Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan pembuatan dan uji preferensi roti manis berbahan dasar mocaf pada siswa SMA Muhammadiyah 3 Kota Batu Husna, Afifa; Fahmi, Ilmam Zul; Damat, Damat
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26908

Abstract

Abstrak Roti manis merupakan makanan yang sering dikonsumsi dan disukai oleh masyarakat Indonesia. Pada umumnya bahan dasar pembuatan roti yaitu menggunakan tepung terigu, akan tetapi penggunaan tepung terigu menyebabkan beberapa permasalahan pada pencernaan maupun dari segi ekonomi. Salah satu bahan substitusi yang dapat digunakan yaitu tepung singkong termodifikasi (modified cassava flour/Mocaf). Namun, cara pembuatan roti dari Mocaf belum banyak diketahui masyarakat. Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan mocaf sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan roti manis, khususnya siswa SMA. Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan hardskill siswa untuk memproduksi roti. Pelatihan ini dilakukan kepada siswa SMA Muhammadiyah 3 kota Batu dengan peserta sebanyak 24 siswa dan 4 orang guru. Tahapan pelatihan pembuatan roti antara lain (1) Pemberian materi di sekolah, (2) tanya jawab serta diskusi, dan (3) praktik membuat roti di UMM Bakery. Praktik pembuatan roti manis dimulai dari penyiapan bahan, mixing, fermentasi awal, pembagian adonan, penimbangan, fermentasi kedua, rounding, degassing, penopingan, final proofing, pemanggangan, dan pengemasan. Uji preferensi dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap roti berbahan mocaf dengan parameter kenampakan, warna, aroma, tekstur dan rasa. Data yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan Uji T pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil pengabdian pembuatan roti dari mocaf dapat meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan tepung mocaf dan proses pembuatan roti manis. Hasil uji preferensi menunjukkan bahwa responden cenderung memiliki kesukaan pada roti yang berbahan terigu 100% dibandingkan dengan roti dari terigu : mocaf (85:15%) pada tekstur dan rasa (p-value <0.05), sedangkan kenampakan, warna, dan aroma tidak berbeda berdasarkan uji T.  Kata kunci: pengabdian; pelatihan; pembuatan roti; mocaf; uji preferensi. AbstractBread is often consumed by Indonesians. The ingredients for bread is flour, but its use causes several problems in the digestive system and economy. Flour in bread making can be substituted by modified cassava flour (Mocaf). However, the bread-making procedure from Mocaf is not widely known. The aim is to increase knowledge about mocaf as a substitute in bread-making to improve students' hard skills producing bread. This training was conducted for SMA Muhammadiyah 3 Batu students. The training was carried out by (1) lectures at school, (2) discussions, and (3) practice at UMM Bakery. The practice of making sweet bread starts from preparing ingredients, mixing, initial fermentation, dividing dough, weighing, second fermentation, rounding, degassing, topping, final proofing, baking, and packaging. The data were analyzed using the T-Test at a confidence level of 95%. The result of this program was the students’ knowledge about the use of mocaf and the process of making bread is increased. The results of the preference test showed that respondents tended to prefer bread made from 100% wheat flour compared to bread made from wheat: mocaf (85:15%) in texture and taste (p-value <0.05), while appearance, color, and aroma did not differ based on the T test.Keywords: devotion; training; bread making; mocaf; preference test.
Pelatihan identifikasi hama lalat buah (Bactrocera sp.) untuk mendukung peningkatan produktivitas tanaman jeruk pada kelompok tani Tri Rejeki di Desa Bocek, Malang Arif, Naufal Yustisia; Amin, Mohammad Zulfikar; Wulandari, Rizki Fitriana; Fahmi, Ilmam Zul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34207

