Angraini, Novi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembuatan Sediaan Ekstrak Mangrove Rhizophora Apiculata Dengan Variasi Pelarut Guna Pengayaan Praktikum Bioteknologi Laut Angraini, Novi; Husna, Nyayu Nurul; Tosani, Naomi
Jurnal Penelitian Sains Vol 25, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v25i3.879

Abstract

Ekstrak mangrove mengandung senyawa metabolit sekunder yang digunakan untuk pembuatan obat dan kosmetik. Pembuatan ekstrak mangrove telah dilakukan dengan proses maserasi dan evaporasi. Proses maserasi dilakukan dengan merendam serbuk daun mangrove Rhizophora Apiculata dalam dua jenis pelarut yaitu metanol dan N-Heksan. Larutan maserasi kemudian di evaporasi pada suhu 60 oC sehingga menghasilkan ekstrak berbentuk pasta kental. Pengujian kualitatif senyawa metabolit sekunder pada ekstrak dilakukan dengan skrining fitokimia meliputi alkaloid, terpenoid, tannin, saponin, dan flavonoid. Dari pengujian fitokimia diperoleh hasil bahwa sampel yang dimaserasi menggunakan pelarut metanol memberikan hasil yang positif pada kandungan alkaloid, saponin, dan flavonoid namun memberikan hasil negatif pada kandungan terpenoid dan tanin. Sedangkan sampel yang dimaserasi dengan menggunakan pelarut N-Heksan tidak memberikan hasil positif pada semua kandungan senyawa metabolit sekunder. Pada penelitian ini dapat dinyatakan bahwa metanol mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam menyerap senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak mangrove Rhizophora Apiculata jika dibandingkan dengan N-Heksan pada kondisi operasi yang sama. Sehingga dapat dijadikan acuan dalam menyiapkan sampel ekstrak mangrove Rhizophora Apiculata dengan pelarut metanol untuk kegiatan praktikum dan penelitian di bidang Bioteknologi Laut
Pembuatan Sampel Ekstrak Mangrove Rhizophora Apiculata dengan Variasi Suhu Evaporasi Guna Pengayaan Praktikum Bioteknologi Laut Angraini, Novi; Husna, Nyayu Nurul; Tosani, Naomi
Jurnal Penelitian Sains Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v25i1.725

Abstract

Pembuatan ekstrak mangrove Rhizophora Apiculata telah dilakukan. Daun utuh yang sudah tua digunakan sebagai sampel yang akan dibuat ekstrak. Preparasi sampel dilakukan dnegan mengering-anginkan sampel daun segar, menghaluskan dengan blender dilanjutkan dengan pengayakan. Proses maserasi serbuk kering dilakukan dengan menggunakan pelarut metanol dengan perbandingan 1 : 3 selama 3 x 24 jam. Filtrat hasil maserasi disaring dengan kertas saring whatman 41 dan selanjutnya dibuat ekstrak dengan menggunakan rotary evaporator hingga tidak ada lagi tetesan uap pelarut. Suhu evaporasi divariasikan 40 oC dan 65oC. Diperoleh hasil lamanya proses evaporasi dengan menggunakan suhu 40 oC adalah sekitar 10 jam untuk perliter filtrat hasil maserasi dan lamanya waktu evaporasi dengan suhu 65oC adalah 6 jam per liter filtrat maserasi. Semakin tinggi suhu evaporasi yang digunakan maka semakin cepat proses penguapan namun penggunaan suhu yang tinggi pada proses evaporasi perlu memperhatikan karakteristik zat aktif yang terdapat didalam ekstrak apakah zat aktif tersebut tahan terhadap suhu tinggi atau tidak. Persen rendeman ekstrak yang diperoleh adalah 15.21 % untuk suhu evaporasi 40 oC dan 12.40 % untuk suhu evaporasi 65oC.Pengujian kualitatif fitokimia memberikan hasil berupa ekstrak yang diperoleh dari proses evaporasi dengan suhu 40 oC mengandung steroid, flavonoid, dan fenol sedangkan pada ekstrak yang diperoleh dari proses evaporasi dengan suhu 65 oC mempunyai kandungan alkaloid, steroid, flavonoid, dan fenol. Hal ini menunjukkan bahwa suhu evaporasi mempengaruhi lamanya waktu evaporasi namun untuk kualitas ekstrak memberikan hasil yang tidak berbeda jauh.
Kualitas Fitokimia Ekstrak Mangrove Rhizophora Apiculata Berdasarkan Variasi Suhu Penyimpanan Guna Pengayaan Praktikum Bioteknologi Laut Angraini, Novi; Tosani, Naomi; Husna, Nyanyu Nurul
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i3.1079

