Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REVIEW: POTENSI DAN ASPEK KEAMANAN BAHAN ALAM LOKAL INDONESIA SEBAGAI ANTI ACNE Fitriani, Hani Sri; Pratama, Arvenda Rezky; Musyarrofah, Laila; Mirta, Surya Bin
Jurnal Inovasi Bahan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL INOVASI BAHAN LOKAL DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (IN PRESS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jibpm.v4i2.4369

Abstract

Acne vulgaris is a complex skin disorder influenced by the colonization of Cutibacterium acnes, increased sebum production, follicular hyperkeratinization, and inflammatory responses. Limitations of conventional therapies, including skin irritation and the emergence of antibiotic resistance, have encouraged the exploration of natural ingredients as alternative anti-acne agents. Indonesia possesses exceptionally high biodiversity, offering significant potential for the development of locally sourced natural anti-acne products. This review discusses the potential and safety aspects of Indonesian local natural ingredients as anti-acne agents based on credible national and international scientific literature. Natural materials such as turmeric (Curcuma longa), Javanese turmeric (Curcuma xanthorrhiza), betel leaf (Piper betle), aloe vera (Aloe vera), gotu kola (Centella asiatica), and green tea (Camellia sinensis) are examined in terms of their biological activities and safety profiles. Emphasis is placed on the importance of raw material standardization, dose control, and evidence-based safety evaluation to support the safe, rational, and competitive utilization of Indonesian local natural ingredients as anti-acne agents. Keywords: acne vulgaris; anti-acne; Cutibacterium acnes; Indonesian local natural ingredients; safety
GAMBARAN DEMOGRAFI, PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENGGUNA METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DAN NON MKJP Fitriani, Hani Sri
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2398

Abstract

Pengkajian mengenai penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) menjadi penting karena tingkat pemanfaatannya masih rendah, terutama di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik sosiodemografi serta tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku pengguna MKJP dan non-MKJP di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 399 wanita usia subur berpartisipasi, terdiri dari 197 pengguna MKJP dan 202 pengguna non-MKJP, dipilih melalui teknik Cluster Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah lulus uji validitas (p < 0,05) dan reliabilitas (Cronbach’s alpha > 0,6). Analisis univariat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia 25–45 tahun, berpendidikan menengah, dan berstatus ibu rumah tangga. Pengguna MKJP cenderung memiliki pendidikan lebih tinggi, lama menikah lebih dari lima tahun, memiliki lebih dari dua anak, serta berpenghasilan lebih besar dibandingkan pengguna non-MKJP. Mereka umumnya menerima layanan kontrasepsi dari puskesmas dan memiliki akses lebih dekat ke fasilitas kesehatan. Informasi kontrasepsi sebagian besar diperoleh dari tenaga kesehatan. Secara umum, pengguna MKJP memiliki pendidikan, akses informasi, dan layanan kesehatan yang lebih baik dibandingkan non-MKJP, sehingga hasil ini dapat menjadi dasar peningkatan edukasi dan pemerataan layanan kontrasepsi di pedesaan.