Nur Anna Chalimah; Sembodo, Tjatur
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 2, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Graves merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan hipertiroidisme disebabkan adanya antibodi Thyroid-stimulating immunoglobulin (TSI) yang bersirkulasi dalam darah, mengikat, dan mengaktifkan reseptor tirotropin, sehingga kelenjar tiroid tumbuh dan folikel tiroid meningkatkan sintesis hormon tiroid (Ehlers et al., 2019).Penyebab hipertiroid paling banyak adalah penyakit Graves dapat dibuat berdasarkan manifestasi klinis berupa trias Merseburger yang terdiri dari hipertiroid, goiter difus, dan oftalmopati yang juga ditandai dengan adanya pembesaran kelenjar tiroid yang difus.Salah satu tes laboratorium dari uji kadar tiroid adalah TSH (Vitti & Hegedüs, 2018). Untuk membuktikan uji kadar hormon TSH dapat digunakan sebagai uji diagnostik hipertiroid maka perlu dilihat dari sensitivitas dan spesifisitasnya (Dwi Nurcahyani et al., 2017).Penelitian menunjukkan nilai sensitivitas dan spesifitas uji kadar hormon TSH lebih besar dibandingkan sensitivitas dan spesifitas USG, yang menandakan sensitivitas dan spesifisitas uji kadar TSH cukup akurat dalam menegakkan diagnosis hipertiroid pada grave disease. Uji akurasi menggunakan AUC (Area Under the Curve) didapatkan 0.997 dengan akurasi sangat baik.Kata Kunci : Hyperthyroid, Receiver Operating Characteristic, Area Under Curve, Thyroid Stimulating Hormon (TSH), diagnostic test
MENGENAL FAKTOR RISIKO DAN DAMPAK MENDENGKUR MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN Wijayanti, Renny Swasti; Sulistyanto, Agung; Wardana, Andriana Tjitria Widi; Sembodo, Tjatur; Widodo, Akmal Adyuta; Qothrunnadaa, Ema
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34515

Abstract

Abstrak: Mendengkur adalah gejala Obstructive Sleep Apnea (OSA). Pernapasan akan terhenti sesaat sehingga asupan oksigen pada jantung dan otak dapat berkurang, hal ini dapat mengancam jiwa. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan dampak mendengkur. Pelaksanaan PkM terdiri dari dua tahapan yaitu (1) penyuluhan kesehatan mengenai mengenai faktor risiko dan dampak mendengkur bagi kesehatan; dan (2) pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Evaluasi keberhasilkan PkM dilaksanakan dengan memberikan pertanyaan secara lisan pre-test dan post-test. Edukasi diikuti 68 peserta dan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis diikuti 58 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta PkM sekitar 25% dibandingkan dengan pengetahuan sebelumnya. Hasil pemeriksaan kesehatan diketahui 12 laki-laki dan 10 wanita tidur mendengkur. Pada faktor risiko sebanyak 24 (41,37%) peserta memiliki riwayat merokok, 36 (62.07%) peserta mengalami hipertensi tingkat II, 8 (13.79%) orang mengalami obesitas, 30 (51.72%) peserta overweight. Peningkatkan pengetahuan peserta tentang faktor risiko dan dampak mendengkur bagi kesehatan sangat penting, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan akan bahaya mendengkur.Abstract: Snoring is a symptom of Obstructive Sleep Apnea (OSA). During sleep, breathing may temporarily stop, leading to reduced oxygen supply to the heart and brain, which can be life-threatening. The purpose of this Community Service Program (PkM) was to improve public knowledge regarding the risk factors and health impacts of snoring. The PkM was carried out in two stages: (1) health education on the risk factors and impacts of snoring; and (2) free health examinations and medical treatment. Evaluation of the program’s effectiveness was conducted using oral pre-test and post-test questions. A total of 68 participants attended the educational session, and 58 participants took part in the health examination and free treatment. The evaluation results indicated an increase of approximately 25% in participants’ knowledge compared to the baseline. Health examinations revealed that 12 men and 10 women reported snoring during sleep. Regarding risk factors, 24 participants (41.37%) had a history of smoking, 36 participants (62.07%) were diagnosed with stage II hypertension, 8 participants (13.79%) were obese, and 30 participants (51.72%) were overweight.Improving participants’ knowledge about the risk factors and health impacts of snoring is crucial, as it may increase awareness of the potential dangers associated with snoring.