Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMENGARUHI PELAYANAN INSTALASI PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA DI IGD RUMAH SAKIT UMUM KOTA PINANG KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN TAHUN 2020 yanti, asmima
Jurnal Kajian Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Kajian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jk2m.v2i2.677

Abstract

Employees in the Hospital Facilities Maintenance Installation who have obligations in planning, organizing, distributing and maintaining hospital facilities. Because realizing quality health services is not only related to the quality of services from the medical but also through the support of staff in the maintenance of medical, non-medical and building equipment. The type of research used in this study is an analytical survey with a cross-sectional study design which aims to analyze the factors that affect the maintenance of facilities and infrastructure for emergency services at the General Hospital of Kota Pinang District, South Labuhanbatu Regency in 2020. The sample in this study were all officers of the facility and infrastructure maintenance installation as well as officers in the IGD of the General Hospital in the District of Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan Regency, as many as 38 officers or what is called total sampling. This research was conducted to look at the Factors that Influence Installation of Facilities and Infrastructure Maintenance at IGD General Hospital, Pinang City, Labuhanbatu Selatan Regency in 2020. This type of research. , Budget and education. And the most influential factor is Knowledge obtained by Siq value of 0,000 <p: 0.05 and Calibration obtained by Siq value of 0,000 <from p: 0.05.
Factors Influencing the Risk of Early Marriage Among Adolescents at SMPN 5 Panyabungan, Mandailing Natal Regency in 2024 Wahida Siregar, Rahmi; Batubara, Khoirunnisa; Yanti, Asmima; Harahap, Meilani; Hasibuan, Darma Afni; Pulungan, Nikmatul Khoiriyah
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 1 (2024): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i1.948

Abstract

Indonesia is the country with the second highest early marriage rate in the ASEAN after Cambodia. Almost 10% of girls become mothers at the age of 16 in poor and developing countries with the highest rate, one of which is in Southeast Asia. The researcher's aim: to analyze of Factors That Influence Adolescents on the Risk of Early Marriage at SMPN 5 Panyabungan Mandailing Natal Regency 2024. Research method: namely a correlational method, the sample size is 55 people. The instrument used was a questionnaire. The results of the analysis prove that the majority of teenagers with poor knowledge are 27 people (49%), while the minority are teenagers with good knowledge as many as 6 people (10.9%). The results of the research show that there is a relationship between knowledge based on age (pvalue=0.021), and knowledge based on sources of information (pvalue=0.014) for young women regarding maturing marriage age and the risk of early marriage at SMP Negeri 5 Panyabungan, Mandailing Natal Regency. The conclusion of the research results was that there was a relationship between knowledge based on age and knowledge based on information sources for young women regarding early marriage at SMP Negeri 5 Panyabungan, Mandailing Natal Regency in 2024.
Factors Influencing the Risk of Early Marriage Among Adolescents at SMPN 5 Panyabungan, Mandailing Natal Regency in 2024 Wahida Siregar, Rahmi; Batubara, Khoirunnisa; Yanti, Asmima; Harahap, Meilani; Hasibuan, Darma Afni; Pulungan, Nikmatul Khoiriyah
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 1 (2024): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i1.948

Abstract

Indonesia is the country with the second highest early marriage rate in the ASEAN after Cambodia. Almost 10% of girls become mothers at the age of 16 in poor and developing countries with the highest rate, one of which is in Southeast Asia. The researcher's aim: to analyze of Factors That Influence Adolescents on the Risk of Early Marriage at SMPN 5 Panyabungan Mandailing Natal Regency 2024. Research method: namely a correlational method, the sample size is 55 people. The instrument used was a questionnaire. The results of the analysis prove that the majority of teenagers with poor knowledge are 27 people (49%), while the minority are teenagers with good knowledge as many as 6 people (10.9%). The results of the research show that there is a relationship between knowledge based on age (pvalue=0.021), and knowledge based on sources of information (pvalue=0.014) for young women regarding maturing marriage age and the risk of early marriage at SMP Negeri 5 Panyabungan, Mandailing Natal Regency. The conclusion of the research results was that there was a relationship between knowledge based on age and knowledge based on information sources for young women regarding early marriage at SMP Negeri 5 Panyabungan, Mandailing Natal Regency in 2024.
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI KEHAMILAN BERBASIS MOBILE TERHADAP DETEKSI DINI RISIKO PERSALINAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Hasibuan, Darma Afni; Siregar, Rahmi Wahida; Harahap, Meilani; Putri, Yolanda; Rangkuti, Layla Fadhilah; Yanti, Asmima
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10569

