Perilaku verbal bullying merupakan bentuk kekerasan psikologis yang umum terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak serius terhadap perkembangan sosial-emosional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dengan pendekatan realitas terhadap penurunan perilaku verbal bullying pada peserta didik kelas VIII SMPN 16 Kota Serang. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Sampel terdiri dari 16 peserta didik yang memiliki skor tinggi dalam angket perilaku verbal bullying, dibagi menjadi dua kelompok secara acak, yaitu 8 peserta didik sebagai kelompok eksperimen dan 8 peserta didik sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan berupa angket dengan 30 item pernyataan skala Likert. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor rata-rata pretest kelompok eksperimen adalah 95,75 dan menurun menjadi 66,25 pada posttest, dengan penurunan rata-rata 29,5 poin. Sementara itu, kelompok kontrol mengalami penurunan dari 95,12 menjadi 73,12, dengan selisih penurunan sebesar 22 poin. Perhitungan N-Gain menunjukkan rata-rata skor gain kelompok eksperimen sebesar -1,17, sedangkan kelompok kontrol sebesar -0,90, yang keduanya menunjukkan kategori penurunan. Uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) = 0.001, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah perlakuan diberikan. Dengan demikian, konseling kelompok dengan pendekatan realitas terbukti secara signifikan efektif dalam menurunkan perilaku verbal bullying pada peserta didik. Intervensi ini membantu peserta didik untuk mengenali keinginan, mengevaluasi tindakan, mengambil tanggung jawab, dan merencanakan perubahan perilaku ke arah yang lebih positif.