Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

A GIANT CARCINOMA EX PLEOMORPHIC ADENOMA OF THE SOFT PALATE Wijayanti, Renny Swasti; Antono, Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49295

Abstract

Karsinoma eks adenoma pleomorfik (Ca eks PA) adalah keganasan epitel yang timbul dari adenoma pleomorfik jinak primer atau rekuren pada kelenjar ludah. ​​Penilaian histopatologi merupakan baku emas untuk menegakkan diagnosis. Tujuannya adalah untuk menentukan pengobatan yang tepat mengingat kemiripan gejala klinis Ca eks PA dan adenoma pleomorfik jinak, dengan mempertimbangkan kekhasan tumor ini. Seorang wanita berusia 55 tahun datang dengan massa berbentuk oval di area junctional palatum molle selama 8 bulan. Massa tersebut berbatas tegas dan melekat pada jaringan di sekitarnya. Massa ini menyebabkan gejala disfagia dan sering terjadi rinolalia. Pemeriksaan histopatologi pascaoperasi memastikan diagnosis Karsinoma eks adenoma pleomorfik (CA-eks-PA). Diagnosis yang akurat dan tatalaksana bedah pasien dengan Ca eks PA dapat meningkatkan angka kesintasan mereka.
MENGENAL FAKTOR RISIKO DAN DAMPAK MENDENGKUR MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN Wijayanti, Renny Swasti; Sulistyanto, Agung; Wardana, Andriana Tjitria Widi; Sembodo, Tjatur; Widodo, Akmal Adyuta; Qothrunnadaa, Ema
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34515

Abstract

Abstrak: Mendengkur adalah gejala Obstructive Sleep Apnea (OSA). Pernapasan akan terhenti sesaat sehingga asupan oksigen pada jantung dan otak dapat berkurang, hal ini dapat mengancam jiwa. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan dampak mendengkur. Pelaksanaan PkM terdiri dari dua tahapan yaitu (1) penyuluhan kesehatan mengenai mengenai faktor risiko dan dampak mendengkur bagi kesehatan; dan (2) pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Evaluasi keberhasilkan PkM dilaksanakan dengan memberikan pertanyaan secara lisan pre-test dan post-test. Edukasi diikuti 68 peserta dan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis diikuti 58 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta PkM sekitar 25% dibandingkan dengan pengetahuan sebelumnya. Hasil pemeriksaan kesehatan diketahui 12 laki-laki dan 10 wanita tidur mendengkur. Pada faktor risiko sebanyak 24 (41,37%) peserta memiliki riwayat merokok, 36 (62.07%) peserta mengalami hipertensi tingkat II, 8 (13.79%) orang mengalami obesitas, 30 (51.72%) peserta overweight. Peningkatkan pengetahuan peserta tentang faktor risiko dan dampak mendengkur bagi kesehatan sangat penting, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan akan bahaya mendengkur.Abstract: Snoring is a symptom of Obstructive Sleep Apnea (OSA). During sleep, breathing may temporarily stop, leading to reduced oxygen supply to the heart and brain, which can be life-threatening. The purpose of this Community Service Program (PkM) was to improve public knowledge regarding the risk factors and health impacts of snoring. The PkM was carried out in two stages: (1) health education on the risk factors and impacts of snoring; and (2) free health examinations and medical treatment. Evaluation of the program’s effectiveness was conducted using oral pre-test and post-test questions. A total of 68 participants attended the educational session, and 58 participants took part in the health examination and free treatment. The evaluation results indicated an increase of approximately 25% in participants’ knowledge compared to the baseline. Health examinations revealed that 12 men and 10 women reported snoring during sleep. Regarding risk factors, 24 participants (41.37%) had a history of smoking, 36 participants (62.07%) were diagnosed with stage II hypertension, 8 participants (13.79%) were obese, and 30 participants (51.72%) were overweight.Improving participants’ knowledge about the risk factors and health impacts of snoring is crucial, as it may increase awareness of the potential dangers associated with snoring. 
UPAYA PENCEGAHAN FLU SINGAPURA MELALUI PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN EDUKASI TENTANG PERSONAL HYGIENE Pujiati, Pujiati; Nugraha, Mahardika Adhitya; Suprijono, Mochammad Agus; Sa'dyah, Nur Anna Chalimah; Wijayanti, Renny Swasti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26754

Abstract

Abstrak: Flu Singapura atau Hand Foot Mouth Disease (HFMD) merupakan penyakit infeksi akut yang memiliki gejala mirip seperti flu dan menyebabkan banyak kematian di Singapura. HFMD lazim dialami oleh pada anak-anak di Asia Timur dan Asia Tenggara. HFMD disebabkan oleh sekelompok enterovirus manusia dari famili Picornaviridae. Faktor risiko yang bisa meningkatkan terjadinya HFMD adalah sanitasi yang buruk dan kurangnya personal hygiene. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Flu Singapura. Metode pelaksanaan PkM terdiri dari dua tahapan yaitu (1) penyuluhan kesehatan mengenai personal hygiene untuk mencegah flu Singapura, dan (2) pemeriksaan dan pengobatan gratis. Edukasi diikuti oleh 52 orang peserta, sedangkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis hanya diikuti 32 orang dari seluruh peserta edukasi. Evaluasi keberhasilkan PkM dilaksanakan dengan memberikan pertanyaan secara lisan kepada peserta pada saat awal edukasi dan akhir edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta PkM sekitar 20% dibandingkan dengan pengetahuan sebelumnya. Melalui pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis diketahui bahwa sebanyak 12 (37.5%) dari 32 peserta mengalami hipertensi tingkat 1 dan 4 (12.5%) orang mengalami hipertensi tingkat 2 sedangkan 16 (50%) orang peserta memiliki tekanan darah normal. Rerata kadar gula darah sewaktu peserta PkM yang diperiksa adalah <200 mg/dL dan terdapat 1 peserta yang mempunyai kadar asam urat >6mg/dL. Peningkatkan pengetahuan peserta tentang pentingnya personal hygiene diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat agar terhindari flue Singapura yang sedang marak saat ini.Abstract: Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD), commonly known as Singapore Flu, is an acute infectious illness characterized by flu-like symptoms that has resulted in multiple fatalities in Singapore. Hand, foot, and mouth disease predominantly impacts children in East and Southeast Asia. It is attributed to a cluster of human enteroviruses belonging to the Picornaviridae family. Risk factors that elevate the probability of HFMD encompass inadequate sanitation and insufficient personal hygiene. The aim of this community service initiative (PkM) is to enhance public awareness on Singapore Flu. The PkM implementation has two phases: (1) health education on personal cleanliness to avert Singapore Flu, and (2) complimentary health examinations and treatment. This initiative, coordinated by a team from Sultan Agung Islamic University, engaged 47 healthcare professionals and emphasized hygiene behaviors, particularly regular handwashing, as a fundamental preventative measure. The efficacy of the PkM was assessed by posing verbal inquiries to participants at the commencement and conclusion of the educational sessions. The evaluation results indicated a 20% enhancement in participant knowledge relative to their previous comprehension. Health assessments and complimentary therapies indicated that out of 32 participants, 12 (37.5%) exhibited stage 1 hypertension, 4 (12.5%) presented with stage 2 hypertension, and 16 (50%) maintained normal blood pressure. The mean random blood glucose level among individuals was <200 mg/dL, with one subject exhibiting a uric acid level >6 mg/dL. Enhancing participants' understanding of the significance of personal cleanliness is anticipated to elevate awareness and promote healthy living practices to mitigate the proliferation of Singapore Flu, which is currently escalating.