Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : eProceedings of Management

The Analysis Of Coffee Shop’s Business Strategy Formulation (A Case Study at Coffee & Chill, Bandar Lampung) Saputra, Ahmad Fadli; Noviaristanti, Siska
eProceedings of Management Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the company's internal and external factors, and formulate an alternative companystrategy according to the company's condition using the QSPM Matrix. This study uses a qualitative descriptivemethod with interview, documentation and observation data collection techniques, and strategy formulation usingIFE, EFE, IE Matrix, CPM and QSPM Matrix. The results of this study resulted in an IFE matrix score of 3.01and an EFE matrix score of 3.43, which resulted in the IE Coffee & Chill matrix being in cell I and the rightstrategy for Coffee and Chill based on the IE matrix was the grow and build strategy. In this study, Coffee & Chillis ranked 2 with a total weighted score of 3, while for Café Kiyo and Kopi 20 it has a total weighted score of 3.14and 2.91. Based on the formulation of alternative business development strategies, it can be seen that the prioritystrategies to be implemented by Coffee and Chill in competing with its competitors are (1) Moving the newbusiness location to a strategic city center with a TAS value of 2,807. It can be concluded that from a number ofknown strategies, Coffee and Chill in moving its business location is accompanied by maintaining the advantagesand business opportunities that previously existed in the old location, namely continuing to create coworkingspace facilities, maintaining a relaxed and comfortable cafe atmosphere, moving business locations to a strategiccity center and continue to prioritize customer-oriented services.Keywords-IFE, EFE, CPM, QSPM, coffee.
Pengembangan Entrepreneurial Ecosystem Bisnis Café Di Kabupaten Bandung Studi Kasus Old Coffee Dab Nyusu Doeloe Dzulfikar, Husni; Noviaristanti, Siska
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Entrepreneurial Ecosystem merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai faktor yang saling terkait dan mempengaruhikeberlangsungan suatu usaha kecil dan menengah. Faktor-faktor tersebut meliputi aspek internal perusahaan, sepertikemampuan manajemen dan sumber daya yang dimiliki, serta aspek eksternal perusahaan, seperti pasar, kompetitor, dan faktoreksternal lainnyaa. Perusahaan tidak dapat bersaing karena persaingan yang cukup ketat di sektor bisnis café setiaptahunnya.Kurang pahamnya Entrepreneurial Ecosystem antar elemen yang berpotensi karena membutuhkan ruang kolaborasi.Aktor usaha café memilki banyak kepentingan dengan beberapa aktor atau elemen akan tetapi tidak dimaksimalkan dandiperluas dari aktor atau elemen tersebut hanya transaksional saja sedangkan ada beberapa value yang belum tergali. Adanyadomain di Entrepreneurial Ecosystem yang dapat membantu setiap aktor usaha dan keterikatannya. Tujuan dari penelitian iniyaitu mengidentifikasi aktor yang berperan dalam ekosistem bisnis café di Kab.Bandung dan memahami dan menata relasi atauhubungan antar aktor dalam ekosistem bisnis café di Kab.Bandung. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatifdeskriptif dengan pengujian kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian dilakukan dengan triangulasi.Trianggulasi adalah suatu cara mendapatkan data yang benar-benar absah dengan menggunakan pendekatan metode ganda.Dalam peneletian ini menggunakan cara triangulasi sumber yang teridiri: aktor usaha, forum bisnis kuliner dan pihak-pihakyang berhubungan dengan 6 domain yaitu Policy, Finance, Culture, Support, Human Capital, dan Market, juga menggunakantriangulasi teknik terdiri dari: wawancara, dokumen dan observasi. Pada penelitian ini dilakukan wawancara dengan pengusahacafé dan perwakilan dari setiap domainnya. Terdapat hasil penelitian ini dalam mapping tersebut terlihat bahwa dalamEcosystem sebuah café di Kab.Bandung berhubungan dengan beberapa aktor yang dikategorikan ke enam domain yaitu Policydengan aktor pemerintah daerah, Finance dengan aktor bank, Market dengan aktor akun Social Media dan konsumen, Culturedengan aktor karyawan, Human Capital dengan portal lowongan kerja, akun Social Media dan karyawan, dan Support denganaktor komunitas, supplier, transportasi, juga aplikasi kasir. Kata Kunci-ekosistem kewirausahaan, UMKM, strategi bisnis, industri makanan dan minuman
Analisis Indeks Kematangan Digital Pt. Xyz Kakilangit, Kelana; Noviaristanti, Siska
eProceedings of Management Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pengolahan makanan merupakan salah satu sektor strategis dalam perekonomian Indonesia karena kontribusinya yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan kemampuannya dalam menciptakan lapangan kerja. Di era transformasi digital yang berlangsung cepat, perusahaan di sektor ini dituntut untuk mengadopsi teknologi digital guna meningkatkan efisiensi operasional, kualitas produk, serta daya saing di tingkat nasional maupun global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan digital PT XYZ dan merumuskan strategi yang relevan untuk meningkatkan posisi digital perusahaan berdasarkan kondisi aktual. Penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kematangan digital, termasuk ketersediaan infrastruktur teknologi, kualitas sumber daya manusia, budaya organisasi, serta komitmen manajemen terhadap transformasi digital. Studi ini menggunakan pendekatan Digital Maturity Position Framework yang dikembangkan oleh Md. Shahiduzzaman (2017), dengan menilai enam aspek utama: strategi digital, teknologi dan infrastruktur, proses operasional, penggunaan data dan analitik, sumber daya manusia, serta pengalaman pelanggan. Metode pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi internal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT XYZ memiliki tingkat kematangan digital yang tinggi, dengan skor Digital Capability sebesar 112,89 dan Digital Impact sebesar 112,36. Pencapaian ini menempatkan perusahaan dalam kuadran “Transformative”, yang menunjukkan bahwa perusahaan telah menjadikan digitalisasi sebagai penggerak utama inovasi dan diferensiasi kompetitif. Namun demikian, masih terdapat ruang untuk perbaikan, terutama dalam meningkatkan pengalaman pelanggan dan pemerataan dampak digital di seluruh fungsi bisnis Kata Kunci : Indeks Kematangan Digital, Transformasi Digital, Efisiensi Operasional, Strategi Bisnis