Amelia, Hilda
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANCANGAN SISTEM ADMINISTRASI PEMBAYARAN SPP BERBASIS WEB PADA MI BINA QUR’ANI KARAWANG Ramdani, Aldi; Amelia, Hilda; Siti Latifah, Ila; Jaenudin, Jaenudin; Fajar Ramadhan, Willy
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 9 No. 2 (2025): JATI Vol. 9 No. 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v9i2.13266

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat membuka peluang besar dalam meningkatkan efisiensi administrasi sekolah, terutama dalam pengelolaan pembayaran SPP. Namun, MI Bina Qur’ani Karawang masih menggunakan sistem manual, yang menyebabkan pencatatan kurang akurat, administrasi lambat, serta tingginya risiko kesalahan data. Ketiadaan sistem terintegrasi memperumit pencatatan dan pelaporan, menghambat pelacakan pembayaran, serta mengurangi transparansi bagi sekolah dan orang tua siswa. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengembangkan sistem pembayaran SPP berbasis web guna meningkatkan efisiensi administrasi, mempercepat transaksi, serta memastikan transparansi pengelolaan keuangan. Metode Spiral diterapkan untuk evaluasi dan penyempurnaan bertahap, sementara pengujian menggunakan Black Box Testing memastikan setiap fitur berfungsi sesuai spesifikasi. Hasil penelitian menunjukkan sistem ini mampu mempercepat administrasi pembayaran, mengurangi kesalahan pencatatan, dan meningkatkan aksesibilitas informasi, sehingga pengelolaan biaya pendidikan menjadi lebih transparan, sistematis, serta efisien dalam mendukung manajemen keuangan sekolah.
Model Predator – Prey Dengan Fungsi Respon Holling Tipe II dengan Adanya Infeksi pada Prey dan Pemanenan pada Predator Amelia, Hilda; Rahakbauw, Dorteus Lodewyik; Leleury, Zeth Arthur
Tensor: Pure and Applied Mathematics Journal Vol 6 No 2 (2025): Vol 6 No 2 (2025): Tensor: Pure and Applied Mathematics Journal
Publisher : Department of Mathematics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Pattimura University, Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tensorvol6iss2pp95-110

Abstract

Model matematika predator-prey merupakan salah satu pendekatan yang digunakan untuk memahami dinamika populasi dalam ekosistem. Penelitian ini mengembangkan model predator-prey dengan fungsi respon Holling tipe II, di mana prey (mangsa) dapat terinfeksi penyakit dan predator mengalami pemanenan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membentuk model matematika dari sistem tersebut, menentukan titik kesetimbangan, menganalisis kestabilannya, serta melakukan simulasi guna memahami dinamika populasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan pendekatan numerik dengan bantuan perangkat lunak Matlab. Model yang dikembangkan mempertimbangkan tiga sub-populasi mangsa: mangsa sehat, mangsa terinfeksi, dan mangsa yang sedang dalam proses perawatan (treatment). Predator dalam model ini mengalami pemanenan, yang berarti populasinya berkurang akibat eksploitasi manusia. Analisis kestabilan dilakukan dengan mencari titik kesetimbangan sistem serta mengevaluasi kestabilannya menggunakan matriks Jacobian dan nilai eigen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa titik kesetimbangan dalam sistem, yaitu titik kesetimbangan trivial, semi-trivial, dan non-trivial. Titik kesetimbangan trivial terjadi ketika seluruh populasi punah. Titik kesetimbangan semi-trivial terjadi dalam beberapa skenario, seperti ketika predator punah, mangsa sehat tidak ada, atau mangsa terinfeksi tidak ada. Sementara itu, titik kesetimbangan non-trivial menggambarkan kondisi di mana semua populasi eksis dan berinteraksi dalam keseimbangan dinamis. Simulasi numerik menunjukkan bahwa keberadaan infeksi dan pemanenan dapat mempengaruhi kestabilan sistem dan pola interaksi predator-prey secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor infeksi pada prey dan pemanenan pada predator memiliki dampak besar terhadap keseimbangan ekosistem. Pemanenan yang berlebihan dapat menyebabkan kepunahan predator, yang selanjutnya dapat menyebabkan ledakan populasi mangsa atau ketidakseimbangan ekosistem. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar dilakukan studi lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor lingkungan lainnya, seperti variasi tingkat infeksi dan kebijakan pengelolaan pemanenan predator, untuk menjaga keseimbangan ekosistem secara lebih realistis.