Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

EVALUASI PENGETAHUAN SWAMEDIKASI PASIEN TERHADAP PENYAKIT ISPA BATUK DI APOTEK CAWAN BOGOR Echa Aliefia; Rida Emelia
Jurnal Education and Development Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.329 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i4.3048

Abstract

Batuk merupakan refleks yang terangsang oleh iritasi paru-paru atau saluran pernapasan apabila terdapat benda asing selain udara yang masuk atau merangsang saluran pernapasan, otomatis akan terjadi batuk untuk mengeluarkan atau menghilangkan benda tersebut. Batuk juga merupakan cara untuk menjaga jalan pernapasan tetap bersih. Swamedikasi adalah upaya seseorang dalam mengobati gejala sakit atau penyakit tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu dengan mencari informasi obat yang sesuai dengan penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengevaluasi pengetahuan swamedikasi pasien terhadap batuk. Penelitian ini menggunakan survey deskriptif dengan pengambilan data secara cross sectional observasionaldengan teknik pengambilan sampel adalah Simple Random Sampling, proses observasi dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan menggunakan kuisioner terstruktur menggunakan Lembar Pengumpul Data (LPD) dan pencatatan kuisioner yang telah diisi oleh pasien, yang berisi 15 pertanyaan dengan pilihan “benar” atau “salah”. Hasil penelitian menunjukan bahwa penetahuan swamedikasi pasien terhadap batuk di Apotek Cawan Bogor memperoleh persentase penilaian 87% dikategorikan baik.
ANALISIS PERENCANAAN OBAT GENERIKSEDIAAN TABLET DENGAN METODE ANALISIS ABC UNTUK PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARAMASI RUMAH SAKIT X BANDUNG Febry Irfani Effendi; Rudi Agustinus Situmorang; Rida Emelia
Jurnal Education and Development Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.546 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i4.3088

Abstract

Perencanaan dan pengadaan obat dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, salah satunya dengan metode analisis ABC. Analisis ABC merupakan analisis yang didasarkan atas nilai ekonomis barang (Sabiti, 2017). Penelitian Suryantini et al. (2016), menyatakan bahwa penggunaan analisis ABC terhadap nilai persediaan obat generik sediaan tablet sangat berpengaruh terhadap anggaran belanja rumah sakit, hal ini disebabkan oleh anggaran pembelian obat yang meningkat akibat penetapan harga obat yang tidak sesuai.Mengetahui Obat Generik sediaan tablet manakah yang termasuk ke dalam kategori analisis ABC berdasarkan besarnya investasi Rumah Sakit.Mengetahui Pemakaian obat manakah yang termasuk ke dalam ketegori analisis ABC berdasarkan skala pemakaian obat generik sediaan di rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian observasional non-eksperimental dengan rancaangan deskriptif kuantitatif yang bersifat retrospektif yaitu menggunakan data sebelumnya yang bertujuan untuk menganalisis perencanaan obat berdasarkan metode ABC atau dapat disebut juga Analisis Pareto di salah satu Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Bandung. Dengan menggunakan metode analisis ABC, hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 sampel obat, didapatkan hasil jumlah item obat yang termasuk kelompok A mencapai 14 item obat dari bulan April - Juni dengan 20%. Jumlah obat yang termasuk ke dalam pemakaian kelompok B mencapai 27 item obat dari bulan April - Juni dengan 30%. Jumlah yang termasuk ke dalam kelompok C mencapai 59 item obat bulan April dengan 50% jumlah obat.
Profil Peresepan Obat Persalinan Pada Pasien Bedah Sectio Caesarea (SC) Peserta BPJS di Rumah Sakit X Bandung Daru Imanul Amiq; Rida Emelia
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 10 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i10.296

Abstract

Sectio Caesarea or Caesarean section is an act of labor to remove the baby through an abdominal or uterine incision. Delivery by cesarean section is intended for absolute or relative indications. Any circumstances that make delivery through the birth canal impossible, is an absolute indication for the abdominal section. This study aims to determine how the profile of prescribing the use of delivery drugs in cesarean section (SC) patients who are BPJS participants at Hospital X Bandung. This study uses descriptive and quantitative methods with secondary data used from prescription sheets and medical record data with a total sample of 58 prescription sheets in the period 5 April to 31 May 202. The results showed that the highest percentage of data was drug therapy Mefenamic Acid (Analgesic) with a dose of 3x500 mg, Tranexamic Acid (Fibrinolytic) with a dose of 3x500 mg, Cefazolin (Antibiotic) with a dose of 1x2 grams, Cefadroxil (Antibiotic) with a dose of 2x500 mg, Fe Tablets (Antianemia) with a dose of 1x300 mg, Ketorolac (Analgesic) with a dose of 3x30 mg, Metoclopramide (Antiemetric) with a dose of 3x10 mg, Oxytocin (Synthetic hormone) with a dose of 1x20 units, Ranitidine (Anti-Selection of Gastric Acid) with a dose of 2x50 mg, and Ringer Lactate (Electrical Fluid) with a dose of 3x500 ml as many as 58 prescription sheets (100%). While the lowest percentage is drug therapy Methyldopa (Antihypertensive) with a dose of 3x500 mg, Nifedipine (Antihypertensive) with a dose of 3x10 mg, MgSO4 20% (Anti-Seizure) with a dose of 1x4 grams and MgSO4 40% (Anti-Seizure) with a dose of 2x500 ml as many as 36 sheets. Prescription (62%). The administration of cesarean delivery drugs was following the dose and did not change the pattern of treatment or use of cesarean delivery drugs at X Hospital Bandung
Analisis Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Obat Batuk pada Pasien ISPA di Apotek Siaga-24 Cikampek Adha Riyanti; Rida Emelia
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 11 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i11.327

