Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BAHAS

MEMBACA WINNETOU Indah Aini
BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i4.18574

Abstract

Sejak tahun 1960-an, karya sastra popular Amerika berkembang pesat yang menyebabkan lunturnya anggapan bahwa karya sastra popular adalah karya sastra rendahan yang tidak layak dibaca. Salah satu contoh karya sastra popular yang sampai saat ini masih diapresiasi oleh banyak orang, terutama di Jerman, adalah Winnetou karya Karl May. Karya sastra ini kemudian diadaptasi kelayar lebar, drama panggung, komik, dan diterjemahkan kedalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia, bahkan bahasa Sunda. Diskusi dalam artikel ini meliputi perkembangan/transformasi Winnetou sejak tahun 1950 sampai dengan tahun 2012, dan bagaimana apresiasi dan penerimaan masyarakat Jerman dan Indonesia terhadap transformasi karya sastra tersebut, dengan menggunakan teori resepsi sastra sebagai pisau analisis. Pada akhir diskusi dapat disimpulkan bahwa Winnetou telah “menyihir” banyak orang, bukan saja di “tanah kelahirannya” di Jerman (tempat di mana Winnetou ditulis dan terbit pertama kali, namun juga di Indonesia, daerah yang secara geografis maupun kultural memiliki perbedaan yang sangat jauh. Kata kunci: sastra populer, resepsi sastra, Winnetou, Karl May
“STATIONENLERNEN” SEBAGAI SALAH SATU INOVASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN Indah Aini
BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i77 TH 37.2611

Abstract

Inovasi dalam pembelajaran dapat berdampak pada perbaikan, peningkatan kualitas pembelajaran serta sebagai alat atau cara baru dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu inovasi dalam pembelajaran adalah ‘Stationenlernen’, yang menuntut mahasiswa untuk belajar secara mandiri dengan bantuan bahan-bahan yang telah disiapkan dan disusun dalam beberapa stasiun (Stationen). ‘Stationenlernen’ menawarkan sebuah proses pembelajaran terbuka, mandiri, dan interaktif.   Kata Kunci: stationenlernen, pembelajaran