Toisuta, Jakson Sespa
Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Gereja Metaverse: Ancaman Serta Peluang Terhadap Misi dan Pertumbuhan Gereja Toisuta, Jakson; Tankoma, Rudy; Angdry, Teddy; Pardede, Nurmalia
Jurnal Apokalupsis Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Apokalupsis
Publisher : STT Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52849/apokalupsis.v16i1.251

Abstract

Churches in the virtual digital world, known as metaverse churches, still generate pros and cons. Some groups accept them, while others disagree because metaverse churches are considered incompatible with the word of God. This study aims to provide an analysis of how we, as God's people, should view and interpret the emergence of the metaverse church, not merely as a threat, but also as an opportunity for spreading the church's mission and ministry. The research method used is descriptive qualitative with a library research approach. The primary data sources are various books, scientific journal articles, internet articles, Google Books, seminar materials, and the Bible. This study shows that church ministry and mission through the metaverse church platform can be an open opportunity for church ministry and mission, namely that the metaverse church can be a place or means of worship for those who cannot physically attend a conventional church, a place to become a universal church for all circles, and an option for worship for churches that often experience persecution in the real world
Etika Terapan Kristen di Era Digital: Fondasi Teologis dan Transformasi Moral-Sosial Toisuta, Jakson Sespa
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v4i1.63

Abstract

Abstract: The digital era has significantly reshaped the moral and social dynamics of human life. Rapid advances in information technology expand access to knowledge and communication while simultaneously generating moral, social, and spiritual challenges that threaten the integrity of faith and human dignity. This article examines these crises and proposes a theological response through the lens of Christian applied ethics. Employing a qualitative library research and a theological–conceptual approach, the study highlights core ethical principles rooted in God’s love, justice, and the transformative work of the Holy Spirit as a foundation for navigating digital disruption. The findings show that Christian applied ethics provides a practical framework for believers to embody Kingdom values in digital spaces through ethical and incarnational witness. The church and Christian communities are encouraged to utilise digital platforms for contextual ministry and mission. In Christian religious education (PAK), integrating digital ethics is essential for fostering character formation, moral awareness, and ethical responsibility within the digital generation. Overall, Christian applied ethics offers not only a response to emerging moral and social challenges but also a pathway for spiritual renewal in an evolving digital landscape. Abstrak: Era digital membawa dampak signifikan terhadap kehidupan moral dan sosial umat manusia. Perkembangan teknologi informasi yang cepat tidak hanya membuka akses pengetahuan dan komunikasi, tetapi juga memunculkan krisis moral, sosial, dan spiritual yang mengancam integritas iman dan kemanusiaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis krisis moral dan sosial dalam era digital serta menawarkan respons teologis melalui perspektif etika terapan Kristen. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif studi pustaka (library research) dan pendekatan teologis-konseptual, penelitian ini menelusuri prinsip dan dasar etika Kristen yang bersumber pada kasih Allah, keadilan, dan karya Roh Kudus sebagai landasan transformatif dalam menghadapi disrupsi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika terapan Kristen berfungsi sebagai pedoman praksis bagi umat percaya untuk menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah di dunia digital melalui kesaksian hidup yang inkarnasional dan etis. Gereja dan komunitas Kristen dipanggil untuk memanfaatkan ruang digital sebagai wadah pelayanan dan misi yang kontekstual. Dalam konteks pendidikan agama Kristen (PAK), integrasi etika digital menjadi strategi penting dalam pembentukan karakter, kesadaran moral, dan tanggung jawab etis generasi digital. Dengan demikian, etika terapan Kristen bukan hanya respons terhadap krisis moral dan sosial, tetapi juga menjadi sarana pembaruan dan transformasi spiritual bagi umat di tengah realitas digital yang terus berkembang
Rekonstruksi Pendidikan Agama Kristen di Era Kontemporer: Kajian Teologis dan Pedagogis Toisuta, Jakson Sespa
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v10i1.935

Abstract

Perubahan sosial, budaya, dan teknologi di era kontemporer menghadirkan tantangan serius bagi pendidikan agama Kristen, baik dalam aspek teologis maupun pedagogis. Digitalisasi, pluralitas nilai, dan fragmentasi identitas memengaruhi cara peserta didik memahami iman, makna hidup, dan orientasi moral, sementara praktik pendidikan agama Kristen konvensional masih cenderung berorientasi kognitif, bersifat satu arah, dan kurang kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi Pendidikan Agama Kristen melalui pendekatan teologis dan pedagogis yang integratif agar tetap relevan dan transformatif di tengah dinamika zaman. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kajian teoretis terhadap literatur teologi dan Pendidikan Agama Kristen, khususnya dalam konteks Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa rekonstruksi pendidikan agama Kristen perlu berlandaskan paradigma inkarnasi, teologi kontekstual, dan spiritualitas transformatif, serta diwujudkan melalui pergeseran pedagogis dari orientasi kognitif menuju formasi iman yang dialogis dan kontekstual. Rekonstruksi ini menegaskan peran pendidik pendidikan agama Kristen sebagai formator iman dan fasilitator refleksi iman peserta didik. Artikel ini berkontribusi secara teoretis dalam memperkaya diskursus Pendidikan Agama Kristen di Indonesia dan memberikan dasar konseptual bagi pengembangan praktik PAK yang relevan dan berkelanjutan di era kontemporer.