Toisuta, Jakson Sespa
Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Gereja Metaverse: Ancaman Serta Peluang Terhadap Misi dan Pertumbuhan Gereja Toisuta, Jakson; Tankoma, Rudy; Angdry, Teddy; Pardede, Nurmalia
Jurnal Apokalupsis Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Apokalupsis
Publisher : STT Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52849/apokalupsis.v16i1.251

Abstract

Churches in the virtual digital world, known as metaverse churches, still generate pros and cons. Some groups accept them, while others disagree because metaverse churches are considered incompatible with the word of God. This study aims to provide an analysis of how we, as God's people, should view and interpret the emergence of the metaverse church, not merely as a threat, but also as an opportunity for spreading the church's mission and ministry. The research method used is descriptive qualitative with a library research approach. The primary data sources are various books, scientific journal articles, internet articles, Google Books, seminar materials, and the Bible. This study shows that church ministry and mission through the metaverse church platform can be an open opportunity for church ministry and mission, namely that the metaverse church can be a place or means of worship for those who cannot physically attend a conventional church, a place to become a universal church for all circles, and an option for worship for churches that often experience persecution in the real world
Etika Terapan Kristen di Era Digital: Fondasi Teologis dan Transformasi Moral-Sosial Toisuta, Jakson Sespa
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v4i1.63

Abstract

Abstract: The digital era has significantly reshaped the moral and social dynamics of human life. Rapid advances in information technology expand access to knowledge and communication while simultaneously generating moral, social, and spiritual challenges that threaten the integrity of faith and human dignity. This article examines these crises and proposes a theological response through the lens of Christian applied ethics. Employing a qualitative library research and a theological–conceptual approach, the study highlights core ethical principles rooted in God’s love, justice, and the transformative work of the Holy Spirit as a foundation for navigating digital disruption. The findings show that Christian applied ethics provides a practical framework for believers to embody Kingdom values in digital spaces through ethical and incarnational witness. The church and Christian communities are encouraged to utilise digital platforms for contextual ministry and mission. In Christian religious education (PAK), integrating digital ethics is essential for fostering character formation, moral awareness, and ethical responsibility within the digital generation. Overall, Christian applied ethics offers not only a response to emerging moral and social challenges but also a pathway for spiritual renewal in an evolving digital landscape. Abstrak: Era digital membawa dampak signifikan terhadap kehidupan moral dan sosial umat manusia. Perkembangan teknologi informasi yang cepat tidak hanya membuka akses pengetahuan dan komunikasi, tetapi juga memunculkan krisis moral, sosial, dan spiritual yang mengancam integritas iman dan kemanusiaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis krisis moral dan sosial dalam era digital serta menawarkan respons teologis melalui perspektif etika terapan Kristen. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif studi pustaka (library research) dan pendekatan teologis-konseptual, penelitian ini menelusuri prinsip dan dasar etika Kristen yang bersumber pada kasih Allah, keadilan, dan karya Roh Kudus sebagai landasan transformatif dalam menghadapi disrupsi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika terapan Kristen berfungsi sebagai pedoman praksis bagi umat percaya untuk menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah di dunia digital melalui kesaksian hidup yang inkarnasional dan etis. Gereja dan komunitas Kristen dipanggil untuk memanfaatkan ruang digital sebagai wadah pelayanan dan misi yang kontekstual. Dalam konteks pendidikan agama Kristen (PAK), integrasi etika digital menjadi strategi penting dalam pembentukan karakter, kesadaran moral, dan tanggung jawab etis generasi digital. Dengan demikian, etika terapan Kristen bukan hanya respons terhadap krisis moral dan sosial, tetapi juga menjadi sarana pembaruan dan transformasi spiritual bagi umat di tengah realitas digital yang terus berkembang
Rekonstruksi Pendidikan Agama Kristen di Era Kontemporer: Kajian Teologis dan Pedagogis Toisuta, Jakson Sespa
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v10i1.935

Abstract

Perubahan sosial, budaya, dan teknologi di era kontemporer menghadirkan tantangan serius bagi pendidikan agama Kristen, baik dalam aspek teologis maupun pedagogis. Digitalisasi, pluralitas nilai, dan fragmentasi identitas memengaruhi cara peserta didik memahami iman, makna hidup, dan orientasi moral, sementara praktik pendidikan agama Kristen konvensional masih cenderung berorientasi kognitif, bersifat satu arah, dan kurang kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi Pendidikan Agama Kristen melalui pendekatan teologis dan pedagogis yang integratif agar tetap relevan dan transformatif di tengah dinamika zaman. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kajian teoretis terhadap literatur teologi dan Pendidikan Agama Kristen, khususnya dalam konteks Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa rekonstruksi pendidikan agama Kristen perlu berlandaskan paradigma inkarnasi, teologi kontekstual, dan spiritualitas transformatif, serta diwujudkan melalui pergeseran pedagogis dari orientasi kognitif menuju formasi iman yang dialogis dan kontekstual. Rekonstruksi ini menegaskan peran pendidik pendidikan agama Kristen sebagai formator iman dan fasilitator refleksi iman peserta didik. Artikel ini berkontribusi secara teoretis dalam memperkaya diskursus Pendidikan Agama Kristen di Indonesia dan memberikan dasar konseptual bagi pengembangan praktik PAK yang relevan dan berkelanjutan di era kontemporer.
Pendidikan Kristiani sebagai pembentukan habitus etis: Trialektika Dallas Willard, James K. A. Smith, dan Pierre Bourdieu dalam konteks digital Indonesia Toisuta, Jakson Sespa; Pheanto, Yuli
KURIOS Vol. 11 No. 1: April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i1.1114

