Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Bi Rate, Inflasi, dan Nilai Tukar terhadap Tingkat Tabungan pada Bank-Bank Umum Di Indonesia: Sebelum dan Pasca Pandemi Covid-19 Ginting, Andi Lopa; Hariani, Ermatry
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis Vol. 4 No. 2 (2024): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/jmeb.v4i2.735

Abstract

There are 3 main impacts in using the BI 7-Day (Reverse) Repo Rate instrument as the new policy interest rate, one of which is increasing the effectiveness of monetary policy transmission through its influence on movements in money market interest rates and banking interest rates. Interest rates will affect the level of savings in society. How effective was this interest rate during the pre-pandemic and post-Covid-19 pandemic periods in influencing people's savings levels? The movement of the savings rate is interesting to observe because this variable will experience quite elastic movements when there is the influence of other macroeconomic variables such as inflation and exchange rates. This research aims to measure the impact of movements in the BI rate, inflation and exchange rate on public savings at commercial banks in Indonesia in 2018-2021. This research uses mixed methods. Mixed method is a research method that combines qualitative and quantitative approaches. This research uses an Explanatory Sequential design, starting with data collection and analyzing quantitative (numerical) data in stage 1 and continuing with collecting and analyzing qualitative data (text) in stage 2 which is built based on the results or findings in stage 1 (Creswell and Clark, 2018). This design aims to provide a deeper explanation based on the results or findings in quantitative research, where the quantitative research uses the Vector Error Correction Model (VECM). The variables used in this research are BI Rate, Inflation, Exchange Rate and Community Savings in commercial banks. The time period analyzed is from 2017-2020. The results of this research prove that the variables that had a significant influence on people's savings levels in the period before the Covid-19 pandemic were inflation and the exchange rate, while the BI rate had no significant influence. In the post-pandemic period, it is proven that the variables that have a significant influence on people's savings levels are the BI rate and inflation, while the exchange rate variable has no significant influence.
Pencegahan Stunting dalam Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Di 11 Kabupaten Jawa Timur Hariani, Ermatry; Widyawati, Retno Febriyastuti; Muhammad, Reyza Tamara; Dwimastadji W, Muhammad; Dewa L, Baru
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 3 No. 3 (2023): Artikel Riset Volume 3 Issue 3, November 2023
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v3i3.3187

Abstract

Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia adalah kunci utama dalam pembangunan bangsa dan negara. Tantangan kedepan dalam pembangunan SDM ini yaitu bagaimana kita mewujudkan konsep generasi emas. Untuk menuju generasi emas tersebut maka kita harus mempersiapkan sejak dini, salah satunya yaitu menciptakan generasi yang berkualitas melalui program percepatan penurunan angka stunting. Provinsi Jawa Timur termasuk 12 prioritas wilayah dalam program penurunan angka stunting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data data panel di 11 Kabupaten Jawa Timur dari tahun 2019-2021. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu prevalensi stunting dan variabel bebasnya yaitu Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Sanitasi Lingkungan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa variabel PDRB, IPM serta sanitasi lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan angka prevalensi stunting.
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN DAN KETIMPANGAN WILAYAH DI KABUPATEN BANYUMAS Taufiqqurrachman, Fahrizal; Hariani, Ermatry
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.39516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasisfikasi 17 sektor yang berkontribusi terhadap total produk domestik regional bruto kabupaten Banyumas pada Periode 2015-2022. Penelitian ini menggunakan 3 analisis yaitu location quotient, dynamic location quotient dan indeks williamson. Pada hasil LQ (basis dan non basis) + DLQ (prospektif dan tidak propektif) menujukkan hasil 4 kuadran yaitu sektor unggulan, sektor potensial, sektor berkembang dan sektor tertinggal Pada Sektor unggulan terdapat 2 sektor yaitu sektor pengadaan air, pengolahan sampah, limbah dan daur ulang dan sektor konstruksi. Pada sektor berkembang hanya sektor industry pengolahan. Pada SektorĀ  tertinggal terdapat 3 sektor yaitu sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor pengadaan listrik dan gas, serta sektor jasa perusahaan dimana 11 sektor yang tersisa menjadi bagian dari sektor potensial. Sedangkan pada hasil analisis indeks williamson menunjukkan ketimpangan wilayah kabupaten Banyumas selama periode 2015-2022 mengalami penurunan dari indeks sebesar 0.045 menjadi sebesar 0.035 yang terkategori tingkat ketimpangan wilayah rendah dikarenakan nilai IW < 0.3 yang mengindikasikan keberhasilan kebijakan pemulihan pembangunan ekonomi pasca covid-19 dan berhasil menurunkan ketimpangan wilayah di Kabupaten Banyumas.