Abdurrahman R. Mala
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN GURU PAI DALAM MENYUSUN LKPD UNTUK MENINGKATKAN LITERASI PESERTA DIDIK DI SDN 6 BILALANG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Amelia Puisa Mokoginta; Abdurrahman R. Mala; Yuslin Kasan
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 5: September 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai upaya meningkatkan literasi peserta didik di SDN 6 Bilalang Kabupaten Bolaang Mongondow. Literasi dalam konteks ini tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, kreatif, serta kemampuan memahami dan menyampaikan informasi secara tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan fokus pada fenomena yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PAI dalam menyusun LKPD sangat penting untuk mendukung pemahaman materi, mengarahkan peserta didik aktif dalam pembelajaran, serta meningkatkan keterampilan literasi mereka. Guru berperan sebagai perancang, fasilitator, sekaligus motivator dalam proses pembelajaran. LKPD yang disusun tidak hanya berisi latihan soal, tetapi juga dirancang untuk mendorong peserta didik melakukan eksplorasi, analisis, diskusi, serta pemecahan masalah. Namun, penelitian ini juga menemukan berbagai kendala, di antaranya keterbatasan kemampuan guru dalam desain grafis, minimnya pelatihan penyusunan LKPD, keterbatasan waktu karena beban administrasi, serta rendahnya pemanfaatan teknologi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam menyusun LKPD yang efektif dan inovatif guna meningkatkan literasi peserta didik. Oleh karena itu, dukungan berupa pelatihan, fasilitas, serta kebijakan sekolah yang berpihak pada pengembangan bahan ajar kreatif sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 1 KOTA GORONTALO Sri Dewi Nasibu; Abdurrahman R. Mala; Yuslin Kasan
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran kolaboratif pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta dampaknya terhadap peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan bersifat deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru PAI, peserta didik kelas VIII, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran kolaboratif pada mata pelajaran PAI dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap perencanaan, guru menyusun perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan strategi kolaboratif dengan pembentukan kelompok heterogen. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui diskusi kelompok, kerja sama antarpeserta didik, dan presentasi hasil diskusi dengan guru berperan sebagai fasilitator. Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan menilai proses dan hasil belajar secara individu maupun kelompok. Pembelajaran kolaboratif memberikan dampak positif terhadap peserta didik, baik pada aspek kognitif berupa peningkatan pemahaman materi, aspek afektif berupa sikap kerja sama, tanggung jawab, dan toleransi, maupun aspek psikomotorik berupa keaktifan dan partisipasi dalam pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran kolaboratif dinilai efektif dalam mendukung tujuan pembelajaran PAI dan pembentukan karakter peserta didik
PERAN PIMPINAN TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SANTRI DI RUMAH TAHFIDZ BAITUL MU’MIN DESA ISIMU SELATAN KECAMATAN TIBAWA KABUPATEN GORONTALO Rivaldo Izrak R Pou; Abdurrahman R. Mala; Ritmon Amala
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pimpinan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam meningkatkan motivasi belajar santri di Rumah Tahfidz Baitul Mu’min Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan sumber data utama berasal dari pimpinan TPQ, ustadz dan ustadzah, santri, orang tua santri, serta donatur. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui ketekunan pengamatan, perpanjangan kehadiran peneliti, dan triangulasi sumber serta metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pimpinan TPQ Rumah Tahfidz Baitul Mu’min memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar santri melalui kepemimpinan yang kreatif, inovatif, dan humanis. Peran tersebut diwujudkan dalam berbagai program, seperti target hafalan Al-Qur’an, pembelajaran kreatif melalui metode bermain, evaluasi berkala, serta pemberian reward sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi dan kedisiplinan santri. Kendala yang dihadapi dalam meningkatkan motivasi belajar santri meliputi kurangnya dukungan orang tua, pengaruh penggunaan gadget, benturan jadwal TPQ dengan kegiatan sekolah, serta rendahnya disiplin dan konsistensi santri. Untuk mengatasi kendala tersebut, pimpinan TPQ menerapkan solusi berupa peningkatan kerja sama dengan orang tua melalui komunikasi intensif, penyesuaian jadwal pembelajaran, pemberian penghargaan, serta evaluasi rutin