Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EVALUASI PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA PERBAIKAN DOCKING KAPAL MT.SC STEPHANIE XVIII DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 1970 Patti, Tito Sumarsono; Adi, Fajar Tyas; Susilo, Trisno; Hilmi, Zakwan
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 25 No. 2 (2025): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v25i2.406

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek yang sangat penting dalam setiap kegiatan industri, termasuk dalam industri perkapalan. Penerapan K3 yang baik tidak hanya melindungi pekerja dari risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan. Dalam konteks perbaikan atau docking kapal, penerapan K3 menjadi lebih krusial mengingat tingginya risiko yang terlibat. Ada pun tujuan dari judul tersebut Menilai Kepatuhan K3: Menilai apakah syarat-syarat K3 menurut UU No 1 Tahun 1970 telah terpenuhi dalam perbaikan docking kapal MT.SC Stephanie XVIII. Evaluasi Pelaksanaan K3: Mengevaluasi pelaksanaan syarat-syarat K3 menurut UU No 1 Tahun 1970 dalam perbaikan docking kapal MT.SC Stephanie XVIII. Perbandingan Penerapan K3: Membandingkan penerapan syarat-syarat K3 dalam perbaikan docking kapal MT.SC Stephanie XVII berdasarkan UU No 1 Tahun 1970. Metode yang digunakan kuantitatif adalah metode mengumpulkan, menafsirkan dan menampilkan data dengan menggunakan angka, tabel, grafik, gambar atau tampilan lainnya untuk memperkuat kedudukan data yang dianalisis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 18 syarat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang dievaluasi selama perbaikan docking kapal MT.SC Stephanie XVIII, hanya 9 syarat yang terpenuhi dan dilaksanakan dengan baik, sementara 9 syarat lainnya tidak terpenuhi dan tidak terlaksana. Secara keseluruhan, tingkat keberhasilan penerapan syarat-syarat K3 mencapai 69,34%, sementara 30,66% syarat masih belum terlaksana. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun sebagian besar syarat K3 telah dipenuhi, masih terdapat banyak aspek yang memerlukan perbaikan dalam penerapan K3 selama proses perbaikan kapal tersebut.
ANALISA CACAT LAS (CRACK) PADA JOINT BUTT WELD PENGARUH DARI PENGELASAN CRANE PEDESTAL PADA PROJECT WTIV (WIND TURBINE INSTALLATION VESSEL) Sutijo, Bambang; Hilmy, Zakwan; Adi, Fajar Tyas; Susilo, Trisno
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 25 No. 2 (2025): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v25i2.445

Abstract

Wind farm transportation installation vessel (WTIV) is a vessel specifically designed to install offshore wind turbines. Most are self-elevating jack up rigs. To enable rapid relocation at the wind farm, the power plan is self during the process fabrication block, a cracked weld defect was found visually in one of the butt weld joints. The amount of support resulting from calculating the influence of the load from the crane pedestal is 494 kpa in the deck plate area where cracks were found to be defective and this can influence the occurrence of cracks in the butt joint. Meanwhile, the maximum stress calculation that can be calculated due to the crane pedestal load is σ: 0.370 N/mm2 or σ: 370Mpa on the deck plate. Meanwhile the steps to repair the welding crack so that it doesn’t happen again, what must be done is by adding support under the deck crane pedestal, while is terms of welding repair that is by carrying out welding in accordance with the WPS and welding sequence.
EVALUASI EFEKTIVITAS PENGURANGAN DAN PENAMBAHAN SUHU PREHEAT DALAM PROSES WELD REPAIR PADA MATERIAL BAJA KARBON API 2W GRADE 50 DITINJAU DARI CACAT LAS DAN KEKERASAN Sugiono; Susilo, Trisno; Adi, Fajar Tyas
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 25 No. 2 (2025): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v25i2.484

Abstract

This research aims to evaluate the effectiveness of reducing and increasing preheat temperature in the welding repair process on API 2W grade 50 carbon steel material using a stick welding process or Shielding metal arc welding (SMAW). A number of test samples were prepared with varying preheat temperatures of 350C, 650C and 950C with the same welding parameters.This test is carried out by applying a non-destructive test (NDT) and hardness test to reduce the effectiveness of reducing and adding preheat temperature to the welding results after the weld repair process. The results of this research can provide useful guidance or references for students, campuses and the industrial world in minimizing the occurrence of weld defects and knowing the hardness value of API 2W grade 50 material after the weld repair process at companies in future projects
PENGARUH TINGGI NOZZLE TERHADAP DIMENSI AKHIR DAN KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA PADA PROSES PEMOTONGAN MENGGUNAKAN PLASMA ARC CUTTING Nugraha, Angga; Hilmy , Zakwan; Susilo, Trisno; Adi, Fajar Tyas
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 25 No. 2 (2025): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v25i2.461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tinggi nozzle pada proses pemotongan menggunakan Plasma Arc Cutting (PAC) terhadap dimensi akhir dan kekasaran permukaan benda kerja. Plasma Arc Cutting adalah metode pemotongan yang menggunakan busur plasma untuk memtong berbagai jenis material, yang populer dalam industri manufaktur. Tinggi nozzle, yang merupakan jarak antara nozzle plasma dengan permukaan benda kerja, diyakini mempengaruhi kualitas pemotongan. Penelitian ini mengevaluasi perubahan dimensi potongan dan kekasaran permukaan benda kerja pada variasi tinggi nozzle yang berbeda, serta memberikan gambaran mengenai hubungan antara parameter tersebut dengan hasil pemotongan.
Penyebab Penurunan Tekanan Hydraulic Anchor Windlass pada Kapal MT Transko Taurus Adi, Fajar Tyas; Hilmy, Zakwan; Susilo, Trisno; Shakri, Muhammad
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1989

Abstract

Mesin windlass merupakan suatu alat pada kapal yang digunakan untuk menarik dan menurunkan jangkar dan biasannya dipakai juga untuk menambatkan tali pada saat kapal merapat ke dermaga. Mesin windlass juga dapat dioperasikan dengan energi listrik, energi uap, dan energi sistem hydraulic. Mesin windlass ini terdiri dari jangkar, rantai jangkar, windlass, pompa hydraulic, motor listrik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan mendeskripsikan secara terperinci penyebab terjadinya penurunan tekanan hydraulic pada windlass di kapal MT Transko Taurus. Dalam menentukan prioritas masalah untuk diselesaikan, peneliti juga menggunakan suatu alat pendekatan yaitu metode fishbone. Dimana metode fishbone digunakan untuk mencari faktor penyebab permasalahan yang terjadi. Hasil penelitian ini adalah terjadinya penurunan tekanan hydraulic windlass disebabkan oleh kerusakan pada seal o-ring dan kurangnya penguncian pada fitting valve. Selain itu yang membuat anchor kapal pada bagian kanan tidak bisa dinaikan dikarenakan ball valve dalam posisi close yang membuat tekanan minyak hydraulic tidak berjalan dengan semestinya. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan menganti seal 0-ring yang sudah rusak dengan yang baru dan crew harus mengetahui SOP dalam mengoperasiakan sistem hydraulic windlass.