Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

BLUE OCEAN STRATEGY UNTUK PEMASARAN PRODUK NASI GORENG WARUNG AL-KIRAM DI BLITAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN BAURAN PEMASARAN 4P Utama, Adiguna; Rachmawati, Ika; Kurniawan, Hindra
JAMI: Jurnal Ahli Muda Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46510/jami.v4i1.144

Abstract

Objektif. Nasi goreng merupakan salah satu kuliner yang sangat popular dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Kepopuleran nasi goreng membuat kuliner ini menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan sehingga pasar kuliner nasi goreng, khususnya di wilayah Blitar sudah menjadi red ocean market, suatu kondisi yang dicirikan dengan banyaknya competitor yang menyediakan produk yang relative homogen. Bersaing dalam kondisi red ocean market menimbulkan risiko bisnis yang cukup besar bagi pelaku usaha. Oleh karena itu pelaku usaha sebaiknya memikirkan blue ocean strategy untuk mengoptimalkan keuntungan bisnisnya. Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan untuk mendapatkan blue ocean strategy adalah dengan analisis bauran pemasaran 4P. Material and Metode. Penelitian menggunakan data primer yang bersifat kuantitatif dari 50 orang responden yang berdomisili di wilayah Kota maupun Kabupaten Blitar. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebar survei kepada responden. Preferensi konsumen diukur berdasarkan elemen – elemen yang ada dalam bauran pemasaran. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kuantitatif, yaitu statistik deskriptif.Hasil. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa blue ocean strategy dapat dilakukan dengan memberikan variasi menu nasi goreng yang sesuai dengan preferensi konsumen. Preferensi konsumen di wilayah Blitar adalah produk nasi goreng yang variatif, berkualitas, dan mereka bersedia membayar dengan harga yang lebih mahal daripada harga yang ada di pasar saat ini.Kesimpulan. Preferensi konsumen nasi goreng di wilayah Blitar sudah bergeser dari anggapan pada umumnya yaitu bersedia membayar lebih mahal untuk produk nasi goreng yang variatif dan berkualitas sehingga blue ocean strategy bisa diterapkan.
KOMBINASI ANALISIS SWOT, PESTEL, DAN MCKINSEY 7S UNTUK MENGANALISIS LINGKUNGAN BISNIS INKUBATOR BISNIS PUTRA SANG FAJAR BLITAR Utama, Adiguna; Kurniawan, Hindra; Normawati, Rani Arifah
JAMI: Jurnal Ahli Muda Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46510/jami.v4i2.157

Abstract

Wilayah Blitar merupakan wilayah dengan potensi ekonomi yang bagus namun potensi tersebut belum dapat dioptimalkan dengan baik. Oleh karena itu sebagai Perguruan Tinggi Negeri Vokasi di Blitar, Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar membentuk Inkubator Bisnis Putra Sang Fajar. Untuk mencapai tujuan dari inkubator bisnis dan merespon segala dinamika yang ada di lingkungan internal maupun eksternal organisasi maka perlu dilakukan penyusunan strategi yang dilakukan melalui analisis SWOT, McKinsey7S, dan PESTEL. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang relevan dengan inkubator bisnis. Faktor internal diidentifikasi dengan menggunakan kerangka kerja McKinsey 7S dan dirangkum ke dalam IFAS sementara faktor eksternal diidentifikasi dengan menggunakan analisis PESTEL dan dirangkum ke dalam EFAS. Hasil dari IFAS dan EFAS dikombinasikan menjadi SFAS yang dapat digunakan dalam perumusan strategi Berdasarkan analisis didapatkan bahwa faktor internal yang paling memberikan dampak adalah kompetensi yang dimiliki oleh staf, sementara faktor eksternal yang paling memberikan dampak adalah sarana dan fasilitas yang diberikan oleh AKB selaku organisasi induk. Pendekatan holistik yang menggabungkan analisis SWOT, kerangka kerja McKinsey 7S, dan analisis PESTEL dapat membantu inkubator bisnis untuk lebih spesifik dalam menganalisis kondisi lingkungan bisnis. Ketiga metode ini memberikan wawasan mendalam tentang faktor internal dan eksternal yang relevan dengan inkubator bisnis, sehingga membantu dalam mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan strategisnya.
Pengembangan Business Model Canvas Inkubator Bisnis Putra Sang Fajar Dengan Pendekatan Porter 5 Forces Analysis Utama, Adiguna; Wardani, Shanti Ike; Kurniawan, Hindra
Benefit: Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2024): Benefit : Volume 9 Juni No 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/benefit.v9i1.2671

Abstract

Business incubation is a powerful tool for stimulating economic growth and entrepreneurship. However, to be sustainable, a business incubator needs to formulate the right strategy and business model. Several management tools that can be used to formulate strategies and business models include the Business Model Canvas and Porter 5 Forces Analysis. This study aims to develop a Business Model Canvas for business incubators using the Porter 5 Forces Analysis approach. The research method employed is qualitative-descriptive research, gathering primary data through questionnaires from 34 respondents and secondary data from literature studies. The primary data were analyzed using SEM-PLS. The results indicate that the Porter 5 Forces Analysis approach can elucidate the Business Model Canvas. The study concludes that business incubators can utilize the Business Model Canvas as an operational guide, though further research is necessary to formulate future strategies
Training on the Implementation of ISO 31000 Risk Management for Blitar City Food Business Association Utama, Adiguna; Latifah, Nunuk; Kurniawan, Hindra; Normawati, Rani Arifah; Wardani, Shanti Ike; Widayani, Anna; Rachmawati, Ika
Outline Journal of Community Development Vol. 3 No. 1: July 2025
Publisher : Outline Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61730/f202bq61

Abstract

The food micro, small, and medium enterprises in Blitar face significant challenges in managing various business risks, including financial, operational, and strategic risks, which often hinder business continuity and growth. This study aims to enhance the risk management capabilities of food business actors in Blitar through a structured training program based on the international ISO 31000 standard. The training was delivered using lectures, discussions, and case studies, and its effectiveness was evaluated using the Kirkpatrick Level 2 method by comparing participants’ understanding before and after the training. Data were collected through pre-test and post-test questionnaires covering key aspects of risk management knowledge and practical application. The results demonstrate a substantial improvement in participants’ comprehension, with the average score increasing from 1.85 before the training to 3.65 after the training. The most significant gains were observed in the practical use of risk matrices and the identification of major risk categories, while the smallest improvement was found in the area of financial record separation, which already had a high baseline understanding. These findings indicate that the training was effective in increasing both conceptual and practical understanding of risk management among food business actors in Blitar. It is concluded that systematic risk management training based on international standards can significantly strengthen the resilience and sustainability of micro, small, and medium enterprises in the local food sector.