Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Prediksi Stabilitas Mucroporin sebagai Kandidat Obat Berbasis Peptida melalui Simulasi Dinamika Molekular Taufik Muhammad Fakih; Mentari Luthfika Dewi; Eky Syahroni
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 7, No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.907 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.7.3.210-217.2020

Abstract

Beberapa peptida yang terkandung dalam racun kalajengking (Lychas mucronatus) menunjukkan beragam aktivitas biologis dengan spesifisitas tinggi terhadap target. Peptida ini memiliki efek potensial terhadap mikroba dan menunjukkan potensi untuk memodulasi berbagai mekanisme biologis yang terlibat dalam imunitas, saraf, kardiovaskular, dan penyakit neoplastik. Keragaman struktural dan fungsional yang penting dari peptida tersebut membuktikan bahwa peptida dari racun kalajengking dapat digunakan dalam pengembangan obat spesifik baru. Melalui penelitian ini akan dilakukan identifikasi, evaluasi, dan eksplorasi terhadap stabilitas peptida Mucroporin yang diproduksi dari racun kalajengking dengan menggunakan simulasi dinamika molekular. Sekuens molekul peptida Mucroporin dimodelkan dengan menggunakan server PEPstrMOD. Konformasi terbaik hasil pemodelan dipilih untuk diamati stabilitasnya dengan menggunakan software Gromacs 2016.3. Trajektori yang terbentuk kemudian dianalisis berdasarkan visulasiasi dengan menggunakan software VMD 1.9.4 serta dilakukan analisis grafik RMSD dan RMSF. Hasil analisis trajektori dari simulasi dinamika molekular membuktikan bahwa molekul peptida Mucroporin-S2 memiliki stabilitas yang paling baik. Dengan demikian, molekul peptida tersebut diprediksi dapat dipilih sebagai kandidat obat berbasis peptida.
Simulasi Dinamika Molekuler Senyawa Asam Ferulat dan Turunannya dari Kulit Buah Nanas (Ananas comosus) sebagai Inhibitor Enzim Tirosinase Taufik Muhammad Fakih; Hilda Aprilia Wisnuwardhani; Mentari Luthfika Dewi; Dwi Syah Fitra Ramadhan; Aulia Fikri Hidayat; Robby Prayitno
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 8, No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12140.544 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.8.2.208-220.2021

Abstract

Enzim tirosinase merupakan enzim utama pada proses pembentukan pigmen melanin. Penghambatan aktivitas enzim tirosinase secara kompetitif maupun non-kompetitif menjadi kunci utama pengembangan agen pencerah kulit. Asam ferulat merupakan salah satu senyawa antioksidan yang kuat dan mampu melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV yang menginduksi stress oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi interaksi molekuler antara senyawa asam ferulat dari kulit buah nanas (Ananas comosus) dan turunannya dengan enzim tirosinase menggunakan motode dinamika molekuler. Molekul senyawa uji dimodelkan menggunakan perangkat lunak Quantum ESPRESSO v.6.6. Model terbaik dipilih untuk dilakukan studi interaksi menggunakan perangkat lunak MGLTools 1.5.6 yang dilengkapi dengan AutoDock 4.2. Konformasi terbaik hasil penambatan molekuler kemudian dikonfirmasi stabilitasnya dengan simulasi dinamika molekuler menggunakan perangkat lunak Gromacs 2016.3. Berdasarkan hasil dari penambatan molekuler, senyawa asam iso-ferulat memiliki afinitas yang paling baik, yaitu dengan nilai energi bebas ikatan −25,06 kJ/mol dan memilki ikatan dengan logam seng (Zn) pada sisi aktif enzim tirosinase. Kemudian senyawa tersebut memiki stabilitas interaksi yang baik berdasarkan grafik RMSD, RMSF, Rg, SASA, RDF, dan H-Bond. Dengan demikian, senyawa asam iso-ferulat diprediksi dapat digunakan sebagai kandidat inhibitor kompetitif dan non-kompetitif enzim tirosinase
Identifikasi Mekanisme Molekuler Senyawa Bioaktif Peptida Laut sebagai Kandidat Inhibitor Angiotensin-I Converting Enzyme (ACE) Taufik Muhammad Fakih; Mentari Luthfika Dewi
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 7, No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2086.504 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.7.1.76-82.2020