Abstract

Christian Education (CE) in the digital age faces a fundamental anthropological crisis: the dominant paradigm that conceives of humans as thinking things fails to reach the most formative layers of human existence, desires, habits, and dispositions internalized through repeated practice. Three paradigmatic reductions deepen this crisis: cognitivism, moralism, and rootless activism, all of which are intensified by the colonization of desire through digital platform algorithms. This article reconstructs CE as the formation of ethical habitus through a critical trialectic of Dallas Willard, James K. A. Smith, and Pierre Bourdieu. Willard contributes the dimension of spiritual intentionality through spiritual disciplines and the VIM thesis; Smith contributes liturgical affectivity through the liturgical animal anthropology and cultural liturgies; Bourdieu contributes socio-critical analysis through habitus, field, and capital. Employing a constructive, practical theological approach, the article argues that this triad reads the digital age as a new formative field that demands counter-for-mation praxis while opening critical dialogue with Indonesian local wisdom as resonant, thick traditions.   Abstrak Pendidikan Kristiani (PK) di era digital menghadapi krisis antropologis yang mendasar: paradigma dominan yang memandang manusia sebagai thinking thing gagal menyentuh lapisan paling formatif keberadaan, yaitu kerinduan, kebiasaan, dan disposisi yang terinternalisasi melalui praktik berulang. Tiga reduksi paradigmatik memperdalam krisis ini: kognitivisme, moralisme, dan aktivisme tanpa akar, yang semuanya diperparah oleh kolonisasi desire oleh algoritma platform digital. Artikel ini merekonstruksi PK sebagai pembentukan habitus etis melalui trialektika kritis Dallas Willard, James K. A. Smith, dan Pierre Bourdieu. Willard menyumbang dimensi intensionalitas spiritual melalui spiritual disciplines dan tesis VIM; Smith menyumbang dimensi afektivitas liturgis melalui antropologi liturgical animal dan cultural liturgies; Bourdieu menyumbang analisis sosiologis-kritis melalui kerangka habitus, field, dan kapital. Menggunakan pendekatan teologi praktis konstruktif, artikel ini berargumentasi bahwa trialektika ini membaca era digital sebagai field formatif baru yang menuntut praksis counter-formation, sekaligus membuka dialog dengan kearifan lokal Indonesia sebagai thick traditions yang resonan.
MENDIDIK IMAN DI DUNIA VIRTUAL: KAJIAN TEOLOGIS TERHADAP STRATEGI PENDIDIKAN KRISTEN MODERN Jakson Sespa Toisuta
Parakletos : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2 No 1 (2025): Menghadirkan Teologi ditengah Keberagaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Imanuel Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan iman Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teologis strategi pendidikan iman di dunia virtual, dengan fokus pada tantangan dan peluang yang dihadapi dalam konteks pendidikan Kristen modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur (literature review). Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder berupa Alkitab, literatur teologi Kristen, jurnal nasional bereputasi, buku, dan artikel terkait pendidikan iman digital. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menitikberatkan pada prinsip-prinsip teologis, praktik pendidikan iman, serta dampak penggunaan media digital dalam pengalaman rohani. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun teknologi digital membuka akses yang lebih luas dan fleksibilitas dalam pendidikan iman, terdapat tantangan dalam mempertahankan kedalaman relasi spiritual, pembentukan karakter, dan pengalaman inkarnasional. Oleh karena itu, teknologi harus diposisikan sebagai alat pendukung yang memperkuat komunitas dan pendampingan rohani, bukan sebagai pengganti kehadiran nyata. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara pendekatan teologis dan adaptasi teknologi dalam mengembangkan strategi pendidikan iman yang relevan dan transformatif di dunia virtual.
Pendidikan Agama Kristen Sebagai Upaya Pembentukan Etika Digital Peserta Didik Di Era Media Sosial Jakson Sespa Toisuta; Yuli Pheanto; Rosnia Pasaribu
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v6i1.171

Abstract

Perkembangan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi peserta didik, namun juga memunculkan berbagai persoalan etika digital seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, serta penggunaan bahasa yang tidak santun. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pembinaan kesadaran etika dalam penggunaan media sosial oleh generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk etika digital peserta didik di era media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research) melalui analisis berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen memiliki peran penting dalam membentuk etika digital peserta didik melalui integrasi nilai-nilai etika Kristen dalam pembelajaran. Nilai-nilai seperti kasih, kejujuran, tanggung jawab, kerendahan hati, dan penguasaan diri menjadi dasar moral yang membimbing peserta didik dalam berinteraksi di ruang digital. Selain itu, keteladanan guru serta pendekatan pembelajaran yang kontekstual juga berperan dalam menumbuhkan kesadaran moral peserta didik dalam menggunakan media sosial secara bijaksana. Dengan demikian, Pendidikan Agama Kristen tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengajaran nilai-nilai iman, tetapi juga sebagai upaya pembentukan karakter digital peserta didik agar mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan mencerminkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan digital.Kata kunci: Pendidikan Agama Kristen, etika digital, media sosial, karakter Kristen, peserta didik.