Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

BIMBINGAN TEKNIS DAN UJI SERTIFIKASI PETUGAS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) KONSTRUKSI Irianto; Asep Huddiankuwera; Clasina Mayaindrawati; Franki E.P.Lapian; Farida Tiharea; Obed Patiung
PROFICIO Vol. 5 No. 1 (2024): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i1.2939

Abstract

Kegiatan Bimtek dan uji sertifikasi Petugas Ahli Muda K3 Konstruksi merupakan usaha untuk meningkatkan kualitas kualitas sumber daya manusia dalam bidang konstruksi, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap setiap petugas atau pekerja yang terkait dengan pelaksanaan manajemen K3 Konstruksi di lapangan dan memiliki kompetensi sesuai dengan penugasannya, sehingga dapat dicapai penerapan K3 yang baik, disiplin dan terarh sehingga dapat tercapai zero – accident pada pekerjaan konstruksi. Agar tujuan kegiatan pkm ini dapat sesuai dengan apa yang diharapkan, maka perluh penetapan sistem kegiatan secarah konsisten yang berdasarkan kebutuhan akan tenaga k3 konstruksi yang kompeten. Kegiatan ini berlangsun selama 4 hari dengan rincian 2 hari digunakan untuk bimbingan teknis 1 hari untuk pemamaparan makalah dan 1 hari untuk ujian tertulis dan wawancara, kegiatan berjalan dengan lancar dengan hasil yang sangat memuaskan dimana seluruh peserta yang berjumlah 30 orang dianggap memenuhi syarat untuk mendapatkan sertifikat konpetensi keahlian sebagai petugas K3 konstruksi yang bersertifikat BNSP.
Studi Kelayakan Batupasir Sebagai Bahan Dasar Bangunan Berdasarkan Uji Kuat Tekan (Compression Strength) Pada areal sekitar kali Iwaka Km 34, Timika - Papua Mapuay Menasye Theo Afasedanja; Obed Patiung; Nilam Sry Putri
Jurnal Teknik AMATA Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v3i2.299

Abstract

Batupasir merupakan material dasar yang digunakan oleh beberapa kontraktor pada areal kerja sekitar kali Iwaka Km 34 untuk kebutuhan pembangunan seperti pembangunan rumah, gedung sekolah, dan penggunaan sebagai bahan fondasi bangunan. Pengolahan batupasir pada areal sekitar kali Iwaka Km 34 dikerjakan dangan cara menggambil material pada kali iwaka dan diolah pada mesin pengolahan yang terdapat pada beberapa lokasi disekitar jalan trans Nabire. Tujuan Penelitian ini untuk menetukan sifat mekanik (kuat tekan) batupasir sebagai bahan bangunan dan mengetahui besar pengaruh komposisi batuan dan kekompakan batuan untuk bahan bangunan , Metode yang digunakan meliputi survei, pengambilan sampel, dan pengujian laboratorium. Hasil penelitian Dari hasil pengujian kuat tekan (compression strength) dengan ukuran sampel uji 5 x 5 x 5 cm sebanyak 12 buah sampel, didapat nilai rata-rata kuat tekan sebesar 61,8 kg/cm2. Menurut Standar SNI-0021-1978 tergolong dalam kategori kuat sehingga dikategorikan layak digunakan sebagai bahan bangunan. Kekompakan batuan tergolong kuat dengan sifat fisik batuan. Dengan komposisi mineral antara lain Plagioklas (15%), K. feldspar (10%), Piroksen (20%), Mineral opak (5%), Kwarsa (45 %) dan Lumpur (5%).
Identifikasi Kandungan Logam Berat Pb Dan Cu Pada Sedimen Daerah Muara Sungai Amamapare Timika Papua Obed Patiung; Fikran
Jurnal Teknik AMATA Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v3i1.274

