Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Survei Sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan Toko Roti Ciliwung Jember Avita Amalina; Firjoun Ali Muhammad; Erwan Widiyatmoko; Yunita Satya Pratiwi
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 8 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4831.141 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i8.171

Abstract

Kualitas makanan sebagai kebutuhan dasar manusia perlu ditingkatkan melalui survei sanitasi tempat pengelolaan makanan dan minuman untuk mencegah terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan seperti food borne disease.Pengawasan terkait higiene dan sanitasi makanan perlu dilakukan sebagai dasar penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sanitasi tempat pengelolaan makanan di toko roti ciliwung jember.Penelitian kuantitatif dilakukan dengan desain observasional deskriptif. Penelitian berlokasi di Toko Roti Ciliwung yang berada di Jalan Ciliwung Nomor 26 Kecamatan Patrang Kabupaten Jember, Jawa Timur. Secara keseluruhan, jumlah total skor penilaian sanitasi tempat pengelolaan makanan di Toko Roti Ciliwung sebesar 8.670 dari skor maksimal adalah 10.000 dengan bobot total 100. Persentase total yang diperoleh pada sanitasi tempat pengelolaan makanan di Toko Roti Ciliwung adalah 86,7%. Artinya persentase ≥ 75% telah memenuhi syarat sanitasi. Meskipun telah memenuhi syarat sanitasi, upaya perbaikan terhadap beberapa variabel yaitu konstruksi, fasilitas sanitasi, dapur, ruang makan, kursus penyehatan makanan, serta sertifikat kesehatan karyawan.
Hubungan Kualitas Air Konsumsi, Higiene, dan Sanitasi Rumah Tangga dengan Kejadian Stunting (Studi Case Control Pada Balita Stunting di Kabupaten Lumajang) Avita Amalina; Leersia Yusi Ratnawati; Candra Bumi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 22, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.22.1.28-37

Abstract

Latar Belakang: Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 menunjukkan prevalensi Balita stunting di Indonesia sebesar 24,4%. Kabupaten Lumajang urutan ke-4 prevalensi tertinggi stunting sebesar 30,1% di Jawa Timur. Kasus diare juga meningkat dalam 4 tahun terakhir dan merupakan penyebab mortalitas terbanyak pada bayi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan kualitas air konsumsi, higiene, dan sanitasi rumah tangga dengan kejadian stunting di Kabupaten Lumajang.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain studi kasus-kontrol. Populasi seluruh rumah tangga Balita stunting dan non stunting usia 25-59 bulan di Kabupaten Lumajang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2022 di Puskesmas Rogotrunan, Tekung, Sumbersari, Gucialit, Padang, Bades, Kedungjajang, Klakah. Pengambilan sampel dengan proportional stratified random sampling menghasilkan 82 responden (masing-masing 41 pada kelompok kasus dan kontrol). Analisis dengan uji  bivariat chi-square.Hasil: Balita stunting dengan berat badan kurang memiliki riwayat diare berulang lebih banyak daripada Balita non stunting. Kualitas air konsumsi pada kelompok kasus dan kontrol tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Praktik BABdi sungai pada kelompok kasus (19,5%) lebih banyak dari kelompok kontrol (4,9%). Analisis bivariat berat badan balita berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p-value 0,001, contingency coefficient 0,508) sedangkan kualitas air konsumsi (p-value 1,000), higiene (p-value 0,286), dan sanitasi rumah tangga (p-value 0,196) tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Praktik BAB dalam indikator higiene rumah tangga berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p value 0,043, contingency coefficient 0,218).Simpulan: Indikator berat badan dan praktik BAB menjadi faktor risiko penyebab diare pada balita stunting usia 25-59 bulan di Kabupaten Lumajang. ABSTRACT Title: Relationship of Consumable Water Quality, Hygiene, and Household Sanitation with Stunting Incidence (Case Control Study on Stunting Toddlers in Lumajang District)Background: : Data  from the 2021 Indonesia Nutrition Status Study (SSGI) shows that the prevalence of stunting among children under five in Indonesia is 24.4%. Lumajang Regency ranks 4th with the highest prevalence of stunting at 30.1% in East Java. Cases of diarrhea have also increased in the last 4 years and are the most common cause of infant mortality.  The aim of this study was to analyze the relationship between the the quality of drinking water, hygiene, and household sanitation and the incidence of stunting  in  Lumajang Regency.Method: Quantitative study with a case-control study design. The population of all stunted and non-stunted toddler households aged 25–59 months in Lumajang Regency. The research was carried out from July to August 2022 at the Rogotrunan Health Center in Tekung, Sumbersari, Gucialit, Padang, Bades, Kedungjajang, and Klakah. Sampling by proportional stratified random sampling yielded 82 respondents (41 each in the case and control groups). Analysis with a chi-square bivariate test.Result: Stunted toddlers with low body weight have a higher history of recurrent diarrhea than non-stunted toddlers. The quality of the drinking water in the case and control groups was odorless, colorless, and tasteless. The practice of defecating in the river in the case group (19.5%) was more common than in the control group (4.9%). Bivariate analysis of under-five weight was significantly related to the incidence of stunting (p-value 0.001, contingency coefficient 0.508), while the quality of drinking water (p-value 1.000), hygiene (p-value 0.286), and household sanitation (p-value 0.196) were not related to stunting. The practice of defecation in household hygiene indicators is significantly related to the incidence of stunting (p-value 0.043, contingency coefficient 0.218).Conclusion: Weight indicators and bowel habits are risk factors for causing diarrhea in stunted toddlers aged 25–59 months in Lumajang Regency.
Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencegahan Penyakit Diare dengan Pengelolaan Bank Sampah di Desa Plumbon Gambang Nurmayanti, Demes; Sari, Ernita; Kriswandana, Ferry; Marlik, Marlik; Amalina, Avita; Setiawan, Mahawiraja
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17475

