Transformasi layanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menuju Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) menuntut kader memiliki 25 kompetensi yang mencakup seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil hingga lanjut usia. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan evaluatif kualitatif yang secara komprehensif mengkaji seluruh rangkaian transformasi peningkatan kompetensi kader menggunakan kerangka logic model, yang belum banyak dieksplorasi dalam penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program peningkatan kompetensi kader Posyandu di Kabupaten Nganjuk. Metode yang digunakan adalah evaluatif kualitatif dengan kerangka logic model yang mencakup inputs, outputs, serta outcomes-impacts. Populasi penelitian melibatkan seluruh pihak yang terlibat dalam program, dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek inputs, keterlibatan lintas sektor telah berjalan dengan baik. Pada aspek outputs, berbagai metode pembelajaran seperti pelatihan, magang, dan pendampingan diterapkan untuk meningkatkan kompetensi kader, serta dikembangkan soal terstandar untuk efisiensi uji kompetensi. Pada aspek outcomes-impacts, dampak jangka pendek berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, motivasi kader, serta peningkatan cakupan layanan remaja dan dewasa telah terlihat, meskipun dampak jangka menengah dan panjang belum dapat diukur. Secara keseluruhan, program menunjukkan hasil positif pada tahap awal, namun masih memerlukan evaluasi lanjutan untuk menilai dampak jangka panjang.