Abstract

Adanya limbah dari aktivitas penambangan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan sehingga memungkinkan dapat mencemari sungai, baik limbah organik maupun anorganik. Pencemaran sungai oleh komponen anorganik, diantaranya berbagai macam pencemaran logam berat yang berbahaya bagi biota yang terdapat didalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui unsur logam berat pada sedimen muara sungai Amamapare dan kandungan logam berat terutama Timbal (Pb) dan Tembaga (Cu) menggunakan Atomic Absorption Spectrometry (AAS).Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Mei. Pengambilan Sampel dilakukan di muara sungai Amamapare dan Pengujian Sampel sedimen dilakukan Laboratorium PT. Sucofindo Cabang Timika dengan Menggunakan metode geochemical analysis method, terdapat beberapa unsur logam berat yang terdiri atas Pb, Cu. Sedangkan persentase nilai tertinggi kandungan logam berat Timbal (Pb) yaitu pada ST 5 ; 69 mg/kg, ST 10 ; 64 mg/kg, ST 8 ; 63 mg/kg dan nilai terendah pada ST 2 ; 60 mg/kg dan untuk Cu pada ST 10 ; 923 mg/kg, ST 5 ; 870 mg/kg, ST 8 ; 835 mg/kg dan Tembaga (Cu) terendah pada ST 2 ; 814 mg/kg. Parameter acuan yang digunakan untuk menguji Pb dan Cu menggunakan AAS yaitu SNI 06-6992.3-2004 dan SNI 06-6992.7-2004. Parameter Standar Baku Mutu yang ditetapkan adalah Environment Protection Authority of Australia (EPAA,2012). International Association of Draging Companies/Central Draging Association (IADC/CEDA 1997) , SNI 2004 dan Reseau National d’Observation (RNO 1981)
PEMETAAN KLASIFIKASI ROCK QUALITY DESIGNATION (RQD) TAMBANG BAWAH TANAH “DMLZ” PT.FREEPORT INDONESIA Obed Patiung
Jurnal Teknik AMATA Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v2i1.121

Abstract

Rock Quality Designation (RQD) merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk perhitunganrock mass rating (RMR). Distribusi dan klasifikasi kualitas batuan akan sangat membantu dalammemberikan informasi kondisi batuan setempat. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi tentang pemetaanklasifikasi batuan berdasarkan data RQD untuk proses pengambilan keputusan perencanaan desaintambang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui cara mengitung RQD pada level 1950 – 2950 mdan peta sebaran distribusi RQD di level 1950 – 2950 m pada aplikasi Surfer 10 . Metode penelitiandengan cara mengumpulkan data di lapangan dan dianalisis di laboratorium. Dari analisis yang dilakukandiperoleh bahwa pada perhitungan RQD total panjang yang lebih dari 10 cm di bagi total keseluruhan (3m) di kali dengan 100% dan menghasilkan peta distribusi RQD dimana terdapat 54 holes dan petatersebut terbagi dalam peta penyebaran RQD, peta litologi dan peta overlay antara RQD dan litologi.
Pemetaan Tanah Hibah Masyarakat Kampung Hiripau Kepada Ikatan Keluarga Perintis Peduli Mimika (Ikppm) Dengan Menggunakan Software Arcgis 10.8 Dan Sas Planet Di Kampung Hiripau, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika Obed Patiung; Nilam Sry Putri
Jurnal PAKEM AMATA Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Politeknik Amamapare Timika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/pakem_amata.v1i2.70

Abstract

Kampung Hiripau merupakan salah satu kampung di Distrik Mimika Timur, yang beribu kota di Mapuru Jaya, Kabupaten Mimika. Jumlah penduduk Kampung Hiripau sebanyak 1850 Jiwa, sedangkan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 250 KK. Kampung Hiripau memiliki luas sekitar 180. 000 m2. Luas tersebut, terdiri atas panjang, kurang lebih 600 m dan lebar kurang lebih 300 m. Luas wilayah kampung Hiripau meliputi perumahan penduduk, Kantor Kampung, Gereja, sekolah dan jalan. Jenis tanah di Kampung Hiripau adalah jenis tanah aluvial, dan mempunyai struktur tanah yang gembur. Hal tersebutlah yang menjadi salah satu penyebab, tanah di kampung Hiripau cukup subur (data dari kantor kampung Hiripau). Melalui kegiatan ini dihasilkan Peta Topografi dan Peta kampung Hiripau yang di dalamnya terdapat Peta pembagian kampung Hiripau kepada IKPPM. Selanjutnya peta tersebut akan digunakan sebagai acuan dasar dilaksanakannya lagi pembangunan secara berkelanjutan untuk kebutuhan organisasi IKPPM. Pemerintah desa juga menganggap bahwa kegiatan ini bermanfaat, dan berharap kedepannya ada kegiatan yang sejenis, dengan target keluaran peta sosial yang dapat mengidentifikasi setiap bangunan rumah dan atribut di dalamnya.
Pengujian X-Ray Fluorescence Terhadap Kandungan Mineral Logam Pada Endapan Sedimen di Sungai Amamapare Kabupaten Mimika, Papua Tengah Putri, Nilam Sry; Rahim, Abd; Patiung, Obed; Afasedanja, Mapuay Menasye Theo
Jurnal Teknik AMATA Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v4i1.104

