Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HAK PENDIDIKAN AGAMA LOKAL: STUDI PADA KOMUNITAS SAMIN DI KUDUS JAWA TENGAH Moh Rosyid
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 1 (2023): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v2i1.382

Abstract

Artikel in membahas tentang respon Komunitas Samin di Kudus terhadap peraturan wajib belajar dalam dua bentuk, sekolah formal, ada pula yang belum sekolah formal. Bagi yang sekolah formal belum mendapat pendidikan agamanya, Adam. Kata agama Adam oleh negara dikategorikan aliran kepercayaan. Data riset tahun 2022 ini diperoleh penulis dengan wawancara, observasi, telaah Pustaka dan dianalisa dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil riset, Pemerintah perlu menelaah secara mendalam amanat UUD 1945, UU Nomor 20/2003, dan prinsip HAM dalam realisasi pelaksanaannya. UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 12 ayat (1) huruf (a) tiap anak didik pada satuan pendidikan berhak mendapat pendidikan agama sesuai agama yang dianut dan diajarkan oleh guru seagama, (b) mendapat pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. Di sisi lain, pemerintah perlu ‘membuka lebar’ daya dengarnya bahwa warga Samin merespon wajib belajar dalam dua bentuk: tidak sekolah formal dan sekolah tetapi belum mendapat pendidikan agama lokalnya (Adam). Hal ini memerlukan kebijakan afirmatif dari pemerintah dengan mengedepankan kearifan lokalnya dengan pendekatan persuasif agar menaati perundangan. Selain itu melibatkan MLKI sebagai lembaga yang menaungi warga penghayat.
METODE-METODE HARVESTING ENERGY MEKANIK PADA SEPEDA MOTOR LISTRIK UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI BATERAI Nugraha, Luthfi Dirsya; Moh Rosyid; Sigit Firgo; Haikal Amri Simamora; Iskandar D'last Prince. R; Cahyaning Nur Karimah
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 13 No. 3S1 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v13i3S1.7997

Abstract

Sepeda motor listrik semakin banyak digunakan karena dianggap mampu menjawab kebutuhan transportasi ramah lingkungan. Meski demikian, daya tahan baterai masih menjadi kendala utama dalam pengembangannya. Penelitian ini berfokus pada kajian efektivitas berbagai metode pemanenan energi mekanik sebagai upaya meningkatkan efisiensi energi dan memperpanjang usia pakai baterai. Kajian dilakukan menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan model PRISMA-SLR. Dari 542 artikel yang dihimpun melalui Google Scholar, disaring menjadi 22 artikel yang relevan dan dianalisis lebih mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem pengereman regeneratif mampu meningkatkan jarak tempuh hingga 17,1%. Selain itu, penggunaan generator berbasis roda dan turbin angin dinilai cukup efektif sebagai sumber energi tambahan, walaupun kinerjanya sangat dipengaruhi oleh kondisi kecepatan. Metode Vibration Energy Harvesting berbasis piezoelektrik menghasilkan energi tambahan dalam jumlah kecil, namun tetap bermanfaat pada kondisi tertentu. Sementara itu, Kinetic Energy Recovery System (KERS) menunjukkan efisiensi paling tinggi, dengan potensi pemulihan energi hingga 88,2%. Secara keseluruhan, kombinasi beberapa metode pemanenan energi dalam satu sistem yang terintegrasi diyakini mampu mendukung efisiensi penggunaan energi dan mempercepat pengembangan sepeda motor listrik berkelanjutan.
HAK PENDIDIKAN AGAMA LOKAL: STUDI PADA KOMUNITAS SAMIN DI KUDUS JAWA TENGAH Moh Rosyid
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 1 (2023): April, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v2i1.382

Abstract

Artikel in membahas tentang respon Komunitas Samin di Kudus terhadap peraturan wajib belajar dalam dua bentuk, sekolah formal, ada pula yang belum sekolah formal. Bagi yang sekolah formal belum mendapat pendidikan agamanya, Adam. Kata agama Adam oleh negara dikategorikan aliran kepercayaan. Data riset tahun 2022 ini diperoleh penulis dengan wawancara, observasi, telaah Pustaka dan dianalisa dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil riset, Pemerintah perlu menelaah secara mendalam amanat UUD 1945, UU Nomor 20/2003, dan prinsip HAM dalam realisasi pelaksanaannya. UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 12 ayat (1) huruf (a) tiap anak didik pada satuan pendidikan berhak mendapat pendidikan agama sesuai agama yang dianut dan diajarkan oleh guru seagama, (b) mendapat pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. Di sisi lain, pemerintah perlu ‘membuka lebar’ daya dengarnya bahwa warga Samin merespon wajib belajar dalam dua bentuk: tidak sekolah formal dan sekolah tetapi belum mendapat pendidikan agama lokalnya (Adam). Hal ini memerlukan kebijakan afirmatif dari pemerintah dengan mengedepankan kearifan lokalnya dengan pendekatan persuasif agar menaati perundangan. Selain itu melibatkan MLKI sebagai lembaga yang menaungi warga penghayat.