Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SinarFe7

Perencanaan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20 Kv Di Desa Biqueli Kecamatan Atauro Azario Soares; Titiek Suheta
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

- Deasa Biqueli terletak di pulau Atauro ( pulau kambing ) yang luas 32 km dengan 420 kepala keluarga.mayoritas peneduduk desa tersebut berpotensi sebagai nelayan. Pada tahun 1980 desa Biqueli sudah menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berkapasitas 12 volt untuk memenuhi kebutuhan listrik daerah tersebut, Namun seiring berjalannya waktu pertumbuhan penduduk Desa Biueli semakin berkembang, sehingga kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ada belum mencukupi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendistribusikan elektrifikasi kepada desa Biqueli tersebut. Sebagai evaluasi perlu dibuat perencanaan Jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kV yang di fasilitas oleh PT.PLN (persero), berdasarkan pengukuran di lapangan sudah sesuai dengan PUIL 2000 dan SPLN 1987-2010, Hasil akhir mengunakan perencanaan jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kV di Desa Biqueli telah memenuhi persyaratan PUIL 2000 dan SPLN tahun 1987-2010 yang mempunyai kontruksi tiang 11 meter 200 daN,penampang 70 mm2 dari jenis konduktoe AAAC dengan panjang jaringan 14 km,kemampuan hantar arus (KHA) 435 Amper dan drop tegangan sebesar 21,08 Volt..
Optimasi Output Photovoltaic Dengan Menggunakan Tracking Dinamis Berdasarkan Waktu Penyinaran Matahari Alfi Bahar; Misbahul Munir; Titiek Suheta
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi dual axis solar panel adalah sebuah teknologi untuk menggerakkan solar panel dengan 2 poros yang telah ditentukan. Cara untuk membuat 2 poros yaitu dengan membuat perancangan mekanik yang dirancang sedemikian rupa dengan dua engsel dan dua buah motor sehingga solar panel dapat selalu menghadap ke arah pergerakan matahari. Tujuan dari pembuatan dual axis solar panel dan boost converter yaitu untuk meningkatkan optimasi dari solar panel itu sendiri. Selama ini efisiensi untuk solar panel masih sangat rendah berkisar 16% saja. Berbagai macam penelitian dan pengembangan telah dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja dari solar panel. Dimulai dari pengembangan material hingga yang terbaru adalah pengembangan konnstruksi dari solar panel. Untuk penelitian ini digunakan metode dual axis solar panel dan boost converter. Dikarenakan posisi solar panel yang dapat secara continue menghadap posisi matahari. Dan penambahan boost converter sebagai penaik tegangan, maka dapat menghasilkan optimasi hingga 5% lebih dari pada solar panel statis dan output tegangan dapat dinaikkan hingga 24V sehingga dapat membuat pembangkit listrik tenaga surya yang lebih optimal.
Pengaturan Tingkat Suhu Dan Kelembaban Pada Mesin Penetas Telur Burung Puyuh Surya Adi; Antonius Ari Kunto; Titiek Suheta; Syahri Muharom
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor utama yang sangat mempengaruhi proses pertumbuhan embrio pada telur dan penetasan telur adalah suhu dan kelembaban (selain sirkulasi udara dan pemutaran telur). Dalam penelitian ini menggunakan telur puyuh sebagai bahan utama yang akan di proses. Berdasarkan referensi, suhu ruangan pengeraman dan penetasan telur puyuh ada 97℉ − 103℉ (36℃ − 39℃) dengan kelembaban 55% serta lamanya proses pengeraman sampai penetasan adalah 17 hari. Sensor SHT 11 adalah sensor kelembaban dan suhu, SHT 11 memiliki banyak kelebihan sehingga sangat cocok untuk aplikasi ini. Pemilihan chip Atmel ATMega32 sebagai otak mikrokontroler memiliki performa dan fleksibilitas serta ukuran penyimpanan data yang besar menjadi pilihan yang baik untuk mengatur sistem kerja alat. Untuk pemanas ruang inkubator menggunakan 2 lampu bohlam dengan total daya 50 watt dengan daya masing-masing lampu 25 watt, wadah penampung air untuk menimbulkan udara yang lembab serta 2 kipas sebagai pengatur sirkulasi udara dalam ruang inkubator. Dengan menggunakan sirkulasi udara dan 2 lampu bohlam sebagai sumber panas mendapatkan hasil suhu dalam ruang inkubator merata, namun memerlukan waktu yang lama yaitu 120 menit untuk mencapai suhu 39℃. Tetapi pada proses pengeraman telur burung puyuh hanya memerlukan 36℃ - 39℃ dan kelembaban 40% - 55%.