Abstract

Penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi kualitas ekstrak mangrove yang diperoleh dari hasil maserasi daun tua dengan pelarut metanol ternyata mengandung senyawa alkaloid, saponin, dan flavonoid. Penelitian lanjutan ini dilakukan untuk melihat bagaimana kualitas fitokimia ekstrak daun mangrove Rhizophora Apiculata yang disimpan pada variasi suhu penyimpanan. Sampel daun mangrove diolah menjadi ekstrak dengan maserasi dan evaporasi pada suhu ruang dengan pelarut metanol dan dievaporasi dengan rotary evaporator pada suhu 60 oC. Ekstrak mangrove selanjutnya disimpan pada tiga variasi suhu penyimpanan yaitu suhu ruang (25-27 oC), refrigerator (10-15 oC) dan freezer (dibawah minus 5 oC) selama 14 hari. Ekstrak kemudian diuji dengan skrining fitokimia kualitatif untuk mengetahui ada tidaknya perubahan kandungan metabolit sekunder. Uji fitokimia yang dilakukan pada sampel mangrove Rhizopora Apiculata yang disimpan pada berbagai suhu penyimpanan menunjukkan hasil yang sama yaitu mengandung alkaloid, tanin, flavonoid, saponin, dan steroid. Dari penelitian ini ditarik kesimpulan bahwa suhu penyimpanan ekstrak tidak mempengaruhi kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak daun mangrove Rhizopora Apiculata.
Pengembangan Instruksi Kerja Peralatan Menuju Digitalisasi Laboratorium di Jurusan Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya Angraini, Novi; Olivia, Novie; Wijaya, Hendra
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i1.1301

Abstract

Laboratorium pendidikan merupakan unit layanan teknis yang berperan penting dalam menunjang pelaksaan kegiatan belajar mengajar. Laboratorium pendidikan dilengkapi peralatan dengan fungsi yang berbeda untuk menunjang pelaksanaan praktikum dan penelitian. Peralatan yang ada harus dilengkapi dengan instruksi kerja peralatan agar pengguna dapat mengoperasikan peralatan dengan mudah. Selama ini, instruksi kerja peralatan masih dibuat secara manual berupa dokumen pdf yang diletakkan didekat alat. Hal ini menyebabkan instruksi kerja hilang, tercecer atau rusak. Dengan semakin berkembangnya teknologi digital, instruksi kerja peralatan dapat dikembangkan menggunakan perangkat digital dalam bentuk QR code. Penelitian ini dilakukan untuk mengimplementasi instruksi kerja peralatan laboratorium berupa video dalam QR code. Penelitian ini dilakukan dengan 3 tahapan kerja yaitu mengumpulkan instruksi kerja manual dan menuangkannya dalam bentuk video, pengujian dan sosialisasi instruksi kerja, serta evaluasi penggunaan instruksi kerja dalam bentuk QR Code. Hasil yang diperoleh yakni sebanyak 10 alat pada dua laboratorium di Jurusan Ilmu Kelautan telah berhasil dibuat QR Code. Dari hasil evaluasi, diperoleh hasil 100 % responden menyatakan instruksi kerja dalam bentuk QR Code sangat efisien dan efektif. Dengan penelitian ini, diharapkan dapat meningkatkan sistem pengelolaan laboratorium.