Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Tentang Kejadian Gejala Premenstrual Syndrome (PMS) Dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) Di Kalangan Mahasiswi Nabilla, Salma; Tampubolon, Masrina Munawarah; Fitri, Aminatul
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v10i1.769

Abstract

Pendahuluan: Premenstrual Syndrome (PMS) dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) merupakan gangguan yang dialami oleh wanita pada fase luteal dari siklus menstruasi yang mengganggu kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi gejala Premenstrual Syndrome (PMS) dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) pada mahasiswi Universitas Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross-sectional pada 390 mahasiswi di Universitas Riau yang dihitung menggunakan rumus slovin dengan pemilihan non probability sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-Fourth Edition - Text Revision (DSM-IV-TR). Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa, mayoritas responden berusia 21-23 tahun dengan usia menarche normal, memiliki siklus menstruasi normal, pola menstruasi teratur, dan lama menstruasi 1-8 hari, serta mengalami PMS dengan gejala ringan berjumlah 46,2%, responden yang mengalami PMS dengan gejala sedang berjumlah 44,1%, responden yang mengalami PMDD berjumlah 9,2%, dan responden yang tidak mengalami gejala PMS ataupun PMDD berjumlah 0,5%. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa gejala PMS ringan yang paling banyak dialami responden yaitu pada indikator merasa sedih dan sensitif atau mudah tersinggung, gejala PMS sedang yang paling banyak dialami responden yaitu pada indikator sakit pinggang dan gejala PMDD yang paling banyak dialami responden yaitu pada indikator malas melakukan sesuatu. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai data dasar bagi peneliti selanjutnya untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian PMS dan PMDD pada mahasiswi Universitas Riau.
Rhetorical move structure of soft and hard science research article introductions by novice Indonesian authors Nabilla, Salma; Kurniawan, Eri; Gunawan, Wawan
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 49, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research article introduction is crucial in justifying a research topic and presenting the significant contribution of a study to the advancement of knowledge. Prior studies have attempted to investigate research article introductions from various viewpoints. However, the way novice Indonesian authors rhetorically construct their introductions is still under-explored. This study aims to explore cross-disciplinary introductions with regard to rhetorical move structure and the linguistic realizations of the moves. Employing Swale’s (2004) revised CARS model, a corpus of 10 research articles from the fields of soft and hard science were analyzed. The findings revealed that the two disciplines were in agreement on the compulsory status of Move 1 Establishing a territory and Move 3 Presenting the present work and the conventional use of Move 2 Establishing a niche. However, discrepancies arose in the step level. Regarding the linguistic features, soft and hard science authors preferred using present tense and active voice in realizing the moves. In addition, a considerable number of metadiscourse such as hedges and boosters were observed in the introductions. This study concludes that novice Indonesian authors’ disciplinary expertise possibly influences the quality of their introductions. Pendahuluan artikel penelitian sangat penting dalam menjustifikasikan topik penelitian dan menyajikan kontribusi signifikan dari studi yang dilakukan untuk perkembangan ilmu pengetahuan. Penelitian terdahulu telah berupaya untuk menyelidiki bagian pendahuluan artikel penelitian dari beragam perspektif. Namun, cara penulis pemula Indonesia mengkonstruksi bagian pendahuluan mereka secara retoris masih kurang dieksplorasi. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagian pendahuluan lintas disiplin berkaitan dengan struktur pola retorika pendahuluan dan realisasi linguistik dari pola tersebut. Menerapkan revisi model CARS oleh Swales (2004), sebuah korpus yang merupakan kumpulan 10 pendahuluan artikel penelitian dari disiplin ilmu soft dan hard science dianalisis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua disiplin sepakat tentang status wajib dari Move 1 Establishing a territory dan Move 3 Presenting the present work, dan penggunaan konvensional Move 2 Establishing a niche. Namun, perbedaan muncul pada tiap tingkatan. Berkaitan dengan fitur linguistik, penulis soft dan hard science lebih memilih menggunakan kalimat aktif dan bentuk waktu masa kini (present tense) dalam merealisasikan pola. Selain itu, sejumlah besar metadiscourse seperti hedges dan boosters teramati dalam bagian pendahuluan. Studi ini menyimpulkan bahwa perbedaan fokus keilmuan penulis pemula Indonesia kemungkinan mempengaruhi kualitas pendahuluan mereka.