Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL SEPENGGAL BULAN UNTUKMU KARYA ZHAENAL FANANI EDY BASRI
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 3 No 01 (2021): INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL DAN HUMANIORA (EDISI - AGUSTUS 2021 )
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan citra perempuan dalam novel Sepenggal Bulan Untukmu karya Zhaenal Fanani. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini tergolong penelitian kepustakaan. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, frase, kalimat, dan wacana yang terdapat dalam novel Sepenggal Bulan Untukmu karya Zhaenal Fanani. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Sepenggal Bulan Untukmu karya Zhaenal Fanani. Novel ini diterbitkan oleh DIVA Press (Anggota IKAPI) pada tahun 2013. Novel Sepenggal Bulan Untukmu karya Zhaenal Fanani berjumlah 485 halaman. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka. Adapun teknik yang digunakan adalah baca-catat. Data penelitian ini dianalisis berdasarkan pendekatan feminism. Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan diperoleh simpulan bahwa novel Sepenggal Bulan Untukmu karya Zhaenal Fanani bertema tentang kesabaran dan keteguhan hati para perempuan dalam lingkup kehidupan, serta kegigihan yang tak pernah pantang menyerah kaum perempuan dalam mengarungi roda kehidupan. citra perempuan dalam novel sepenggal bulan untukmu karya Zhaenal Fanani dapat dikategorikan dari berbagai kategori, yaitu citra perempuan berjiwa sosial tinggi, citra perempuan pemberani, citra perempuan berpendidikan, citra perempuan pintar, citra perempuan ulet dan mandiri, citra perempuan pemberi motivasi, dan citra perempuan jujur
Makna Komunikasi Simbolik Tradisi Mowindahako dalam Pernikahan Adat Tolaki desi; Edy Basri; Hasdi Syahid Kasim
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 3 No. 4 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Mowindahako merupakan prosesi sakral dalam pernikahan adat suku Tolaki yang kaya akan simbol dan nilai-nilai filosofis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan makna komunikasi simbolik yang terkandung dalam tradisi Mowindahako di Desa Awua Jaya, Kecamatan Asinua, Kabupaten Konawe. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana simbol-simbol verbal maupun non-verbal dalam tradisi tersebut dimaknai oleh masyarakat sebagai instrumen legalitas, etika, dan identitas budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh adat, kepala desa, dan masyarakat setempat, serta dokumentasi terkait. Analisis data dilakukan menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang membedah tanda melalui tiga tingkatan makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna komunikasi simbolik dalam Mowindahako tercermin melalui keberadaan fisik benda-benda adat (Puuno o’sara) serta tahapan Sara Peana dan tuturan adat (Sara Meparamesi) sebagai syarat sah pernikahan. Penggunaan bahasa perumpamaan dalam tuturan tersebut mengandung nilai etika berkomunikasi, sementara simbol kebendaan seperti kain putih, kerbau, gong, dan kalung emas merupakan wujud tanggung jawab laki-laki serta bentuk penghormatan tertinggi terhadap perempuan. Lebih jauh, prosesi ini membentuk kepercayaan kolektif masyarakat bahwa kesempurnaan alat dan tata cara adat merupakan penentu keharmonisan serta keberkahan hidup bagi pasangan di masa depan. Ketidakpatuhan terhadap detail ritual diyakini dapat mendatangkan sanksi adat (mate sara) maupun ketidakharmonisan, sehingga Mowindahako berfungsi sebagai instrumen komunikasi vital dalam menjaga keseimbangan tatanan sosial masyarakat Tolaki.