Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pengetahuan Orang Tua dalam Tindakan Swamedikasi Demam Akut pada Anak Ariani, Fauzia Endri; Umma, Husnia Auliyatul; Candrarukmi, Dewinda
Sari Pediatri Vol 27, No 3 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.3.2025.159-65

Abstract

Latar belakang. Demam adalah gejala umum pada anak-anak dan keputusan orang tua dalam merawat demam anak mereka dapat berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan anak. Pengetahuan orang tua tentang tindakan swamedikasi untuk demam akut diidentifikasi sebagai faktor penting dalam pengambilan keputusan perawatan.Tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah menyelidiki hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan tindakan swamedikasi demam akut pada anak.Metode. Penelitian ini menggunakan dengan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling untuk memilih subjek penelitian dengan jumlah 58 orang. Data primer dikumpulkan dengan pengisian kuesioner oleh subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Analisis menggunakan univariat, bivariat dengan uji chi-square dan multivariat dengan uji Regresi Logistik Berganda dengan perangkat lunak analisis statistik. Hasil. Terdapat 58 subjek untuk dianalisis terdapat korelasi antara tingkat pengetahuan orang tua dengan tindakan swamedikasi demam akut pada anak (p=0,000, OR=24,583, IK95%=2,845-193,611). Selain itu, terdapat faktor lain yang memiliki hubungan signifikan dengan tindakan swamedikasi yaitu pekerjaan orang tua pekerjaan orang tua (p=0,018, OR=7,904, IK95%=1,435-43,545) dan pendidikan orang tua (p=0,028, OR=17,423 IK95%=1,360-223,179).Kesimpulan. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan tindakan swamedikasi demam akut pada anak. Terdapat faktor lain yang memiliki hubungan dengan tindakan swamedikasi yaitu pekerjaan orang tua dan pendidikan orang tua.
The RELATIONSHIP BETWEEN MATERNAL AGE AND INTRAUTERINE GROWTH RESTRICTION (IUGR) AT DR. MOEWARDI GENERAL HOSPITAL, SURAKARTA Nabiilah, Khusniyatin Dwi; Hidayah, Dwi; Candrarukmi, Dewinda
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 13 No 4 (2024): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v13i4.785

Abstract

Background. Intrauterine Growth Restriction (IUGR) is a fetal growth disorder that significantly impacts neonatal morbidity and mortality, with a high incidence, especially in developing countries. Maternal age is known to be a major risk factor associated with IUGR, therefore, research on the relationship between gestational age and IUGR is crucial to support more effective prevention and treatment efforts in Indonesia. The aim of this study was to determine the relationship between maternal age and IUGR at Dr. Moewardi Regional General Hospital. Methods. This study employed a cross-sectional approach. Sixty-seven pregnant women, selected based on inclusion and exclusion criteria, whose deliveries took place at Dr. Moewardi Regional Hospital between January and December 2024, participated in this study. Secondary data were obtained from medical records and then analyzed using chi-square and logistic regression tests. The Result of 67 subjects, 35 (52.2%) delivered babies with IUGR and 32 (47.8%) non-IUGR[3]. Mothers with risk age had 14.286 times higher odds of delivering babies with IUGR compared to non-risk age (OR 14.286; 95% CI 4.397–46.413; p=0.000). Risk interpregnancy interval also showed significant association with IUGR (OR 12.632; 95% CI 2.606–61.222; p=0.000). Parity, nutritional status, and comorbidities did not show significant association with IUGR. Conclusion: Maternal age is significantly related to IUGR incidence. Pregnant women with risk age require more intensive antenatal monitoring to detect fetal growth disorders early.