Simon Julianto
Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tinjauan Etika Kepemimpinan Kristen Terhadap Kolegialitas Pelayan Di GPIB ATK Ambarawa Paulin Maureel Titiheru; Irene Ludji; Simon Julianto
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 8, No 1 (2023): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2023
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v8i1.111

Abstract

Quality church service is closely related to the relationship between ministers. Relationships that are seen as unequal between ministers can negatively affect the quality of service in the church. This article discusses the impact of unequal relations between servants on service effectiveness and proposes the value of collegiality as the main principle that must be considered together. Collegiality is a sense of loyalty of friends to colleagues. The purpose of this study is to analyze leadership practices and the role of collegiality of servants in GPIB ATK Ambarawa from the perspective of Christian leadership ethics. The research method used is qualitative with a type of descriptive writing to make an accurate description of facts related to the phenomenon under investigation. The results of this study show that in terms of building collegiality relationships in terms of Christian leadership ethics, the servants at GPIB ATK Ambarawa, still need to improve their quality. This is because there are still some weaknesses in the collegiality relationship that exists between servants at GPIB ATK Ambarawa.Abstrak Pelayanan gereja yang berkualitas berhubungan erat dengan relasi antar pelayan. Relasi yang dipandang tidak setara antar pelayan dapat berdampak negatif terhadap kualitas pelayanan di gereja. Artikel ini membahas tentang dampak dari relasi yang tidak setara antar pelayan terhadap efektivitas pelayanan dan mengusulkan nilai kolegialitas sebagai prinsip utama yang harus diperhatikan bersama. Kolegialitas adalah rasa setia kawan terhadap teman sejawat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis praktik kepemimpinan dan peran kolegialitas pelayan di GPIB ATK Ambarawa dari perspektif etika kepemimpinan Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penulisan deskriptif untuk membuat deskripsi secara akurat mengenai fakta terkait fenomena yang diselidiki. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam hal membangun hubungan kolegialitas ditinjau dari etika kepemimpinan Kristen, para pelayan di GPIB ATK Ambarawa, masih perlu meningkatkan kualitasnya. Hal ini dikarenakan, masih ditemukannya beberapa kelemahan dalam hubungan kolegialitas yang terjalin antar pelayan di GPIB ATK Ambarawa.
PERSPEKTIF SPIRITUALITAS REMAJA KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA DI HKBP SIGUMPAR Nadapdap, Misna Linika; Julianto, Simon; Kristiantoro, Sony
Jurnal STT Gamaliel Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Gamaliel Vol. 6 No. 1 Maret 2024
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v6i1.254

Abstract

Perceraian merupakan salah satu peristiwa yang berdampak besar dalam kehidupan remaja, termasuk spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji dampak perceraian terhadap spiritualitas remaja di HKBP Sigumpar dari perspektif spiritualitas. Pendekatan penelitian yaitu deskriptip kualitatif dengan metode wawancara empat remaja berusia 13-19 tahun korban perceraian orangtua, dua orang pendeta, dan satu orang penatua. Temuan penelitian ini menunjukkan perceraian mempunyai dampak pada dimensi spiritualitas remaja, yaitu mempengaruhi partisipasi remaja dalam kegiatan-kegiatan gereja dan mengubah pandangan mereka tentang Tuhan, menutup diri, serta pasif dalam peribadatan. Dampak lain yang muncul adalah perasaan kehilangan, stres, pudarnya pencarian makna dan tujuan hidup. Dari perceraian orangtua, penulis menemukan dua hal, yaitu; perceraian mengakibatkan spiritualitas remaja menurun dengan menganggap bahwa Tuhan itu jahat (strategi coping religious negatif). Karena itu, gereja hadir dengan memberi pendampingan melalui firman Tuhan dan penguatan agar remaja mengalami peningkatan spiritualitas yang baik, yaitu dengan mendekatkan diri kepada Tuhan (strategi coping religius positif).
Model Disabilitas dan Implementasinya Terhadap Praktik Pelayanan Pastoral di Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Harisantoso, Imanuel Teguh; Julianto, Simon; Tamelab, Viktor Imanuel Salni Deki Kulis; Tinambunan, Boy Yohannes Mulana
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 9, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v9i2.1597

Abstract

Abstract. Implementing the disability model offers a new paradigm for pastoral ministry to individuals with disabilities within congregations. This study employs a qualitative approach by accurately detailing facts related to the phenomenon under investigation. The study’s results indicate that the disability model is a theoretical framework for understanding and addressing disability in pastoral ministry. The practices of the GKJW (Greja Kristen Jawi Wetan) implicitly incorporate the principles of a new friendship approach—known in Javanese as paseduluran (brotherhood)—and kinship in developing pastoral services for individuals with disabilities. Disability pastoral care is further conceptualized as both a physical and social space, facilitating communion and fostering the creation of meaning within pastoral relationships. This approach embodies forming a new community that includes the pastor, individuals with disabilities, and their families. It simultaneously becomes a space for holistic growth and the flourishing of the congregation as an integrated community.Abstrak. Implementasi model disabilitas dapat memberikan paradigma baru dalam pelayanan pastoral disabilitas di jemaat. Untuk menemukan problematika yang dimaksud, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menyusun deskripsi secara akurat mengenai fakta terkait fenomena yang diselidiki. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini antara lain: bahwa model disabilitas dapat menjadi kerangka teoritis dalam memahami dan melayani disabilitas. Secara tidak langsung GKJW mempraktikan pendekatan new friendship (Jawa: paseduluran = persaudaraan) dan kekeluargaan dalam mengembangkan pelayanan pastoral disabilitas. Pelayanan pastoral disabilitas juga dipahami sebagai ruang fisik dan ruang sosial, sebagai wahana persekutuan memproduksi makna hidup bagi relasi pastoral yang ada. Pastoral disabilitas merupakan perwujudan dari komunitas baru antara “pastor” dan disabilitas (dan keluarga disabilitas) yang dilayani dan sekaligus ruang bagi tumbuhnya komunitas sebagai pribadi yang utuh.