Abstract

Senyawa bioaktif peptida laut saat ini menjadi fokus penelitian karena memiliki sifat yang unik. Salah satu peran biologis penting dari senyawa peptida tersebut adalah sebagai agen antihipertensi terhadap aktivitas Angiotensin-I Converting Enzyme (ACE). Terdapat beberapa senyawa peptida yang telah terbukti mampu menghambat reseptor ACE, seperti senyawa peptida yang dihasilkan oleh teripang (Acaudina molpadioides), kerang biru (Mytilus edulis), dan ikan tuna (Thunnini). Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi dan evaluasi terhadap interaksi yang terjadi antara senyawa peptida dengan reseptor ACE menggunakan motode penambatan molekuler berbasis protein-peptida. Sequencing senyawa peptida dimodelkan terlebih dahulu menggunakan server PEP-FOLD. Konformasi terbaik dipilih untuk dilakukan studi interaksi terhadap makromolekul reseptor ACE menggunakan software PatchDock. Interaksi yang terjadi diamati lebih lanjut menggunakan software BIOVIA Discovery Studio 2020. Berdasarkan hasil dari penambatan molekuler berbasis protein-peptida, senyawa peptida kerang biru dan ikan tuna memiliki afinitas yang baik terhadap reseptor ACE, yaitu dengan ACE score masing-masing adalah −391,62 kJ/mol dan −516,56 kJ/mol. Dengan demikian, senyawa bioaktif peptida laut tersebut diprediksi dapat dipilih sebagai kandidat inhibitor reseptor ACE berbasis peptida
Identifikasi Mekanisme Fungsional Senyawa Bioaktif Peptida dari Organisme Laut sebagai Inhibitor Alami Angiotensin-I Converting Enzyme (ACE) secara In silico Taufik Muhammad Fakih; Mentari Luthfika Dewi
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 24 No. 1 (2020): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.227 KB) | DOI: 10.20956/mff.v24i1.9647

Abstract

Inhibitor alami Angiotensin-I Converting Enzyme (ACE) berbasis peptida bioaktif saat ini menjadi fokus penelitian karena sifatnya yang unik dan memilki berbagai peran biologis penting diantaranya adalah sebagai kandidat pengobatan hipertensi. Terdapat beberapa peptida bioaktif yang dihasilkan oleh organisme laut dan telah terbukti mampu menghambat enzim ACE, antara lain peptida bioaktif yang berasal dari udang (SV, IF, dan WP) serta peptida bioaktif yang berasal dari ikan hiu (CF, EY, MF, dan FE). Pada penelitian ini dilakukan identifikasi, evaluasi, dan eksplorasi terhadap interaksi yang terjadi antara molekul peptida bioaktif dengan makromolekul ACE secara in silico menggunakan motode penambatan molekuler berbasis protein-peptida. Sekuensing peptida bioaktif dimodelkan menjadi konformasi 3D terlebih dahulu menggunakan software PEP-FOLD. Konformasi terbaik dipilih untuk kemudian dilakukan studi interaksi molekuler terhadap makromolekul ACE menggunakan software PatchDock. Interaksi molekuler yang terjadi diamati lebih lanjut menggunakan software BIOVIA Discovery Studio 2020.  Berdasarkan hasil dari penambatan molekuler berbasis protein-peptida, peptida bioaktif CF dan IF yang berasal dari udang dan peptida bioaktif MF yang berasal dari ikan hiu memiliki afinitas yang baik, yaitu dengan ACE score masing-masing adalah −380,62 kJ/mol, −436,43 kJ/mol, dan −349,91 kJ/mol. Dengan demikian, peptida bioaktif laut tersebut diprediksi dapat dipilih sebagai kandidat inhibitor alami enzim ACE berbasis peptida sebagai alternatif antihipertensi.
Studi Literatur Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Basis terhadap Karakteristik Masker Gel Peel Off Bella Mega Silvia; Mentari Luthfika Dewi
Jurnal Riset Farmasi Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.678 KB) | DOI: 10.29313/jrf.v2i1.702

