Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis pada Proses Penyebuhan Pasien di RSAU Dr M. Salamun Bandung Saptarani, Bela; Aprilia, Putri; Emelia, Rida
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i2.346

Abstract

Latar Belakang: Di era saat ini kesehatan merupakan hal yang paling penting dan tidak ternilai bagi setiap individu. Semua orang memiliki keinginan untuk mendapatkan keidupan yang sehat. Namun, terkadang banyak rintangan yang dapat mengganggu kesehatan, salah satu penyebab gangguan kesehatan yang sering terjadi pada organ paru-paru yaitu tuberculosis. tuberculosis adalah suatu penyakit infeksi menular yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru. Tujuan: Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberculosis pada proses penyembuhan pasien tuberculosis di Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Salamun Bandung. Metode: Metode yang dilakukan penelitian obeservasional deskritif dengan desain rancangan cross sectional di Rumah Sakit Angkatan Udara DR M. Salamun Bandung. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Rumah Sakit Angkatan Udara Dr M. Salamun Bandung dari 50 responden yang patuh sebanyak 32% memiliki sikap kepatuhan rendah dan 62% responden memiliki sikap ketidakpatuhan tinggi. Kesimpulan: Maka dapat disimpulkan bahwa pasien TB memiliki sikap ketidakpatuhan dalam memimum obat TB.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Terhadap Pasien Demam Typoid di RS. Kartika Husada Tambun Hayati, Nur; Emelia, Rida
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i2.348

Abstract

Latar Belakang: Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Hingga saat ini demam tifoid termasuk dalam 10 besar masalah kesehatan di negara berkembang termasuk di Indonesia. Antibiotik merupakan obat pertama untuk mengobati penyakit ini, Penggunaan antibiotik yang tidak tepat menyebabkan obat tidak efektif dan memberikan dampak buruk bagi pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di instalasi rawat inap RSU Kartika Husada Tambun Bekasi tahun 2021. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian Observasional dengan pengambilan sampel Total sampling yang didasarkan pada pertimbangan dan sesuai dengan kriteria inklusi. Data diambil pada periode November 2020 – Maret 2021, dan didapatkan data sebanyak 30 pasien. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan umur menunjukkan bahwa pasien demam tifoid paling banyak berusia 17-25 tahun sebanyak 16 pasien (53,3%), berdasarkan jenis kelamin didapatkan hasil perempuan lebih banyak dari pada laki-laki yaitu sebanyak 18 pasien (60%). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah tepat indikasi (100%), tepat pemilihan obat (100%), tepat dosis (100%), tepat aturan pakai (100%) dan tepat lama pemberian (100%).
Profile of Medication Error Incidents in the Dispensing Phase at the Pharmacy Installation of the Occupational Health Regional Public Hospital of West Java Province Nur Hasanah, Firli; Emelia, Rida
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 3 No. 2 (2025): Dinasti Health and Pharmacy Science (October - December 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v3i2.2832

Abstract

Patient Safety Incidents are unintended events that pose a risk of harm to patients during the course of healthcare services. One common form is a medication error, which refers to mistakes in the medication process, particularly in the dispensing phase (errors in prepar tion and com-pounding of medications). This study aims to analyze medication errors occurring during the dispensing phase. The objective is to identify the causes and determine the percentage of medica-tion errors in the dispensing phase at the Pharmacy Department of RSUD Kesehatan Kerja, West Java Province. This study uses a descriptive analytical method with a retrospective approach. Data were collected using total sampling from all reported medication error incidents in the Pharmacy Department from July 2024 to June 2025. The results showed that the most frequent errors occurred in the category of wrong drug retrieval (72.30%), followed by labeling errors (20%), insufficient quantity dispensed (6.15%), and errors in handing over the medication to pa-tients (1.53%). No errors were found in the categories of administering drugs beyond instructions or dispensing expired or damaged medications. Preventive efforts may include implementing double checks, improving workflow systems and the physical environment, providing regular staff training, and utilizing appropriate technology.