Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN PRODUK OLAHAN IKAN PATIN DI KAMPUNG PATIN , DESA KOTO MESJID, KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR MARYANTINA; DELFI YANTI
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 2 No 12 (2021): INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL DAN HUMANIORA (EDISI - JULI 2021 )
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Patin, Desa Koto Mesjid Kec. XIII Koto Kampar adalah desa penghasil Ikan Patin terbesar di Provinsi Riau dan Kabupaten Kampar khususnya. Sebagai penyumbang ikan patin terbesar di Kabupaten Kampar, maka sebagian masyarakat melakukan pengolahan ikan patin ini untuk dapat meningkatkan nilai jualnya. Penelitian ini berjudul “Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Produk Olahan Ikan Patin di Kampung Patin Desa Koto Mesjid, Kec. XIII Koto Kampar”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pemasaran yang dilakukan pelaku usaha dan Strategi Pemasaran yang tepat dalam meningkatkan penjualan produk olahan ikan patin di Kampung Patin Desa Koto Mesjid, Kec. XIII Koto Kampar. Sampel dalam penelitian adalah seluruh pelaku usaha olahan ikan patin (Ikan Salai Patin, Pudung Patin, Ikan Dori, Surimi, kerupuk ikan patin, kerupuk kulit ikan patin, bakso rebus ikan patin, bakso goring ikan patin, nugged ikan patin, dan abon ikan patin) yang ada di Kampung patin. Adapun teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah: observasi, wawancara, dokumentasi, sedangkan teknik analisa data yang digunakan yaitu SWOT Analisis dan penelitian ini dilaksanakan dalam jangka waktu 6 bulan. Strategi pemasaran produk olahan ikan patin mencakup tiga strategi yaitu: 1. Segmentasi pasar berdasarkan faktor geografis meliputi segmen dalam daerah dan luar daerah Provinsi Riau, 2) targeting meliputi seluruh segmen pasar (Full Market Coverage), dan 3) Positioning yaitu pemasok berusaha memenuhi permintaan produk ikan patin pada setiap segmen dan membangun image kepada konsumen, bahwa produk ikan patin berasal dari Kampung Patin Desa Koto Mesjid mempunyai rasa enak yang berbahan baku ikan patin segar. Berdasarkan SWOT Analisis ada tiga strategi yang dapat diimplementasikan berdasarkan rengking tertingginya yaitu: 1) SO-2, Tingkatkan kerjasama dengan beberapa perusahaan yang dapat menampung hasil produksi, 2) Pemanfaatan Bahan Baku yang berlimpah, SDM yang terampil dengan meningkatkan jumlah produksi dan Variatif untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam daerah maupun luar daerah serta permintaan wisatawan yang berkunjung ke Kampung Patin, 3) Mempertahankan Harga dan Kualitas Produk Olahan Ikan Patin untuk Menghindari adanya Persaingan dari Pengelolah Lain.
Enhancing Community Income Through Women's Roles in Bukit Batu Tourism Village Development, Bengkalis Regency Maryantina; Hasibuan, Ika Fitria; Syaiful, Sefrona; Sumiarsih, Eni; Yuliati
Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Sains Terapan Pariwisata
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56743/jstp.v11i1.607

Abstract

This study aims to determine how community income increases through the role of women in the development of the Bukit Batu Tourism Village. New sources of income, income stability, increased assets, and participation in economic activities were examined. These activities included cultural attractions, managing tourism facilities, and participating in tourism organizations. The study used a descriptive, qualitative approach. Data were collected via observation, in-depth interviews, questionnaires, and documentation. There were 78 respondents, including Village Heads, members of Tourism Awareness Groups, tourism facility managers, and MSME actors. All participants were selected through a census. Data were analyzed descriptively using a Likert scale. The findings show that community income increased. Before their involvement in tourism, 44.74% earned IDR 2.5–3 million, and 5.26% earned ≤ IDR 2.5 million. After joining the tourism sector, 39.47% earned IDR 4-5 million, and no one remained in the ≤ IDR 2.5 million category. Women's participation in Cultural Attractions scored 3.16 (Fair). Involvement in Tourism Facilities scored 4.14 (Good), Handwoven Textile SMEs scored 4.10 (Good), Sago Cracker SMEs scored 4.22 (Very Good), and Traditional Cake Businesses scored 3.97 (Good). Community perception showed the greatest income growth in handwoven textile SMEs