Abstract

Self-medication is a human behavior that people usually do to get solutions related to health problems, for this reason self-medication must be supervised by pharmacists. Cough is one of the symptoms of ARI that can be treated with self-medication. The purpose of this study was to find out how the level of knowledge of ARI patients on cough medicine self-medication at Apotek standby-24 Cikampek. And to know the role of pharmacy technical personnel in providing information about cough medicine self-medication. This study uses a quantitative descriptive method using a cross sectional research design. Data was collected by means of a questionnaire on 55 respondents. The population in this study were ARI patient with cough symtoms aged 15 to 50 years.  The sampling technique used was purposive sampling method. This research was conducted in April - May 2021. The results of this study showed that 95.83% of respondents had a high level of knowledge of cough medicine self-medication and 4.17% showed a low level of self-medication knowledge. Then 87.50% of pharmacy staff provided complete information on self-medication of cough medicine and 12.50% of pharmacy staff were incomplete in providing information on self-medication of cough medicine. The majority of respondents understand what type of cough they suffer from and understand the selection of cough medicine so that self-medication of cough medicine can be achieved according to symptoms
Evaluasi Kelengkapan Resep Rawat Jalan terhadap Kepatuhan SOP Peresepan di Poli dalam Rumah Sakit MM Indramayu Tahun 2020 Dinda Ayu Hardian Hartati; Rida Emelia
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 11 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i11.331

Abstract

in its writing, inclusion of information, improper prescription, and even incorrect prescription. The impact of these errors can lead to several factors that can be detrimental, ranging from the inaccuracy of drugs given to certain individuals, errors in measuring the dose given, or incompatibility of drugs with certain patients so that it can result in disability or death. This study aims to determine the completeness of outpatient prescriptions according to prescribing SOP compliance served in the internal disease polyclinic of MM Indramayu Hospital. This study used a descriptive method which was carried out retrospectively using activity data for the period January - December 2020. Sampling was carried out using the Slovin formula and obtained 380 recipes. Based on the data collection and analysis carried out in this evaluation, it can be seen that the administrative completeness of prescriptions that meet the requirements are (74.73%), while the administrative completeness of prescriptions that do not meet the requirements are (25.26%). Administrative documents that meet the criteria are Signature, Incryptio, Invocation, Patient Name and Age (100%), while other administrations are Praescriptio/Ordonatio (28.68%), Subscriptio (45.26%), and Address (75.78%). From this evaluation, it can be concluded that many outpatient prescriptions meet the completeness aspect of the prescription SOP at MM Indramayu Hospital. However, improvements in prescribing need to be done so that there are no prescriptions that do not meet the requirements. This can be done by reviewing doctors to be more thorough and clear in prescription writing, communication between pharmacists and doctors or medical audits of prescription writing
Gambaran Peresepan Antibiotik terhadap Pengobatan Pasien ISPA di Klinik Utama Pupuk Kujang Cikampek Ayunda Shita Devi; Rida Emelia
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 12 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i12.362

Abstract

ISPA treatment is an acute infection that attacks one or more parts of the airways from the nose to the alveoli, including the adnexan, namely the sinus, middle ear cavity and pleura. Basically, the principle of rational use of antibiotics is the selection of antibiotics that are selective against infecting microorganisms and effectively destroying infecting microorganisms. The method in this study was descriptive survey, which describes antibiotic prescribing of ARI treatment based on type of antibiotic and amount of drug in clinic Kujang,Cikampek. Based on the data obtained, the overall results of antibiotics prescribing in Januari – Maret 2021 at Clinic Kujang Cikampek were 719 Prescription and antibiotics prescribing for ARI were 250 Prescription (34.77%). The results of this study can be concluded that the number of antibiotics that were most prescribed in January were Zibramax 500mg as many as 29 prescriptions (39,19%); in February the most prescribed antibiotics were Zibramax 500mg with 26 prescriptions (47.27%); in March the most prescribed antibiotic was Zibramax 500mg with 55 prescriptions (45.45%)
Evaluasi Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Pentingnya Asam Folat pada Kehamilan di RSAU Lanud Sulaiman Bandung Diana Fitrisari; Rida Emelia
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 12 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i12.363

