Kristiantoro, Sony
Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERSPEKTIF SPIRITUALITAS REMAJA KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA DI HKBP SIGUMPAR Nadapdap, Misna Linika; Julianto, Simon; Kristiantoro, Sony
Jurnal STT Gamaliel Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Gamaliel Vol. 6 No. 1 Maret 2024
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v6i1.254

Abstract

Perceraian merupakan salah satu peristiwa yang berdampak besar dalam kehidupan remaja, termasuk spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji dampak perceraian terhadap spiritualitas remaja di HKBP Sigumpar dari perspektif spiritualitas. Pendekatan penelitian yaitu deskriptip kualitatif dengan metode wawancara empat remaja berusia 13-19 tahun korban perceraian orangtua, dua orang pendeta, dan satu orang penatua. Temuan penelitian ini menunjukkan perceraian mempunyai dampak pada dimensi spiritualitas remaja, yaitu mempengaruhi partisipasi remaja dalam kegiatan-kegiatan gereja dan mengubah pandangan mereka tentang Tuhan, menutup diri, serta pasif dalam peribadatan. Dampak lain yang muncul adalah perasaan kehilangan, stres, pudarnya pencarian makna dan tujuan hidup. Dari perceraian orangtua, penulis menemukan dua hal, yaitu; perceraian mengakibatkan spiritualitas remaja menurun dengan menganggap bahwa Tuhan itu jahat (strategi coping religious negatif). Karena itu, gereja hadir dengan memberi pendampingan melalui firman Tuhan dan penguatan agar remaja mengalami peningkatan spiritualitas yang baik, yaitu dengan mendekatkan diri kepada Tuhan (strategi coping religius positif).
Community-Based Strategies for Countering Fundamentalism, Radicalism, and Terrorism Kristiantoro, Sony
Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/rjsalb.v9i1.8781

Abstract

This study examines the role of community structures in preventing the emergence and growth of Fundamentalism, Radicalism, and Terrorism (FRT) using Cherian George’s Assertive Pluralism theory as its conceptual framework. The relevance of this research lies in the increasing challenges to social cohesion in pluralistic settings, including spatial segregation and exclusivist narratives that have the potential to fuel radicalisation. Employing a qualitative approach, the study draws on literature review, in-depth interviews, and field observations, focusing on an interfaith cooperation model developed in Salatiga City, Central Java, by the Salatiga Church Cooperation Agency (BKGS) in partnership with Muslim and Christian community networks. The findings reveal three main points. First, community-based organizations such as BKGS, Banser NU, Forum Hati Beriman, and the Interfaith Young Friends Movement (Gerakan Sobat Muda Lintas Iman) play a central role in fostering trust, solidarity, and mutual respect through interfaith collaboration in religious events, public services, and humanitarian programs. Second, interfaith education initiatives by UIN Salatiga and UKSW—through the integration of Islamology courses, halal studies, and the Kampus Kebangsaan program—strengthen interreligious understanding and engage students as agents of tolerance. Third, challenges remain, including the development of exclusive sharia housing, moral superiority narratives, rejection of interfaith activities, and weak assertiveness among local authorities, all of which can limit interfaith interaction and create fertile ground for radicalism. The study’s implications underscore the importance of synergy among four pillars—grassroots organizations, educational institutions, collaborative public initiatives, and responsive local governance—in community-based pre-conflict prevention. Its original contribution lies in the practical application of Assertive Pluralism in the Indonesian context, offering a conceptual model that can be replicated in other pluralistic regions to strengthen social resilience against FRT.
Peran Music Box terhadap Spiritualitas Jemaat di HKBP Tapian Nauli Resort Simpang Padang Duri dari Perspektif Gary Thomas Siburian, Heri Rikidi; Listya, Agastya Rama; Kristiantoro, Sony
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 5 No 2 (2025): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/3k10nr68

Abstract

HKBP Tapian Nauli mulai menggunakan music box dalam peribadahan umum, kebaktian lingkungan dan ibadah sekolah minggu semenjak tahun 2021. Sebelumnya ibadah diiringi dengan menggunakan instrumen organ, namun karena terjadi beberapa permasalahan yang mengganggu konsistensi jalannya peribadahan, seperti organis yang sering berhalangan hadir karena bekerja sebagai karyawan di sebuah pusat perbelanjaan, atau organis lainnya yang sering hadir terlambat, maka akhirnya diputuskan untuk menggunakan music box. Tujuan utama penggunaan music box tidak hanya sebagai medium alternatif untuk mengatasi hambatan dalam pelayanan musik, tetapi juga membangkitkan spiritualitas dan semangat jemaat dalam memahami dan menguasai melodi lagu yang akan dinyanyikannya, sehingga pada gilirannya membantu jemaat merasakan kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Tulisan ini terdiri atas tiga bagian besar, yaitu: 1)  pandangan jemaat terhadap music box menurut Gary Thomas; 2) fungsi dan pengaruh music box terhadap spiritualitas jemaat HKBP Tapian Nauli; dan 3) analisis dan pembahasan peran music box terhadap spiritualitas jemaat HKBP Tapian Nauli.