Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Assessing Couples’ Readiness and Child’s Best Interests: A Comparative Analysis of Mojokerto Religious Court Decisions on Marriage Dispensation Arif, Alfiyah Faizatul
Al-Hukama': The Indonesian Journal of Islamic Family Law Vol. 15 No. 1 (2025): June
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/alhukama.2025.15.1.36-67

Abstract

The issue of marriage dispensation (dispensasi nikah) continues to attract significant scholarly attention in Indonesia, especially after the legal reform that raised the minimum marriage age to 19 for both men and women. This change has led to an increase in dispensation requests submitted to religious courts, where judges have the discretionary power to approve or reject each case based on its unique circumstances. This article analyzes two contrasting rulings from the Mojokerto Religious Court—Case Number 321/Pdt.P/2024/PA.Mr and Case Number 597/Pdt.P/2024/PA.Mr—both filed due to pregnancy outside marriage. Despite similar legal grounds, the court granted the petition in the first case but denied it in the second. Using a normative legal approach that combines statutory and philosophical perspectives alongside legal interpretation theory, the study reveals that both decisions employed teleological reasoning. However, judges assessed the couples’ readiness for marriage differently, taking into account psychological, social, and economic factors. In Case 321, with a 15-week pregnancy, the applicants were deemed ready, while in Case 597, involving a 12-week pregnancy, they were not. Both rulings relied heavily on recommendations from the Integrated Service Center for the Empowerment of Women and Children (P2TP2A). While judges emphasized the child’s best interests, the analysis highlights a tendency to prioritize institutional opinions over independent judicial reasoning (ijtihād). This raises important questions about the extent to which human rights considerations are deeply engaged in contemporary Islamic family law decisions in Indonesian religious courts.
Peran Mediator Dalam Menangani Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Sidoarjo Arif, Alfiyah Faizatul; Rizqa, Nafi’atur; Anisa, Widya Rachmania; Rahmah, Iftitah Yulia; Komariya, Nurul; Fatmadia, Asia
MASADIR: Jurnal Hukum Islam Vol. 5 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/masadir.v5i01.1793

Abstract

Tingginya perkara perceraian di Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo menimbulkan isu krusial dalam pelaksanaan mediasi, terutama terkait keterbatasan fasilitas ruang mediasi dan tantangan prosedural dalam batas waktu 30 hari yang ketat. Meskipun tingkat keberhasilan mediasi untuk perdamaian penuh (rujuk) tergolong rendah karena para pihak telah bertekad bulat bercerai. Namun, peran mediator menjadi sangat strategis dalam memfasilitasi kesepakatan sebagian mengenai akibat hukum perceraian, seperti pembagian harta bersama, nafkah, dan hak asuh anak. Penelitian ini membahas tentang Peran Mediator dalam Menangani Mediasi Perceraian di PA. Sidoarjo. Fokus paper ini pada peran mediator dalam menangani perkara perceraian dan faktor pendukung serta penghambat Mediator dalam menyelesaikan mediasi perkara perceraian. Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya mengungkapkan bahwa pelaksanaan mediasi di Pengadilan Agama Sidoarjo, sesuai dengan prosedur mediasi yang telah diatur dalam PERMA NO 1 Tahun 2016. Sedangkan keberhasilan mediasi perceraian di PA. Sidoarjo yakni berlandaskan sikap, perkara, mediator, dan i’tikad baik para pihak. Hambatan mediasi penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Sidoarjo adalah respon kedua belah pihak yang bersikukuh untuk bercerai, melewati batas waktu mediasi, proses mediasi dengan itikat tidak baik, dan syarat kesepakatan damai tidak terpenuhi.
Kaidah Al-’Adatu Muhakkamah Dalam Dialektika Syariah dan Tsaqafah Pada Hukum Keluarga Indonesia Arif, Alfiyah Faizatul
MASADIR: Jurnal Hukum Islam Vol. 5 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/masadir.v5i02.1829

Abstract

Penelitian ini menganalisis interaksi dinamis antara Hukum Islam normatif (Syariat) dengan realitas budaya lokal (Tsaqafah) dalam bingkai Hukum Keluarga di Indonesia dengan mengeksplorasi implementasi kaidah fikih Al-’Adatu Muhakkamah sebagai metodologi penyelarasan antara teks agama dan tradisi Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui jenis penelitian studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis normatif, guna membedah adaptasi prinsip hukum klasik menjadi hukum positif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sebagaimana terakomodasi dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), hukum keluarga di Indonesia merupakan produk ijtihad kontekstual yang memberikan ruang legalitas bagi Al-’Urf selama tidak berbenturan dengan prinsip dasar syariat. Manifestasi nyata dari sinkronisasi ini terlihat pada pengakuan hukum terhadap konsep Harta Bersama (Gono-Gini) dan standarisasi Mahar Adat yang memiliki basis kemaslahatan kuat dalam struktur sosial Indonesia meskipun tidak dirinci secara spesifik dalam teks hukum klasik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa relasi antara syariat dan adat di Indonesia tidak bersifat kontradiktif, melainkan dialektis-integratif yang melahirkan karakteristik Fikih Indonesia yang harmonis, relevan, dan adaptif terhadap dinamika zaman.