Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

pen EVALUASI EFEKTIVITAS UNIT API II TERHADAP PENCAPAIAN BAKU MUTU AIR LIMBAH DI PPSDM MIGAS CEPU Fahmi, Ami; Kusuma, Rieza Mahendra
Swara Patra Vol 16 No 1 (2026): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/sp/2026-1/1611

Abstract

Air limbah hasil kegiatan pengolahan minyak bumi mengandung berbagai senyawa organik dan anorganik yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak ditangani secara memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja Unit API II dalam menurunkan kadar berbagai parameter pencemar utama pada air limbah di PPSDM Migas. Contoh uji air limbah diambil pada lokasi masuk (inlet) dan keluar (outlet) Unit API II menggunakan metode grab sampling, kemudian dianalisis di Laboratorium Lindungan Lingkungan PPSDM Migas. Parameter yang diuji meliputi pH, suhu, BOD₅, COD, minyak dan lemak, amonia, serta fenol. Setiap parameter diuji berdasarkan standar nasional dan internasional, antara lain SNI 6989.72:2009 untuk BOD₅, SNI 6989.73:2009 untuk COD, SNI 06-6989.10:2004 untuk minyak dan lemak, APHA 4500-NH₃ Fenat untuk amonia, serta APHA 5530-Phenols untuk fenol. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Unit API II memiliki efektivitas tinggi dalam menurunkan kadar pencemar, dengan efisiensi penurunan BOD₅ sebesar 43,55%, COD sebesar 25%, minyak dan lemak sebesar 28,53%, fenol sebesar 22,07%, dan amonia sebesar 24,65%. Nilai pH (6,87–7,15) dan suhu (32,8–31,3°C) juga masih berada dalam rentang ambang batas sesuai ketentuan Peraturan menteri LH No. 19 Tahun 2010. Secara umum, Unit API II terbukti mampu menghasilkan efluen yang memenuhi standar lingkungan. Optimalisasi kinerja masih dapat dilakukan melalui penambahan inclined plate separator serta pemeliharaan rutin untuk meningkatkan efisiensi pemisahan minyak dan padatan tersuspensi.
Interpretasi Parameter Mikrobiologi pada Evaluasi Snapshot Limbah Klinik melalui Indikator Coliform dan Aktivitas Biologis Berbasis BOD Widya Arum Prastanti; Kusuma, Rieza Mahendra
Swara Patra Vol 16 No 1 (2026): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/sp/2026-1/1806

Abstract

Air limbah fasilitas pelayanan kesehatan berpotensi mengandung mikroorganisme dan bahan organik yang dapat berdampak terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik, sehingga evaluasi kualitas air limbah menjadi aspek penting dalam pengelolaan lingkungan. Evaluasi kualitas air limbah sering dilakukan melalui pendekatan snapshot dengan menggunakan parameter mikrobiologi sebagai indikator utama, meskipun setiap parameter kualitas air merepresentasikan aspek biologis yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan peran parameter mikrobiologi dalam evaluasi snapshot air limbah klinik melalui perbandingan antara indikator total coliform dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) sebagai representasi aktivitas biologis secara umum. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif-analitis menggunakan metode observasional pada air limbah Klinik Pratama instansi XYZ, dengan pengambilan sampel sesaat (grab sampling) pada titik keluaran limbah. Parameter yang dianalisis meliputi total coliform dan BOD₅, yang diuji sesuai dengan prosedur baku laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total coliform tidak terdeteksi pada seluruh sampel selama masa inkubasi, sementara nilai BOD₅ masih terukur dengan rata-rata sebesar 9,9825 mg/L. Perbedaan hasil antara indikator coliform dan BOD mengindikasikan bahwa tidak terdeteksinya bakteri indikator mikrobiologi tidak serta-merta mencerminkan ketiadaan aktivitas biologis dalam air limbah. Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan parameter mikrobiologi tunggal dalam evaluasi snapshot berpotensi menghasilkan interpretasi yang parsial, sehingga diperlukan pendekatan multi-parameter untuk memperoleh gambaran kondisi biologis air limbah klinik yang lebih komprehensif dan kontekstual.