Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengolahan Limbah Kulit Buah menjadi Eco-Enzyme pada Siswa SMKN 10 Merangin Viza, Rivo Yulse; Sisca, Vivi; Handayani, Pitri; Ratih, Arista
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v3i2.2506

Abstract

Fruit peel waste, so that it is not problematic for the environment and health, can be used as a source of eco enzyme raw materials, which are the result of fermentation of fruit/vegetable residue, sugar, and water. Eco enzymes can be made by mixing organic waste, such as fruit and vegetable waste, with sugar and water in a ratio of 3: 1: 10. Basically, all fruit and vegetable waste can be used as raw material for making eco enzymes. The service activity of processing fruit peel waste into Eco-enzyme invites students to handle waste in a simple way around the school. This service activity is carried out through group practice. Making eco enzyme invites students to use this liquid as a natural cleanser, one of the experiments to handle the waste. Using fruit peel waste as an eco enzyme as an alternative to cleaning fluid adds insight and skills in processing fruit peel waste into cleaning fluid.
Effect of Sodium Citrate and Urea as Additive on the Synthesis of Hydroxyapatite from Blood Cockle Shells: Kinetics and Adsorption Isotherms Study of Coomassie Brilliant Blue Putri, Dhea Rahmanda; Jamarun, Novesar; Septiani, Upita; Sisca, Vivi
Indonesian Journal of Chemistry Vol 25, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.102465

Abstract

Hydroxyapatite (HAp) was synthesized from blood cockle shell waste by the sol-gel method, incorporating sodium citrate and urea as additives for Coomassie brilliant blue (CBB) adsorption. The synthesis included HAp without additives (HAp 1) and with 30 g/L of urea and varying sodium citrate concentrations of 0 (HAp 2), 0.1 (HAp 3), 0.2 (HAp 4), 0.3 (HAp 5), 0.4 (HAp 6), and 0.5 (HAp 7) g/L. HAp 4 showed the highest adsorption capacity at 96.60 mg/g. FTIR analysis of HAp 4 revealed adsorption bands for O−H and PO43− groups. XRD analysis indicated a crystal size of 24.55 nm with low crystallinity. SEM-EDS analysis showed a Ca/P ratio of 1.28, with an irregular shape due to agglomeration and an average particle size of 1.16 µm. SAA analysis found a surface area of 107.18 m2/g, a pore size of 12.55 nm, and a pore volume of 0.36 cm3/g. HAp 4 followed the Langmuir and pseudo-second-order isotherm models in CBB adsorption and demonstrated five-time reusability, proving it to be an effective adsorbent for CBB dyes.
PENENTUAN KUALITAS AIR MINUM ISI ULANG TERHADAP KANDUNGAN NITRAT, BESI, MANGAN, KEKERUHAN, Ph, BAKTERI E.coli DAN COLIFORM Sisca, Vivi
Chempublish Journal Vol. 1 No. 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.983 KB)

Abstract

Air minum adalah air yang digunakan untuk konsumsi manusia. Menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum antara lain tidak berasa,tidak berbau,tidak berwarna, dan tidak mengandung logam-logam berat. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, namun terdapat resiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri atau zat-zat berbahaya . Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100oC, banyak zat berbahaya , terutama logam tidak dapat dihilangkan dengan cara ini. Sejalan dengan kemajuan dan peningkatan taraf kehidupan, maka jumlah penyediaan air selalu meningkat, akibatnya kegiatan untuk pengadaan sumber-sumber air baru setiap saat terus dilakukan. Air tawar bersih yang layak minum, kian langka di perkotaan. Air tanah sudah tidak aman dijadikan bahan air minum karena telah terkontaminasi rembesan dari tangki septic tank maupun air permukaan. Hal tersebutlah yang membuat depot-depot air minum isi ulang bermunculan, air minum yang bisa diperoleh depot-depot ini harganya bisa sepertiga lebih murah dari produk air minum dalam kemasan yang bermerek, yang juga disebut berasal dari mata air yang bersih dan berasal dari air pegunungan. Tidak heran kalau air minum isi ulang banyak diminati oleh konsumen. Keberadaan depot air minum isi ulang semakin meningkat sejalan dengan dinamika keperluan masyarakat terhadap air minum yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi. Namun tidak semua depot air minum isi ulang terjamin keamanan produknya, karena sebagian depot-depot tersebut belum terdaftar di Departemen Kesehatan Oleh karena itu, untuk mengetahui secara persis apakah air depot tersebut layak minum atau tidak, memang perlu dilakukan melalui pengujian laboratorium.Berdasarkan hal tersebut diatas , maka dilakukan uji bakteriologis , pH, kekeruhan, nitrat, logam besi dan mangan pada air minum isi ulang pada beberapa depot  yang ada di kota Bukittinggi. Penelitian ini dilakukan di laboratorium kimia analitik jurusan kimia fakultas matematika dan Ilmu pengetahuan alam universitas andalas padang. Sampel yang dianalisa diambil dari air minum isi ulang pada depot-depot sebagai berikut: Sampel 1 : di daerah Tengah Sawah, Sampel 2 : di daerah Tigo baleh, Sampel 3 : di daerah Bukit Apit, Sampel 4 : di daerah Birugo. Cara Kerja : Penentuan pH, Penentuan Kekeruhan, Penentuan Nitrat, Penentuam Besi dan Mangan, Penentuan E.coli dan Coliform dirujuk kepada tabel MPN (Angka Paling Mungkin) dengan 7 tabung seri 5-1-1 Ditinjau dari variai waktu : Konsentrasi nitrat, Bakteri E.Colidan coliform makin meningkat, dan kandungan kekeruhan menurun, sedangkan untuk konsentrasi besi, mangan dan pH tidak mengalami perubahan.Dari semua parameter yang telah diuji untuk masing-masing sampel sampai dengan minggu kedelapan, ternyata masih berada dibawah ambang batas yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI No.492/MenKes/SK/VII/2010, kecuali kandungan E.coli dan Coliform melewati ambang batas yang telah ditetapkan. Kata Kunci : Air minum Isi Ulang