Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Prosedur Pemeriksaan Rodiografi Appendicografi pada Kasus Colic Abdomen di Unit Radiologi RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta Sari, Amanda; Putri, Aninda; Ramadhan, Ixshan Budi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13960

Abstract

Berdasarkan observasi yang penulis lakukan pada Bulan Januari 2024 di Unit Radiologi RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta pada prosedur pemeriksaan Appendicografi pada kasus Colic Abdomen digunakan persiapan pasien pada pagi hari sebelum pemriksaan tidak dberikan Dlucolax Supositoria dengan media kontras barium 50 gram dan di campur air hangat 150 ml. Hal ini berbeda dengan teori yaitu menurut (2018), pada prosedur pemeriksaan Appendicrografi persiapan pasien pada pagi hari sebelum pemriksaan diberikan Dlucolax supositoria dengan media kontras barium 50 gram dan di campur air hangat 250 ml. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus.waktu pengambilan data bulan januari 2024. Subyek dari penelitian ini adalah satu dokter pengirim, satu dokter spesialis Radiologi, tiga Radiografer dan satu pasien. Objek dari penelitian ini adalah prosedur pemeriksaan Appendicografi dengan klinis colic abdomen. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi wawancara dan dokumentasi. Setelah semua dokumen terkumpul kemudia membuat transkrip selanjutnya penulis mereduksi data dan pendapat informan. kamudian penulis mengkaji dengan literatur sehingga penulis membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan Appendicografi pada kasus Colic Abdomen di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta, menggunakan proyeksi AP Polos, AP dan RPO Pos Kontras. Proyeksi AP Polos, AP dan RPO Post Kontras.Ukuran Plat Detector yang digunakan 35 x 43 cm, arah sinar vertical tegak lurus,titik bidik pada MSP pada pertengahan crista iliaca, FFD 100 cm,eksposi dilakukan saat pasien ekspirasi. Alasan tidak dilakukanya persiapan pasien Appendicografi di pagi hari dengan tidak memberikan Dulcolax supersistoria karena colon sudah bersih sedangkan pemberian media kontras yang hanya 50 gram yang sudah dicampur 150 air hangat, hal ini di lakukan karena sudah dapat menegakkan diagnosa pada pasien.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN MATA PADA LANSIA DI KOTA SEMARANG Putri, Aninda; Rochmayani, Dewi Sari
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 1 (Maret) (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i1.135

Abstract

Kesehatan mata pada lanjut usia (lansia) umumnya terjadi karena kemampuan mata untuk secara aktif berfokus pada objek yang dekat perlahan-lahan berkurang dikarenakan usia. Di desa Kedung Jangan, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen selama ini mempunyai kegiatan posyandu lansia, namun hanya sebatas melakukan kegiatan senam lansia dan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol dan asam urat. Dari studi pendahuluan 10 lansia tidak mengetahui tentang kesehatan mata dan belum pernah mendapatkan pemeriksaan mata dan banyak yang mengeluh mengalami gangguan penglihatan. Mengingat pentingnya kesehatan mata pada lansia yang akan berdampak bagi kondisi lansia secara umum, maka sangat perlu untuk dilakukan pemberian informasi terkait kesehatan mata pada lansia. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan informasi tentang kesehatan mata, pemeriksaan tajam penglihatan (visus), dan pemberian frame kacamata secara gratis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti sebanyak 50 lansia, dari mulai mengerjakan soal pre test, penyampaian materi, dan mengerjakan post test. Sebelum diberikan pengetahuan sebagian besar subyek belum memahami deteksi dini gangguan penglihatan, hal ini ditunjukkan dengan skor pengetahuan baik sebelumnya 0% menjadi 75%, skor pengetahuan cukup sebelumnya 16% menjadi 23% dan skor pengetahuan kurang sebelumnya 84% turun menjadi 2%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan tentang kesehatan mata pada lansia di Kedung Jangan Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Setelah kegiatan ini diharapkan agar para lansia yang mengikuti kegiatan ini dapat menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat di sekitarnya terutama para lansia.
Physicochemical Properties, Heavy Metal Contamination, and Resource Recovery Potential of Petroleum Sludge in Indonesia Fadilah, Siska Nuri; Setiawan, Wahyu; Setiawan, Pratama; Putri, Aninda; Gulo, Fakhili
Indonesian Journal of Chemistry Vol 26, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.110376

Abstract

Petroleum sludge (PS) is a hazardous waste rich in hydrocarbons and heavy metals, posing significant risks to the environment. Although numerous studies have been conducted globally, a comprehensive characterization of PS originating from Indonesia remains scarce. This study aims to fill this gap by conducting a thorough physicochemical characterization, environmental pollution assessment, and sustainable utilization potential evaluation of PS. The results revealed that the sludge contains a high oil content (15.56%), an extremely high COD level, and is dominated by iron as a heavy metal (4,585.67 mg/L). The TCLP analysis showed that Pb exceeded the regulatory threshold, indicating a significant leaching potential and toxicity risk. BET analysis indicated a mesoporous structure with a specific surface area of 4.73 m2/g, suggesting its potential use as an adsorbent or catalyst support. The high elemental composition of carbon (25.05%), hydrogen (3.10%), and calorific value (3,418 kcal/kg) further highlights its potential for thermochemical conversions such as pyrolysis or gasification. These findings provide a scientific foundation for PS management in Indonesia and highlight its potential conversion into value-added resources, thereby supporting circular economy strategies and sustainable development goals.