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tergolong tinggi, dengan sebagian besar kematian disebabkan oleh komplikasi persalinan yang seharusnya dapat dicegah melalui deteksi dini risiko. Kemajuan teknologi mobile health (mHealth) membuka peluang baru untuk meningkatkan kemampuan deteksi risiko persalinan pada ibu hamil trimester III. Tujuan: Mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi kehamilan berbasis mobile terhadap deteksi dini risiko persalinan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan rancangan pre-test post-test with control group. Sampel berjumlah 74 ibu hamil trimester III yang dibagi menjadi dua kelompok (37 intervensi, 37 kontrol) menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah divalidasi (r > 0,3; α = 0,872) dan aplikasi kehamilan berbasis mobile. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil: Sebanyak 78,4% kelompok intervensi menunjukkan deteksi dini risiko persalinan yang optimal, dibandingkan 35,1% pada kelompok kontrol. Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai χ² = 14,872 dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Analisis regresi logistik menghasilkan Odds Ratio (OR) = 6,34 (95% CI: 2,41–16,68), artinya kelompok yang menggunakan aplikasi mobile memiliki peluang 6,34 kali lebih besar untuk melakukan deteksi dini risiko persalinan secara optimal. Kesimpulan: Penggunaan aplikasi kehamilan berbasis mobile berpengaruh signifikan terhadap deteksi dini risiko persalinan pada ibu hamil trimester III. Integrasi teknologi mHealth dalam layanan antenatal care (ANC) direkomendasikan sebagai strategi pendukung peningkatan kualitas pelayanan kebidanan.
HUBUNGAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG OLEH IBU DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH Siregar, Rahmi Wahida; Hasibuan, Darma Afni; Harahap, Meilani; Putri, Yolanda; Rangkuti, Layla Fadhilah; Tanjung, Adelina Fitri; Yanti, Asmima
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10573

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan anak usia prasekolah merupakan periode kritis yang dipengaruhi secara signifikan oleh kualitas stimulasi dini yang diberikan oleh ibu sebagai pengasuh utama. Data menunjukkan bahwa prevalensi keterlambatan perkembangan anak di Indonesia masih menjadi permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pemangku kepentingan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stimulasi tumbuh kembang yang diberikan oleh ibu dengan perkembangan anak usia prasekolah di wilayah kerja Puskesmas Padang Matinggi Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 80 ibu yang memiliki anak usia 3–5 tahun, dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner stimulasi ibu tervalidasi dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar ibu (65,0%) memberikan stimulasi yang baik. Perkembangan anak yang sesuai ditemukan pada 60,0% responden. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara stimulasi ibu dengan perkembangan anak (p = 0,003; OR = 5,25; 95% CI: 1,82–15,10). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas stimulasi tumbuh kembang oleh ibu dengan perkembangan anak usia prasekolah. Peningkatan kapasitas ibu dalam memberikan stimulasi yang tepat melalui program puskesmas merupakan intervensi strategis untuk optimalisasi perkembangan anak.
Hubungan Status Ekonomi Dengan Minat Ibu Dalam Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kuala BHEE Kabupaten Aceh Barat Yanti, Asmima; Batubara, Khoirunnisa'a; Harahap, Nurhayati
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10532

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan cairan hasil sekresi kelejar payudara ibu. ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, tanpa menambahkan dan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain kecuali vitamin dan obat (Najahah dkk, 2022). Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada Hubungan Status Ekonomi dengan Minat Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi 0-6 Bulan. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif korelasi dengan tujuan untuk mengetahui Hubungan Status Ekonomi dengan Minat Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi 0-6 Bulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan yaitu sebanyak 66 orang dan Sampel dalam penelitian ini sebanyak 66 responden Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Seluruh populasi dijadikan sampel. Hasil : dari 66 responden status ekonomi rendah memiliki minat dalam pemberian ASI Ekslusif yaitu sebanyak 26 responden (74.3%), yang memiliki status ekonomi rendah dan tidak berminat sebanyak 9 responden (25.7%). Sedangkan status ekonom tinggi hanya 11 responden (35.5%) yang memiliki minat dalam pemberian ASI Eksklusif dan 20 responden (64.5%) yang tidak memiliki minat dalam pemberian ASI Eksklusif. Kesimpulan : Hasil dari uji statistik chi square yang digunakan, didapatkan nilai P value 0,02 yang artinya Ho ditolak, sehingga ada hubungan status ekonomi dengan minat ibu dalam pemberian ASI Eksklusif. Saran : Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan dalam penerapan ilmu yang pernah diikuti selama penelitian tentang Hubungan Status Ekonomi dengan Minat Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi 0-6 Bulan