Singarimbun, Kartika
London School Of Public Relations Communication And Business Institute Jl. KH. Mas Mansyur Kav.35, Jakarta 10220 - Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

E-Church as a Virtual Service Communities During COVID-19 Pandemics Kartika Singarimbun
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 6, No 1 (2021): June 2021 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v6i1.509

Abstract

COVID-19 threatens the survival of many people. The imposition of social isolation, social distancing, and lockdown policies, shuts down face-to-face worship at the church. Despite the stuttering information technology, the Protestant churches gradually broadcast the worship Livestream Youtube and save the video afterward; so that the congregation can watch the e-church further. The adoption of communication technology has become a new strategy for church institutions during the pandemic; by creating channels for congregations. With the theory of mediatization of religion,  media used to delivering religious content, and as Protestant virtual communities, environment to gather and participate in real-time Sunday worship on youtube Livestream. E-church is the main target of Indonesian church institutions today, although it cannot be denied that many communication aspects are missing; such as touch, emotion, and expression. By using the Indonesian Christian Church known as GKI Taman Cibunut Bandung as a case study, multi-sources of informants who were interviewed semi-structured were conducted so that the data were obtained comprehensively.
Adaptasi Pengelolaan Siaran Radio Anak Muda Selama Pandemi Covid-19 Singarimbun, Kartika; Keliat, Cyntia
Jurnal Komunikasi Profesional Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jkp.v8i1.6408

Abstract

Artikel ini meneliti tentang pengelolaan stasiun radio dalam menjawab pemberlakuan social distancing dan lockdown oleh pemerintah Indonesia pada saat pandemic COVID-19 tahun 2020. Radio Prambors & Radio Gen FM dipilih sebagai objek penelitian karena kedua radio ini menduduki peringkat atas untuk perolehan pendengar anak muda. Perhatian riset ini terutama diberikan pada tahun pertama pemberlakuan pandemic COVID-19 (Maret 2020 hingga Desember 2021); ketika pemerintah pertama kali memberlakukan PPKM. Pengumpulan data penelitian kualitatif ini dilakukan melalui wawancara mendalam melalui aplikasi zoom. Dengan pemahaman kritis teori ekonomi politik komunikasi dari Vincent Mosco, artikel ini menjelaskan bagaimana pandemi COVID-19 dilihat sebagai agen perubahan transformatif dalam memproduksi konten siaran. Selain mengeksplorasi bagaimana kedua radio ini menyesuaikan cara memproduksi konten siaran selama pandemic dan situasi yang ditimbulkan oleh social distancing & lockdown, penelitian ini juga untuk menjawab masalah yang muncul ketika produksi siaran dipindahkan dari studio ke rumah. Praktik komodifikasi isi media dan tenaga kerja terjadi dimana kedua radio ini dipaksa untuk menyesuaikan pengelolaan baik dari segi produksi maupun distribusinya ke anggota jaringan radio agar tetap dapat terus menyapa pendengarnya. Dalam proses penyesuaian untuk memproduksi isi program terdapat banyak kendala seperti koneksi jaringan yang buruk, kebutuhan akan peralatan siaran dan keterampilan pekerja dalam memproduksi isi siaran, termasuk juga jadwal kerja yang tidak sesuai dengan kontrak yang mempengaruhi keseimbangan hidup produsen konten siaran. Penelitian ini juga menjelaskan bahwa rumah sebagai tempat kreasi isi siaran cenderung memberikan kompromi atas standar produksi siaran yang seharusnya, termasuk distribusi dan kualitas audio.