Abstract

Folic acid for pregnant women which plays an important role in the formation of one-third of red blood cells and vitamins that are good during pregnancy for baby and pregnant women. According to the World Health Organization (WHO) in 2010 showed that about 56% of all types of anemia are thought to be due to iron deficiency. In addition, 36% due to micronutrient deficiencies (vitamins A, B6, B12, riboflavin and folic acid) and the remaining 8% due to hereditary factors such as thaasemia and cyclical cell disease have also been known to cause anemia (Fatimah, 2011). A study was conducted with the title profile of the level of knowledge of pregnant women on the importance of folic acid in pregnancy at a hospital in Bandung on April 5-5 June 2021 with the aim of knowing the level of knowledge of pregnant women on folic acid in pregnancy
Pengkajian Mutu Produk Vitamin D3 Sirup di PT. Pyridam Farma Tbk. Terhadap Peningkatan Kualitas Kesehatan Okta Alia; Rida Emelia
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 10 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2043.867 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i10.240

Abstract

Kebutuhan Vitamin D3 saat ini sangat berperan penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap baik pada masa pandemic atau memasuki era New normal seperti saat ini, berperan untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh menjadi lebih kuat terhadap paparan virus penyakit. Kekurangan Vitamin D3 dalam tubuh dapat menyebabkan tubuh menjadi mudah terinfeksi sumber penyakit. Vitamin D3 dapat di peroleh dari paparan sinar matahari pagi, namun pada masa pandemic saat ini sebagian individu harus melakukan isolasi sehingga mengalami keterbatasan ruang gerak. Penelitian dilakukan di industri Farmasi dengan tujuan Mengetahui bagaimana Pemastian Mutu Produk Vitamin D3 Syr di PT.Pyridam Farma dan Memahami Pengkajian Mutu Produk Sesuai dengan CPOB. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif dengan pengambilan data prospektif observasional. Pemastian mutu produk (PMP) dikenal dengan istilah lain Produk Quality Review adalah evaluasi yang dilakukan secara berkala dari semua produk obat farmasi terdaftar maupun produk eksport, dengan tujuan melihat kekonsistensian formulasi, proses pembuatan, hasil evaluasi harus Memenuhi Syarat seperti, pengujian organoleptic, pH, viscositas, Bobot Jenis, kadar zat aktif, evektifitas pengawet dan pegujian mikrobiologi. Dokumentasi penggunaaan bahan awal, bahan kemas primer – sekunder. Produksi Vitamin D3 syr di PT.Pyridam farma Tbk. Saat ini dilakukan secara konsisten dari berbagai aspek baik pada formulasi tidak ada perubahan, penggunaan bahan awal, kemas primer dan sekunder tidak ada perubahan produsen maupun penyalur, proses produksi tervalidasi dan konsisten, evaluasi sediaan memenuhi persyaratan yang di tetapkan, dan tidak adanya laporan penyimpangan, laporan produk penarikan atau produk di kembalikan. Produksi Vitamin D3 Syr Memenuhi Syarat dalam berbagai aspek hingga dapat menjamin produk memiliki kualitas yang baik.
Optimalisasi Waktu Inkubasi dan Konsentrasi Pepsin pada Aktivitas Produksi Serum Anti Tetanus M. Ambri Saputra Maelandri; Rida Emelia
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 11 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2732.214 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i11.256

Abstract

Tetanus merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman Clostridium tetani. Penyakit ini termasuk mematikan di negara berkembang. Melihat masih tingginya kasus tetanus di negara berkembang serta untuk memberikan pelayanan terbaik dan pengobatan efektif terhadap pasien yang terkena penyakit tetanus, maka diperlukan optimalisasi pada proses pembuatan serum anti tetanus, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas serum yang dihasilkan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi waktu inkubasi dan konsentrasi  pepsin pada aktivitas produksi serum anti tetanus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan studi pustaka.  Berdasarkan hasil analisis menggunakan software khusus densitometri Design of Experiment (DoE)  dengan metode Sodium Dodecyl Sulphate Polyacrylamide Gel Elektroforesis (SDS PAGE) bahwa konsentrasi optimum didapatkan pada sampel anti tetanus ke-7 dengan konsentrasi pepsin sebesar 0,18 % dalam waktu inkubasi 5 jam.
Analisis Pareto Obat Antidiabetes Sebagai Dasar Keputusan Pembelian Bagian Pengadaan Obat di Apotek Kimia Farma 167 Cimahi Nurul Fauzia Novianti; Rida Emelia
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2107.492 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i1.326

Abstract

Latar Belakang : Diabetes merupakan penyakit yang prevalensi serta insidensinya mengalami peningkatan diseluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi adanya jumlah penyandang Diabetes Melitus yang menjadi salah satu ancaman kesehatan global. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penggunaan obat Antidiabetes, mengingat banyaknya pasien diabetes melitus dari rekanan PT X di Apotek Kimia Farma 167 Cimahi. Sehingga Apotek Kimia Farma 167 dapat memenuhi kebutuhan obat antidiabetes pasien dan pasien dapat mengkonsumsi obat secara kontinyu. Metode : Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Hasil : Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai di Kimia Farma 167 Cimahi, dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku meliputi perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pemusnahan, pengendalian, pencatatan dan pelaporan. Kesimpulan : Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa klasifikasi persediaan berdasarkan analisis pareto, analisis pareto memfokuskan pada persediaan yang bernilai tinggi (critical ) daripada yang bernilai rendah (trivial).