Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLIGAMI DAN DAMPAKNYA PERSPEKTIF AL-QUR’AN Zaleha
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 15, No. 2, ( Desember 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v15i2.1772

Abstract

Keingin untuk berpoligami dalam hukum keluarga Islam dapat dikatakan menjadi kontroversi yang menarik untuk dibahas, bahwa poligami dalam ajaran Islam boleh, tidak dianjurkan atau wajib, itupun dalam kondisi yang adil. Terdapat perbedaan bahwa masing-masing dalil memiliki dasar yang sama dengan teks Al-Qur'an, yaitu surat an-Nisa ayat 3. Terkadang, dengan melakukan poligami memiliki dampak yang tidak baik atau negatif bagi kelangsungan dan keharmonisan rumah tangga, berdasarkan hal tersebut maka fenomena poligami ini harus kembali di telaah lagi dari sudut pandang lainnya, dalam hal ini sudut pandang Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan jenis kepustakaan (liberary research) penggunaan metodenya yaitu kualitatif deskriftif dengan menganalisis utama konten (content analysis). Data yang dijadikan sumber berupa primer dan sekunder. Adapun sumber utama yang digunakan adalah berbagai informasi yang berhubungan dengan Poligami dan dampaknya persppektif Al-Qur’an. Sumber informasi sekunder meliputi buku, jurnal, website, berita dan referensi terkait yang diteliti. Hasil penelitian ini mengatakan bahwa: Dalam Al-Qur’an, poligami tidak diwajibkan dan tidak dianjurkan, hanya dinyatakan bahwa poligami diperbolehkan. Secara adil, itu tidak ringan. Rasa keadilan menurut Al-Qur'an adalah syarat poligami yang tidak didasarkan hanya berdasarkan rasa sayang saja tetapi juga harus mampu secara materi untuk menafkahi. Hal ini telah disampaikan Allah lewat wahyuNya dalam surat an-Nisa’ ayat 129. Orang yang melakukan praktik poligami hendaknya orang yang telah paham hakikat poligami dengan benar dan menjalankan poligami tidak berdasar hanya karena hawa nafsu yang bersifat sementara. Al-Qur'an tidak secara eksplisit menjelaskan efek poligami, hanya memberikan pedoman atau ketentuan yang adil. Ketika rasa keadilan ini tidak tercapai, timbul masalah dalam keluarga, terutama dalam hubungan yang harmonis. Unsur perselisihan ini disebabkan oleh banyak hal, diantaranya penyimpangan tugas dan kewajiban masing-masing anggota keluarga seperti suami yang tidak mengindahkan hak masing-masing istri atau istri yang tidak setia, dan tidak mau mendengarkan suami.
Qualitative test of formalin content in Hainanese Chicken Rice in Tanjungpinang City Area Zaleha; Simbolon, Veronika; Erda, Zulya
TROPHICO: Tropical Public Health J. Vol. 5 No. 2 (2025): TROPHICO: Tropical Public Health Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/trophico.v5i2.23036

Abstract

Food safety is an important issue in Indonesia that is often associated with cases of food poisoning, one of which is due to the use of banned Food Additives (BTP) such as formalin. The people of Tanjungpinang City consume a lot of processed chicken meat, such as Hainanese chicken rice, so it is important to ensure its quality and safety. This study aims to identify the organoleptic physical quality of chicken meat and detect the presence of formalin in Hainanese chicken rice. This type of research is descriptive qualitative with an observational approach. The study population included all Hainanese chicken rice traders in Tanjungpinang City as many as 51 people, and all were sampled (total sampling). The physical examination of chicken meat was conducted organoleptically, while the formalin content test used potassium permanganate solution (KMnO₄). Results showed that formalin-positive chicken meat is characterized by its off-white color, pungent odor, and chewy texture. Of the 51 samples tested, 11 showed positive results for formalin, indicated by a change in color to cloudy yellow or brown. Meanwhile, negative samples showed a pink color with no significant color change. These findings emphasize the importance of monitoring the use of formaldehyde in ready-to-eat food.