Aziz, Muhammad Faisal
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Reclamation and Sovereignty: Indonesia's Diplomatic Efforts in Resolving Maritime Boundary Disputes with Singapore Amalia, Rizki Septin; Aziz, Muhammad Faisal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini mengkaji upaya diplomatik Indonesia dalam menyelesaikan sengketa batas maritim dengan Singapura, yang dipicu oleh aktivitas reklamasi pantai Singapura. Reklamasi tersebut telah menimbulkan kekhawatiran atas kedaulatan, karena berpotensi mengubah batas teritorial dan melemahkan hak kedaulatan Indonesia, khususnya di bidang kendali wilayah udara, akses sumber daya alam, dan keamanan maritim. Berpedoman pada prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982, Indonesia menekankan negosiasi damai dan diplomasi bilateral untuk menyelesaikan masalah tersebut. Studi ini menyoroti tantangan Indonesia dalam negosiasi batas maritim akibat perbedaan interpretasi hukum maritim internasional dan kepentingan ekspansionis Singapura yang terus-menerus. Studi ini juga menguraikan tahapan negosiasi diplomatik antara kedua negara, termasuk kesepakatan tentang batas laut tengah, barat, dan timur. Dengan menganalisis dimensi hukum dan diplomatik dari sengketa tersebut, makalah ini menggarisbawahi pentingnya norma-norma internasional, dialog yang berkelanjutan, dan kepentingan strategis integritas teritorial dalam kebijakan luar negeri Indonesia.
STUDI KELAYAKAN USAHA DAN ANALISIS SWOT SEBAGAI UPAYA DALAM MENGEMBANGKAN UMKM TEMPE UCUP DI KOTA SERANG Fathurrohman, Muhammad Khaeru; Hadi, Abdullah; Aziz, Muhammad Faisal; Ahyakudin
Applied Research in Management and Business Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi, Bisnis dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/arimbi.v5i2.354

Abstract

Along with the competition of similar businesses in the market, UMKM Tempe Ucup began to feel that there was no significant increase (the same) in the production carried out every day. This study aims to analyze the feasibility study and SWOT analysis on Tempe Ucup MSME in Serang City. This type of research is descriptive qualitative research. Data collection is done through observation, interviews, and documentation. Non-financial and financial feasibility are part of the data analysis technique. The findings of this study indicate that Tempe Ucup MSME is not yet feasible in terms of legal and market aspects. However, in terms of financial aspects, it is considered feasible from the Profitability Index (PI) value of 6.93 > 1, which means it is profitable. SWOT analysis has been identified in the SWOT matrix of 4 strategies, namely Strengths-Opportunities (S-O), Weaknesses-Opportunities (W-O), Strengths-Threats (S-T), and Weaknesses-Threats (W-T). The business feasibility study and SWOT analysis are considered to be able to contribute positively to Tempe Ucup MSMEs in business development to face similar business competition in the market.
Masa Depan Global Governance: Perspektif BRICS dalam Tata Kelola Ekonomi Dunia Aziz, Muhammad Faisal; Amalia, Rizki Septin
KINERJA Vol 22 No 4 (2025): November
Publisher : FEB Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkin.v22i4.15534

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kontribusi BRICS dalam menangani ekonomi dunia yang semakin kompleks akibat dampak globalisasi dan kemajuan teknologi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif. Teori tata kelola global menjadi landasan dalam menjelaskan kontribusi BRICS, dengan penekanan pada pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah dalam sistem global. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa meskipun BRICS menghadapi isu internal seperti ketidakseimbangan kekuatan dan perselisihan politik antar negara, kelompok ini masih memiliki potensi besar untuk memperbaiki lembaga internasional dan mempromosikan sistem ekonomi yang lebih adil serta inklusif bagi semua pihak