Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh perceived of value dan perceived of risk electric two wheeler dengan dimensi perceived of value sebagai perceived benefit dan perceived sacrifice terhadap electric two wheeler adoption intention pada Warga Negara Indonesia (WNI) berdomisili di DKI Jakarta dan memiliki penghasilan >UMR (4,9jt rupiah) per bulan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode non-probability sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Terdapat 250 responden data yang diolah dan dianalisis menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif perceived of value electric two wheeler dengan dimensi perceived benefit dan perceived sacrifice, dan pengaruh negatif perceived of risk electric two wheeler terhadap electric two wheeler adoption intention Warga Negara Indonesia (WNI) berdomisili di DKI Jakarta dan berpenghasilan >UMR per bulan. Penelitian ini menemukan bahwa dimensi perceived economic benefits dan social image memiliki pengaruh paling signifikan terhadap peningkatan electric two wheeler adoption intention. Untuk mendorong electric two wheeler adoption intention, pemasar motor listrik dapat menjual adding value yang diterima konsumen saat membeli/mengadopsi motor listrik melalui peningkatan keuntungan ekonomi seperti penghematan biaya bensin dan insentif pemerintah yang mengarah kepada pengurangan biaya operasional, serta peningkatan citra sosial seperti keunikan dan peningkatan citra sosial dalam kelompok sosial serta benefit dari kenyamanan dan kesenangan dari pengalaman berkendara motor listrik.