Abstract

Abstract. Peel-off gel mask is one type of mask that is easy and practical to use and has the uniqueness of containing an adhesive material where the material can form a film layer which can then be cleaned by peeling it off after it dries. Peel-off gel masks contain several important components such as film-forming, gelling agents, and humectants. These components can affect the characteristics of the peel off gel mask. The purpose of this study was to determine the effect of the type and concentration of the peel-off gel mask base on the physical characteristics of the peel-off gel mask so that the best formula could be obtained. This research was conducted using the literature study method from various research journals that have been published both nationally and internationally. Based on literature studies that have been carried out, PVA with a concentration of 12-13.5% is optimum as film-forming, HPMC with a concentration of 3-5% as a gelling agent, and propylene glycol with a concentration of 10-12% as a humectant. The ingredients with these concentrations can affect the characteristics of the peel off gel mask where the higher the concentration of the mask base, the higher the viscosity of the preparation which will cause lower dispersion, longer adhesion, and longer drying time. Abstrak. Masker gel peel off adalah salah satu jenis masker yang penggunaannya mudah dan praktis, serta memiliki keunikan yaitu mengandung bahan yang bersifat adhesive dimana bahan tersebut dapat membentuk lapisan film kemudian dapat dibersihkan dengan cara dikelupas setelah mengering. Masker gel peel off mengandung beberapa komponen penting seperti pembentuk film (film forming), pembentuk gel (gelling agent), dan humektan. Komponen-komponen tersebut dapat mempengaruhi karakteristik masker gel peel off. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi basis masker gel peel off terhadap karakteristik fisik masker gel peel off sehingga dapat diperoleh formula terbaik. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur dari berbagai jurnal penelitian yang telah dipublikasikan baik nasional maupun internasional. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan, PVA dengan konsentrasi 12-13,5% optimum sebagai film forming, HPMC dengan konsentrasi 3-5% sebagai gelling agent, dan propilenglikol dengan konsentrasi 10-12% sebagai humektan. Bahan-bahan dengan konsentrasi tersebut mampu mempengaruhi karakteristik masker gel peel off dimana semakin tinggi konsentrasi basis masker maka semakin tinggi viskositas sediaan yang akan menyebabkan daya sebar rendah, daya lekat lebih lama, dan waktu mengering lebih lama.
Pelatihan Pembuatan Black Garlic pada Pendamping Pasien Kanker di Yayasan Rumah Pejuang Kanker Ambu, Bandung Huriah Rachmah; Mentari Luthfika Dewi; Lasmanah Lasmanah; Alma Khusnu Tazkia; Muhammad Lucky Fahrezi; Septiani Melawati Dewi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6971

Abstract

Siklus pengobatan kanker yang panjang, tidak hanya berpengaruh pada kondisi kesehatan mental dan fisik pasien secara menyeluruh, namun juga pada kondisi kesehatan fisik dan mental para pendamping pasien. Dukungan moril sangat dibutuhkan tidak hanya bagi pasien kanker namun juga bagi pendamping pasien. Pendamping pasien tetap membutuhkan aktivitas sosial bersama yang dapat memotivasi mereka untuk lebih produktif dan memiliki kepercayaan diri selama mendampingi pasien. Berdasarkan pada permasalahan tersebut, dilakukan program pengabdian kepada masyarakat dengan tema pelatihan dan pendampingan pembuatan black garlic dengan sasaran kepada para pendamping pasien kanker di Rumah Pejuang Kanker Ambu (RPKA). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan suatu kegiatan bersama yang berarti kepada para pendamping pasien sehingga mereka memiliki keterampilan sosial dan dapat lebih produktif. Pelatihan dan pendampingan pembuatan black garlic dilaksanakan pada Agustus 2022. Pelatihan dan pendampingan dilakukan dengan metode pemberian materi dan pendampingan kelompok untuk praktek pembuatan black garlic secara langsung. Evaluasi pelatihan dilakukan dengan mengadakan pretest dan posttest serta evaluasi terhadap produk black garlic yang dihasilkan. Dari hasil pelatihan dan pendampingan ini diketahui terjadi peningkatan pengetahuan peserta pelatihan terkait black garlic sebelum dan sesudah pelatihan yaitu dari 59,2% menjadi 72,8%. Semua kelompok peserta pelatihan berhasil membuat black garlic yang siap dikonsumsi. The long cycle of cancer treatment affects the patient's mental and physical health and the caregiver's physical and mental health. Moral support is needed not only for cancer patients but also for patient caregivers. Patient caregivers still need to engage in social activities that motivate them to be more productive and self-confident while accompanying patient treatment. Based on these problems, a community service program was carried out with the theme of training and mentoring in making black garlic with the target of cancer patient caregivers at the Rumah Pejuang Kanker Ambu (RPKA). This activity aims to provide a meaningful social activity for patient caregivers so that they have social skills and can be more productive. The training and mentoring are carried out through lectures on general knowledge about black garlic and group assistance to practice making black garlic. The evaluation of the training was carried out by conducting a pre-test and post-test as well as an evaluation of the black garlic produced. From the results of this training and mentoring, it was found that there was an increase in the knowledge of the training participants regarding black garlic before and after the training, from 59.2% to 72.8%. All groups of trainees succeeded in making ready-to-eat black garlic. 
Correlation of Adenosine Triphosphate (ATP) to muscle fatigue and work accuracy Riza Ramadhan; Fitrianti Darusman; Mentari Luthfika Dewi
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.8620