Abstract

Pertambangan merupakan suatu kegiatan produksi yang tidak lepas dari limbah yang dihasilkan dari pertambangan contoh limbah yang dihasilkan antara lain yaitu limbah logam yang mana jika melebihi nilai ambang batas diatas rata-rata akan berdampak buruk pada lingkungan yang ada di sekitar.Pencemaran laut didefenisikan sebagai dampak negative (pengaruh yang membahayakan), bagi kehidupan biota, sumber daya, kenyaman ekosistem laut, baik disebabkan secara langsungmaupun tidak langsung oleh pembuangan bahan-bahan atau limbah ke laut yang berasal dari kegiatan manusia.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan mineral logam pada endapan sedimen di sungai Amamapare Timika. Metode Penelitian yang dilakukan adalah observasi langsung ke lapangan dengan melakukan sampling di sebanyak 3 stasiun. Ketiga sampel tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode X-Ray Fluorescence di Laboratorium Universitas Hasanuddin Makassar. Berdasarkan hasil analisis X-Ray Floureseces (XRF) pada 3 sampel diarea sedimen muara sungai amamapare, terdapat 10 unsur mineral logam berupa unsur Silikon dioksida (SiO2), Aluminium oksida (Al2O3), Titanium dioksida (TiO2), Magnesium oksida (MgO), Besi (III) oksida (Fe2O3), Kalsium oksida (CaO), Natrium oksida (Na2O), Kalium oksida (K2O), Mangan (II) oksida (MnO), Fosfor fentoksida (P2O5)
DISTRIBUSI BESAR BUTIR SEDIMEN TERSUSPENSI PADA DAERAH WEST LEVEE PT. FREEPORT INDONESIA Patiung, Obed
DINAMIS Vol 18 No 1. Juli (2021): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v18i1.852

Abstract

Beberapa muara sungai besar, seringkali kita jumpai sebuah area sedimentasi berupa daratan dengan luas wilayah kecil atau besar yang ditumbuhi aneka vegetasi. Area tersebut merupakan delta yang terbentuk dari endapan material akibat laju aliran air yang melambat. Proses sedimentasi ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kecepatan harus di sungai, kondisi dasar sungai, turbulensi, dan lainnya termasuk diameter sedimen itu sendiri.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui distribusi besaran butir sedimen tersuspensi sebagai akibat dari aktivitas pengerukan tailing penambangan di daerah West Levee PT. Freeport Indonesia. Metode penelitian yaitu menganalisa butiran sedimen dengan menggunakan sieve analisis. Adapun alat dan bahan yang digunakan selama penelitian di lapangan yaitu kompas dan palu Geologi, GPS (Global positioning system), Buku lapangan, Alat tulis menulis, kantong sampel, kamera digital, Roll meter, Clip board, busur dan mistar . Alat dan bahan yang akan digunakan selama analisis laboratorium, meliputi ayakan manual yang terdiri atas 2 mm,1 mm,0,5 mm,0,063 mm, < 0,063 mm dengan ukuran mesh yang berbeda-beda untuk nilai ukuran besar butir. Setiap fraksi sedimen tertinggal pada setiap ayakan ditimbang dan diklasifikasikan menurut ukuran butirannya, analisis sampel sedimen dengan metode wentworth Dari penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Jenis besar butir sedimen dominan yang didapatkan pada semua stasiun adalah jenis pasir sangat halus, pasir halus dan pasir sedang dengan kirasan diameter dengan rata-rata besar butir median yaitu pasir sangat halus 0.145 ­­– 0.955 mm.Tingginya nilai konsentrasi sedimen tersuspensi (TSS) pada stasiun X yaitu 5.233 mg/L sebagai akibat dari adanya transportasi sedimen dari hasil pengolahan produksi PT.Freeport Indonesia. ABSTRACT Several large river estuaries, we often encounter a sedimentation area in the form of land with a small or large area overgrown with various vegetation. The area is a delta formed from material deposits due to the slowing water flow rate. The sedimentation process is determined by several factors, including the velocity in the river, the condition of the riverbed, turbulence, and others including the diameter of the sediment itself. Levee PT. Freeport Indonesia. The research method is analyzing sediment grains using sieve analysis. The tools and materials used during the research in the field were compasses and geological hammers, GPS (Global positioning system), field books, writing instruments, sample bags, digital cameras, roll meters, clip boards, bows and rulers. Tools and materials to be used during laboratory analysis include manual sieves consisting of 2 mm, 1 mm, 0.5 mm, 0.063 mm, < 0.063 mm with different mesh sizes for grain size values. Each sediment fraction left on each sieve is weighed and classified according to grain size, sediment sample analysis using the wentworth method. From the research that has been carried out, it can be concluded that the dominant sediment grain types obtained at all stations are very fine sand, fine sand and medium sand. with an approximate diameter with an average grain size of very fine sand 0.145 – 0.955 mm. The high value of suspended sediment concentration (TSS) at station X is 5,233 mg/L as a result of sediment transport from the processing of PT. Freeport's production Indonesia.
ANALISIS EFEK TRANSPORTASI DRILL CORE TERHADAP PERUBAHAN JUMLAH FREKUENSI JOINT TERUKUR DI RIG DAN CORE SHED TIMIKA Patiung, Obed; Girsang, Hendro Jonastra
Jurnal Sosial dan Teknologi Terapan AMATA Vol. 1 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/sostek.v1i1.193

