Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hoax Detection Program: Pendampingan Analisis Literasi Digital Konten Hoax untuk Majlis Taklim Muslimah di Jawa Tengah Mundhir, Mundhir; Djurban, Djurban
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 21 No. 1 (2021)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/dms.2021.211.7427

Abstract

Hoax dan fakta adalah dua hal yang berbeda tapi sering salah tebak. Keterbatasan informasi, identifikasi dan adanya keinginan berbagi informasi menjadi faktor utama hoax begitu mudah menyebar di tengah masyarakat. Majlis taklim muslimah di Jawa Tengah sebagai pusat kegiatan keagamaan ibu muslimah menjadi tempat diseminasi gagasan anti-hoax yang efektif karena selain menjadi forum kajian keagamaan dan spiritualitas, majlis taklim memiliki peran untuk penguatan persoalan sosial termasuk gerakan deteksi hoax. Proses pengabdian ini berlangsung dalam tiga tahap: assessment lapangan, FGD tentang literasi digital dan wawasan hoax, pelatihan dan pendampingan mengenai literasi digital untuk mendeteksi hoax serta tindak lanjut. Ada beberapa hasil dari pengabdian ini, antara lain subjek dampingan merupakan vulnerable communities dalam konteks informasi digital, dimana rentan usia didominasi 50-60 tahun yang memiliki kecakapan literasi digital rendah. Setelah program dampingan dilakukan, terjadi peningkatan kemampuan dalam proses deteksi hoax.
Fazlur Rahman's Ethical-Transformative Neo-Sufism: The Reactualization of Islamic Spirituality for the Crisis of Modernity: Neo-Sufisme Etis-Transformatif Fazlur Rahman: Reaktualisasi Spiritualitas Islam untuk Krisis Modernitas Sakdullah, Muhammad; Taufiq, Thiyas Tono; Djurban, Djurban; Wawaysadhya, Wawaysadhya
Syifa al-Qulub : Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik Vol. 10 No. 2 (2026): Syifa al-Qulub: Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik
Publisher : Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/saq.v10i2.52399

Abstract

This study aims to analyze Fazlur Rahman’s neo-Sufism as an ethical-transformative paradigm of contemporary Islamic spirituality. This topic is important because modern society faces spiritual and moral crises marked by materialism, alienation, anxiety, and the weakening of social responsibility. This research uses a qualitative library-based method by examining Rahman’s major works, especially Islam, Islam and Modernity, Islamic Methodology in History, and Islamic Modernism: Its Scope, Method and Alternatives. Data were collected through documentation and analyzed using qualitative content analysis with a hermeneutical-contextual approach. The findings show that Rahman’s neo-Sufism reorients Sufism from individual asceticism toward social ethics. Through his double movement hermeneutics, Sufi values such as sincerity, ascetic restraint, patience, trust in God, and purification of the soul are reinterpreted as moral principles relevant to modern life. These values do not only function as instruments of inner purification but also as foundations for self-control, moral integrity, social responsibility, and public ethics. The study implies that Rahman’s neo-Sufism can contribute to the development of Sufi psychotherapy, Islamic counseling, religious moderation, and Islamic social ethics. The originality of this study lies in its formulation of Rahman’s neo-Sufism as an integrative framework that connects inner spirituality, moral hermeneutics, psychological healing, and social transformation.