Abstract

Abstrak. Kehidupan manusia sehari-hari tidak dapat dipisahkan dari aktivitas fisik yang memerlukan kontraksi otot. Kontaksi otot sendiri dapat terjadi dengan adanya energi di dalam tubuh yaitu Adenosine Triphosphate (ATP). Sayangnya ATP di dalam tubuh jumlahnya terbatas sehingga kontraksi otot secara terus menerus akan menghabiskan pasokan ATP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang terjadi pada tubuh jika pasokan ATP habis dan pengaruhnya terhadap ketelitian kerja. Penelitian ini dilakukan dengan metode systematic literature review (SLR) dari artikel ilmiah yang telah dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional. Hasl dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ATP secara terus menerus untuk kontraksi otot dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kondisi yang dinamakan kelelahan otot. Kelelahan otot ditandai dengan adanya rasa sakit akibat penumpukan asam laktat hasil kontraksi otot. Habisnya pasokan ATP di dalam tubuh dapat menyebabkan kurangnya pemenuhan kebutuhan energi otak, tangan, dan mata dalam melakukan koordinasi gerak sehingga berdampak pada gangguan konsentrasi dan ketelitian kerja. Abstract. Human life cannot be separated from daily physical activities that require muscle contraction. Muscle contractions themselves can occur in the presence of energy in the body called Adenosine Triphosphate (ATP). Unfortunately, the amount of ATP in the body is limited so that continuous muscle contraction will use up the supply of ATP. This study aims to find out what happens to the body if the supply of ATP runs out and its effect on work accuracy. This research was conducted using the systematic literature review (SLR) method of scientific articles that have been published in national and international journals. The results of this study indicate that the continuous use of ATP for muscle contraction for a long time can cause a condition called muscle fatigue. Muscle fatigue is characterized by pain due to the accumulation of lactic acid resulting from muscle contractions. Depletion of the supply of ATP in the body can lead to a lack of fulfillment of the energy needs of the brain, hands and eyes in coordinating movements so that it has an impact on impaired concentration and work accuracy.
Simulasi Penambatan Molekuler Senyawa Kompleks Besi Terhadap Protein Hemofor sebagai Kandidat Fotosensitizer pada Terapi Fotodinamika Taufik Muhammad Fakih; Anggi Arumsari; Mentari Luthfika Dewi; Nurfadillah Hazar; Tanisa Maghfira Syarza
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 8, No 1 (2021): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v8i1.8502

Abstract

Resistensi antibiotika muncul sebagai polemik yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Kemajuan teknologi membuka peluang dalam penemuan molekul senyawa baru yang mampu mencegah perkembangan mikroba patogen, seperti Pseudomonas aeruginosa yang resisten terhadap beberapa jenis antibiotika. Terapi fotodinamika dengan memanfaatkan penggunaan fotosensitizer yang berasal dari senyawa yang membentuk kompleks dengan besi merupakan salah satu pendekatan alternatif untuk mengatasi penyakit infeksi dengan risiko resistensi mikroba yang lebih rendah. Penelitian yang dilakukan secara in silico ini bertujuan untuk mengamati, mengeksplorasi, dan mengevaluasi mekanisme aksi berbasis struktural dari molekul senyawa yang membentuk kompleks dengan besi, yaitu besi-ftalosianina dan besi-salofen terhadap protein hemofor HasAp serta pengaruh molekularnya terhadap bagian situs aktif pengikatan dari protein hemofor HasR. Identifikasi interaksi molekuler dan afinitas antara molekul senyawa besi-ftalosianina dan besi-salofen terhadap protein hemofor HasAp dilakukan dengan simulasi ligan-protein docking mempergunakan software MGLTools 1.5.6 yang dilengkapi dengan AutoDock 4.2. Di samping itu, dilakukan juga simulasi protein-protein docking terhadap sistem kompleks ligan-protein untuk memastikan pengaruh molekularnya terhadap bagian situs aktif pengikatan dari protein hemofor HasR dengan mempergunakan software PatchDock. Berdasarkan simulasi ligan-protein docking diperoleh hasil bahwa senyawa besi-ftalosianina memiliki afinitas paling baik terhadap kedua protein hemofor HasAp, dengan nilai energi bebas pengikatan masing-masing sebesar −68,45 kJ/mol dan −65,23 kJ/mol. Menariknya, hasil simulasi protein-protein docking antara kompleks molekul senyawa besi-ftalosianina dan protein hemofor HasAp-besi-ftalosianina terhadap protein hemofor HasR memiliki nilai energi kontak atom yang positif sebesar 556,56 kJ/mol. Dari penelitian ini dapat diprediksikan bahwa perbedaan struktur molekul senyawa yang membentuk kompleks dengan besi mampu mempengaruhi mekanisme aksi berbasis structural terhadap protein hemofor target.