Abstract

Rock Quality Designation (RQD) merupakan sistem klasifikasi massa batuan tertua dan masih digunakan hingga saat ini. Distribusi dan klasifikasi kualitas batuan akan sangat membantu dalam memberikan informasi kondisi batuan setempat. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi tentang pemetaan klasifikasi batuan berdasarkan data RQD untuk proses pengambilan keputusan desain perencanaan tambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh/efek transportasi drill coredari Rig ke core shed dengan menggunakan metode Analisa RQD dari sampel drill core Adapun hasil dari penelitian ini yaitu perubahan joint terukur yang terjadi di core shed lebih besar dari pada hasil dari drill hole hal ini disebabkan oleh pengaruh transportasi dan kondisi jalan sepanjang dari Rig ke coreshed yang mana menyebabkan bidang lemah telah terbuka/patah selama proses transportasi berlangsung, sehingga dengan adanya perubahan jumlah joint ini tentunya berdampak pada nilai RQD di core shed.
Analisis Rock Quality Designation (RQD) Pada Hole DZ30-NH1F-08 DAN DZ30-NH1F-10 Area Tambang Bawah Tanah (DMLZ) PT. Freeport Indonesia Patiung, Obed; Tofan
Jurnal Teknik AMATA Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v5i1.221

Abstract

Rock Quality Designation (RQD) merupakan sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengelompokkan jenis batuan untuk dilakukan perhitungan Rock Mass Rating (RMR). Metode block caving adalah metode metode penambangan secara ambrukan yang memotong bagian bawah bijih sehingga blok bijih yang ada di atas akan jatuh karena beratnya sendiri. Karena metode yang digunakan adalah block caving maka risiko yang bisa terjadi juga sangat besar sehingga, sebelum dilakukan peledakan akan dilakukan proses pengeboran untuk mengambil contoh sampel batuan yang kemudian akan di teliti sehingga memperoleh data-data mengenai karakteristik dan kekuatan pada batuan yang dapat mempermudah dalam Proses peledakan serta dapat mengurangi risiko bahaya yang terjadi. Klasifikasi massa batuan adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk membantu berbagai jenis kebutuhan di bidang pertambangan seperti terowongan, pondasi dan galian. Dengan sistem klasifikasi, dapat digunakan untuk memperkirakan komposisi dan massa batuan dalam mendesain sebuah penyangga. Berdasarkan hasil penelitian “ Analisis Rock Quality Designation (RQD) Pada Hole DZ30-NH1F-08 Dan Hole DZ30-NH1F-10 Area Tambang Bawah Tanah (DMLZ) PT. Freeport Indonesia “ dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1.Semakin kecil jumblah rekahan atau diskontinuitas pada batuan maka nilai RQD akan semakin tinggi dan kualitas batuan akan semakin baik. 2.Persentase nilai RQD yang baik terdapat pada hole DZ30-NH1F-08 pada kedalaman 1,2 – 252 meter dan persentase nilai RQD rendah terdapat pada kedalaman 0,4 – 1,2 meter. Sedangkan pada hole DZ30 – NH1F – 10 secara keseluruhan memiliki nilai persentase nilai RQD yang baik.
Strengthening Local Residents’ Capacity for Community-Based Environmental Monitoring in the Mining Area of Mimika, Central Papua Obed Patiung; Frederik Irsan Delu; Abd. Rahim; Nilam Sry Putri; Mapuay Menasye Theo Afasedanya; Oktavianty Batto
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 4: Issue 2 (Agustus 2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v4i2.1409

Abstract

Mimika Regency, Central Papua, is a socially and ecologically significant area due to its strong connection with mineral mining activities, which require local communities to have adequate environmental literacy and basic monitoring capacity. This community service program aimed to strengthen local residents’ understanding of mining-related environmental risks and improve their ability to conduct simple community-based environmental monitoring. The program was conducted in Atuka Village, Mimika Tengah District, Mimika Regency, Central Papua, involving 10 participants consisting of local residents, community leaders, youth representatives, and local community groups. A participatory-educational approach was applied through four stages: needs assessment, environmental literacy education, simple environmental monitoring training, and evaluation followed by action planning. The training materials covered mining-related environmental impacts, reclamation and post-mining concepts, simple water quality observation, dust and noise identification, and community-based environmental reporting. The results showed that participants’ understanding increased from an average pre-test score of 49.4 to an average post-test score of 79.8, indicating an improvement of 30.4 points. The program also produced a simple environmental monitoring sheet and an initial plan to establish a community-based environmental monitoring group. These findings indicate that practical environmental literacy training can serve as an initial empowerment model for promoting community participation, transparent communication, and sustainable environmental governance in mining-related areas.