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan serangan hama lalat buah (Bactrocera sp.) pada tanaman jeruk yang menjadi komoditas unggulan di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Kelompok Tani Tri Rejeki sebagai mitra sasaran memiliki tingkat serangan lalat buah yang cukup tinggi sehingga berdampak pada penurunan kuantitas dan kualitas hasil panen. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengidentifikasi morfologi, biologi, siklus hidup, dan gejala khas serangan lalat buah, serta memberikan pemahaman mengenai teknik monitoring dan strategi pengendalian berbasis Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada bulan Juli 2025 dengan melibatkan 26 peserta anggota Kelompok Tani Tri Rejeki. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, penyampaian materi melalui ceramah, diskusi interaktif, praktek identifikasi morfologi, pemasangan Steiner trap dengan atraktan metil eugenol, serta pemeliharaan buah inang terinfestasi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test, yang menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 10.8 angka Hasil ini membuktikan bahwa pendekatan pelatihan berbasis praktik mampu meningkatkan kapasitas petani dalam mengidentifikasi dan memantau populasi lalat buah, sehingga mendukung peningkatan produktivitas jeruk secara berkelanjutan. Kata kunci: lalat buah; identifikasi; pelatihan; monitoring; jeruk. Abstract This community service activity was conducted to get over the problem of fruit fly (Bactrocera sp.) infestation in citrus, the main horticultural commodity in Bocek Village, Karangploso District, Malang Regency. The Tri Rejeki Farmers’ Group, as the target partner, has experienced a high level of fruit fly attacks, which significantly reduced both the quantity and quality of citrus production. The aim of this program was to improve farmers’ knowledge and skills in identifying the morphology, biology, life cycle, and specific symptoms of fruit fly infestation, as well as to provide understanding of monitoring techniques and Integrated Pest Management (IPM)-based control strategies. The training was conducted in July 2025 and involved 26 participants from the Tri Rejeki Farmers’ Group. The methods included socialization, lectures, interactive discussions, morphological identification practices, installation of Steiner traps with methyl eugenol attractants, and rearing of infested host fruits. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests, which revealed an average increase of 10.8 point in participants’ knowledge. These results demonstrate that practice-based training effectively enhanced farmers’ capacity to identify and monitor fruit fly populations, thereby supporting sustainable improvements in citrus productivity. Keywords: fruit fly; identification; training; monitoring; citrus.
PELATIHAN PEMBUATAN PESTISIDA NABATI SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN LALAT BUAH RAMAH LINGKUNGAN PADA TANAMAN JERUK DI DESA BOCEK, MALANG Fahmi, Ilmam Zul; Putri, Sabrina Alvivie; Ramadhan, Annisa Nur; Irmadani, Shavira Trihabsari
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4893

Abstract

Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang merupakan sentra jeruk dengan serangan lalat buah yang tinggi. Petani masih mengandalkan pestisida kimia yang berdampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan. Sehingga memerlukan alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan serta aplikasi pestisida nabati sebagai solusi pengendalian hama berkelanjutan. Mitra sasaran adalah delapan kelompok tani di Desa Bocek, dengan peserta sebanyak 22 orang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi materi, diskusi interaktif, dan praktik pembuatan pestisida nabati berbasis bahan lokal menggunakan daun mimba, serai merah, daun sirsak, daun sambung nyawa, dan bawang putih. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan 15 soal meliputi konsep pestisida nabati, pengetahuan umum dan prosedur aplikasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman sebesar 23,81% pada aspek konsep pestisida nabati, 28,57% pada pengetahuan umum, dan 19,05% pada prosedur aplikasi. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan bahan lokal sebagai pestisida nabati, sekaligus menumbuhkan kesadaran pentingnya pengendalian hama ramah lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kapasitas petani dalam menerapkan praktik pertanian berkelanjutan yang mendukung kesehatan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.
EFFECT OF SEED SOURCES (CUTTINGS AND TUBERS) ON GROWTH AND YIELDS RESPONSE OF G2 POTATO GRANOLA LEMBANG: PENGARUH SUMBER BENIH (STEK DAN UMBI) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG G2 GRANOLA LEMBANG Fahmi, Ilmam Zul; Akbar Pamungkas, Rafi; Alfa Nanda Pradana, Yogi
Mediagro: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 21 No 3 (2025): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v21i3.14334

Abstract

Potato productivity in Indonesia remains relatively low at 13.38 t ha⁻¹, compared with its optimal potential yield of up to 26.5 t ha⁻¹. This low productivity is largely attributed to the use of poor-quality seed tubers, inefficient cultivation practices, and limited farmer access to appropriate technologies and production inputs. The present study aimed to evaluate the growth and yield performance of Generation-2 (G2) seed potatoes derived from stem cuttings and seed tubers of the Granola Lembang variety under field conditions in Pujon, Malang. The experiment was conducted using standard cultivation techniques, including the application of organic and inorganic fertilisers, hilling, irrigation, and integrated pest and disease management. Agronomic parameters observed included plant height, stem diameter, number of primary branches, number of leaves, number of tubers, and tuber weight per plant. Data were analysed using t-tests to compare the treatments. The results revealed significant effects of the treatments on all growth and yield parameters measured. T-test analysis showed p-values < 0.05 across all parameters at 56, 70, and 84 days after planting. These findings indicate that both stem cuttings and sprouted seed tubers can be effectively utilised for the production of G2 potato seed, thereby offering alternative approaches to improve seed availability and productivity in potato cultivation.