Abstract

ABSTRAK Desa Plumbon Gambang Kabupaten Jombang menghadapi masalah timbulan sampah yang signifikan akibat dari aktivitas industri manik-manik dan kunjungan turis. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemilahan dan pengelolaan sampah menyebabkan tingginya insiden penyakit seperti diare. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat di desa ini bertujuan untuk membentuk organisasi bank sampah dan meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah menggunakan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Metode yang digunakan adalah penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memilah sampah, pendampingan dalam pembentukan organisasi bank sampah, dan pelatihan kepada pengelola bank sampah dalam melakukan pemilahan sampah. Hasil setelah sosialisasi, terdapat peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata nilai 53 menjadi 73 dan telah terbentuk organisasi bank sampah. Kesimpulannya bank sampah yang terbentuk memiliki struktur lengkap dan diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah serta meningkatkan ekonomi lokal melalui pengelolaan sampah yang lebih efektif. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Bank Sampah, 3R, Penyakit Diare ABSTRACT Plumbon Gambang Village in Jombang Regency faces significant waste generation problems due to the bead industry and tourist visits. The community's lack of knowledge about waste sorting and management has led to high incidences of diseases such as diarrhea. Purpose Community service activities in the village aim to establish a waste bank organization and raise awareness and knowledge about waste management using the 3R method (Reduce, Reuse, Recycle). The methods were counseling to increase community knowledge in sorting waste, assistance in forming waste bank organizations, and training for waste bank managers in sorting waste. Result There was an increase in participants' knowledge from an average score of 53 to 73 and a waste bank organization was formed. Conclusion The waste bank organization that was formed has a complete structure and is expected to be able to reduce waste accumulation and improve the local economy through more effective waste management. Keywords: Waste Management, Waste Bank, 3R, Diarrhea
Relationship Between Age, Work Period, Work Load with Work-Realted Stres (Study on Education Personnel at the Directorate od Health Polytechnic, Ministry of Health, Surabaya in 2025) Septia Dwi Cahyaningtyas; Winarko Winarko; Winarko Winarko; Avita Amalina; Demes Nurmayanti
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkt.v17i1.654

Abstract

Work stress can be experienced by every worker, including educational staff, and can disrupt health, thereby reducing work productivity. Work stress can be influenced by many factors, both internal, external, and worker-related factors. This study aims to analyze the relationship between age, length of service, and workload with the level of work stress among educational staff at the Directorate of Poltekkes Kemenkes Surabaya in 2025. The method used in this study is an analytical observational approach with a cross-sectional design. The sample size of 63 educational staff was randomly taken from 74 educational staff. The research results show that 100% of educational staff experience stress, with the highest being 100% experiencing work-related stress, with 4.8% in severe condition and 52.4% in moderate condition. Additionally, 92.1% are over 30 years old, 65.1% have worked for ≥ 5 years, and 65.1% have a high workload. It is concluded that work experience and workload have a significant relationship with work stress (p < 0.05), while age has no relationship with work stress (p > 0.05). It is recommended to conduct monitoring and evaluation of work stress every 6 months, and recreational activities annually.