Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PIL ANTI HAID UNTUK IBADAH PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Aminullah, Amiruddin
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 4 No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpk.v4i2.41659

Abstract

Menstruation is a biological process that signifies sexual maturity in women and is associated with Shariah rules in worship. A woman who has experienced menstruation is considered to have reached the stage of adulthood or "baligh" according to Islamic law. While menstruation is natural, there's controversy surrounding the use of menstruation-delaying drugs to facilitate religious obligations such as fasting or pilgrimage. Some scholars and institutions like the MUI believe that using these drugs for worship purposes is mubah or permissible, provided it doesn't have negative health implications. However, using these drugs for other reasons, especially those that go against religious norms, is deemed forbidden.
SYIQAQ DALAM HUKUM PERKAWINAN DI INDONESIA Aminullah, Amiruddin
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v11i1.1625

Abstract

Perkawina adalah perjanjian yang sangat kokoh dan luhur, tujuannya adalah membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Namun, perkawinan seringkali kandas dan berkahir perceraian dengan penyebab yang beragam. Salah satu penyebab yang bisa meretakkan tali suci perkawinan adalah syiqaq. Syiqaq merupakan perselisihan yang sangat memuncak antara suami dan isteri. Dalam fiqih, apabila terjadi syiqaq maka harus menghadirkan dua orang juru damai (hakamain) untuk meredamnya. Hakamain tersebut berasal dari perwakilan masing-masing keluarga suami dan isteri. Istilah syiqaq juga termaktub dalam Undang-undang perkawinan di Indonesia, namun penyelesaiannya berlangsung sangat kompleks dan berliku, mulai dari pengangkatan hakam, saksi dan alat bukti, sehingga hakim sangat hati-hati dalam mengambil kesimpulan hukum, terutama karena masih adanya keragaman pandangan terkait dengan seluk beluk syiqaq itu sendiri, akibatnya putusan hakim (yusrisprudensi) kadang berbeda, misalnya dalam kewenangan hakam. Tulisan singkat ini, mencoba menganalisa beberapa kasus problamatik terkait syiqaq, agar kedepannya keseragaman pandangan berikut cara penyelesaiannya dapat terpenuhi.
ASPEK SOSIOLOGIS DALAM PENGEMBANGAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA Aminullah, Amiruddin; Sudirman, Muh.
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v11i2.1885

Abstract

Pengembangan hukum Islam khususnya di Indonesia, tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial dan budaya masyarakat. Aspek sosiologis memainkan peran penting dalam memahami bagaimana hukum Islam diterapkan dan diterima dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek sosiologis dalam pengembangan hukum Islam di Indonesia, termasuk pengaruh struktur sosial, nilai-nilai budaya dan dinamika masyarakat terhadap penafsiran dan penerapan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek sosiologi memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan hukum Islam dan dapat membantu meningkatkan pemahaman tetang bagaimana hukum Islam dapat diterapkan daalam konteks masyarakat yang beragam. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan hukum Islam yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masyarakat