Wibawa, Nazar Husain Hadi Pranata
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Religiosity in Work Motivation and Performance Quality among the LGBT Community in Gorontalo: A Perspective of Sociology of Religion and Social Formation Wibawa, Nazar Husain Hadi Pranata; Rahmawati
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 17 No 2 (2024): Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/kur.v17i2.10933

Abstract

This study aims to find out the implications of religiosity behavior on work motivation in LGBT people in Gorontalo and religious behavior has implications for improving the work quality of LGBT people in Gorontalo. The subject of this study is the LGBT community in Gorontalo City and Muslims, they already have an official community with comprehensive management and personal structure. This LGBT community is obedient and consistent in the bond of vision and mission that they have agreed upon. The type of research used is qualitative descriptive using a religious approach, and a sociological <span id="tgtAlignment_86" class="ts-alignment-element" style="color: #000000; font-family: 'Segoe UI Web (West European)', 'Segoe UI', -apple-system, BlinkMacSystemFont, Roboto, 'Helvetica Neue', sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: start; text-indent: 0px; text-transform: none; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: pre-wrap; backgr
The Understanding of Religious and Multicultural Culture in Manado City Society from Maqâshid Al-Syarî`ah Perspective Darwis, Rizal; Abdullah, Abdullah; Wibawa, Nazar Husain Hadi Pranata; Rahim, Arhjayati
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 26, No 1 (2022): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v26i1.3790

Abstract

Religion and culture are two inseparable things. Grounded religious values require traditions and culture that develop in society. This article aims to analyze the religious and cultural understanding of multiculturalism in the people of Manado City. This research is a qualitative descriptive study with data sources coming from the literature and interviews. The data were analyzed using the maqâshid al-syarî`ah approach. The results of the study show that the city of Manado as an area with a multicultural population strongly adheres to the religious understanding that every religion in principle loves, respects, and respects each other. The philosophy of sitou timou tumou tou, torang samua basudara, mapalus, democracy, anti-discrimination and friendship are believed and guided in carrying out all social activities in Manado society. If viewed from the perspective of maqâshid al-syarî`ah, then it is included in the category of maslahat al-‘ummah. Agama dan budaya adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Nilai-nilai agama yang membumi membutuhkan tradisi dan budaya yang berkembang di masyarakat. Artikel ini bertujuan menganalisis paham keagamaan dan budaya multikulturalis pada masyarakat Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data berasal dari kepustakaan dan hasil wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan maqashid al-syariah. Hasil penelitian menujukkan bahwa Kota Manado sebagai daerah yang berpenduduk multikulturalis sangat berpegang pada pemahaman keagamaan bahwa setiap agama pada prinsipnya saling menyayangi, saling menghormati dan saling menghargai. Falsafah sitou timou tumou tou, torang samua basudara, mapalus, demokrasi, antidiskriminasi dan silaturrahim diyakini dan dipedomani dalam melakukan segala aktifitas sosial dalam masyarakat Manado. Jika ditinjau dari perspektif maqâshid al-syarî`ah, maka masuk dalam kategori maslahat al-‘ummah.
Kebebasan Manusia Khudi (Ego/Diri) Muhammad Iqbal dalam Perspektif Kebebasan Whitehead Wibawa, Nazar Husain Hadi Pranata
Farabi Vol 18 No 2 (2021): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jf.v18i2.3463

Abstract

Artikel ini membahas tentang kebebasan manusia. Artikel ini ingin menemukan kebebasan manusia menurut Muhamaad Iqbal sebagai objek material dan Whitehead sebagai objek formal. Penelitian ini merupakan studi pustaka. Data dikumpulkan melalui inventarisasi data, kemudian dianalisis dan diinterpretasikan. Hasil penelitian menunjukkan Diri bersifat individual, namun ke-individualitas-an diri/ego tidak berarti menjadikannya egoistik dan terisolir. Setiap ego bersama dengan ego-ego lainnya terikat dalam relasi simbiosis mutualistik, karena ego hidup dalam jejaring organisasional, dan ego sendiri pada level kediriannya bersifat holistik. Setiap keegoan pribadi dapat diakses oleh ego ego yang lain dengan istilah simbiosis mualistik. Kehendak pribadi terbuka dengan ego atau kehendak orang lain untuk mencipkan masyarakat yang terbuka. Whitehead memperinci kehendak itu tidak sama dengan tindakan praktis, karena kehendak mempunyai superiotitas sendiri dan sebaliknya kehendak tidak dapat disamakan pengetahuan teoritis, karena kita bias melihat gejala-gelaja tegangan yang sering muncul dan sulit didamaikan antara keduanya. Kehendak harus diletakkan pada tindakan praktis dan pengetahuan teoritis.