Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MODEL KOMUNIKASI PEKERJA SEKS KOMERSIAL DALAM MENARIK PELANGGAN DI MEDIA SOSIAL MICHAT DI KOTA KENDARI hasdi syahid kasim; Saldi Kurniawan; Ashar Hasyim; Nana Adriana Hutari
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 1 (2024): JSER, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i1.455

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana model komunikasi pekerja seks komersial dalam menarik pelanggan di media sosial MiChat di kota Kendari. Metode penelitian yang digunakan Peneliti dalam penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif dengan mengungkapkan gambaran masalah yang terjadi pada saat penelitian ini berlangsung. Hasil penelitian dengan mengunakan Teori S-O-R dengan tiga indikator yaitu: (1) Stimulus, model komunikasi yang di gunakan pekerja seks komersial mengunakan model komunikasi visual dengan memperlihatkan profil dan tawaran yang menarik di media sosial guna menarik perhatian para pengguna jasa pekerja seks di media sosial Michat. (2) Organism, cara mereka menarik perhatian pelanggan yaitu dengan memperlihatkan seperti foto profil, deskripsi pribadi, dan tawaran layanan yang disajikan dengan Pemahan dengan istilah khusus seperti long time dan short time untuk merujuk pada durasi layanan yang ditawarkan dan memberikan penerimaan respon yang cepat dan gesit. (3) Response, efek dari komunikasi antara pekerja seks komersial dengan pelanggan potensial menyebabkan terjadinya response atau efek, pekerja seks komersial menciptakan stimulus yang efektif, memahami respon pelanggan, dan merancang strategi komunikasi yang lebih baik untuk menarik dan mempertahankan pelanggan mereka di platform media sosial MiChat. Teori S-O-R membantu memahami bagaimana proses komunikasi ini terjadi di dalam konteks tertentu
Edukasi Komunikasi Lingkungan Dan Kesadaran Hukum Untuk Mencegah Eksploitasi Sumber Daya Alam Di Wilayah Pesisir Desa Roda Hasdi Syahid Kasim; La Ode Ismail; Armadi Chairunnas; Syahruddin; Paramitha Purwitasari
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i1.12703

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas komunikasi lingkungan dan kesadaran hukum bagi Karang Taruna Meohai di Desa Roda, wilayah pesisir yang dikelilingi hutan mangrove seluas 85,34 hektare. Permasalahan mitra mencakup rendahnya kesadaran lingkungan, pemahaman hukum, dan akses teknologi ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan dalam delapan pertemuan selama Juli 2025, meliputi penyuluhan, observasi, dan monitoring. Dengan pendekatan partisipatif dan evaluasi pre-test serta post-test, terjadi peningkatan pemahaman rata-rata sebesar 64%. Peningkatan tertinggi terdapat pada materi komunikasi lingkungan dan konservasi mangrove (66,7%). Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis lokal efektif membentuk kesadaran ekologis dan pemahaman hukum masyarakat pesisir. Program ini dapat menjadi dasar pembentukan komunitas muda pesisir yang peduli lingkungan dan sadar hukum secara berkelanjutan.
MODEL KOMUNIKASI PEKERJA SEKS KOMERSIAL DALAM MENARIK PELANGGAN DI MEDIA SOSIAL MICHAT DI KOTA KENDARI hasdi syahid kasim; Saldi Kurniawan; Ashar Hasyim; Nana Adriana Hutari
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 1 (2024): JSER, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i1.455

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana model komunikasi pekerja seks komersial dalam menarik pelanggan di media sosial MiChat di kota Kendari. Metode penelitian yang digunakan Peneliti dalam penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif dengan mengungkapkan gambaran masalah yang terjadi pada saat penelitian ini berlangsung. Hasil penelitian dengan mengunakan Teori S-O-R dengan tiga indikator yaitu: (1) Stimulus, model komunikasi yang di gunakan pekerja seks komersial mengunakan model komunikasi visual dengan memperlihatkan profil dan tawaran yang menarik di media sosial guna menarik perhatian para pengguna jasa pekerja seks di media sosial Michat. (2) Organism, cara mereka menarik perhatian pelanggan yaitu dengan memperlihatkan seperti foto profil, deskripsi pribadi, dan tawaran layanan yang disajikan dengan Pemahan dengan istilah khusus seperti long time dan short time untuk merujuk pada durasi layanan yang ditawarkan dan memberikan penerimaan respon yang cepat dan gesit. (3) Response, efek dari komunikasi antara pekerja seks komersial dengan pelanggan potensial menyebabkan terjadinya response atau efek, pekerja seks komersial menciptakan stimulus yang efektif, memahami respon pelanggan, dan merancang strategi komunikasi yang lebih baik untuk menarik dan mempertahankan pelanggan mereka di platform media sosial MiChat. Teori S-O-R membantu memahami bagaimana proses komunikasi ini terjadi di dalam konteks tertentu
Makna Komunikasi Simbolik Tradisi Mowindahako dalam Pernikahan Adat Tolaki desi; Edy Basri; Hasdi Syahid Kasim
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 3 No. 4 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Mowindahako merupakan prosesi sakral dalam pernikahan adat suku Tolaki yang kaya akan simbol dan nilai-nilai filosofis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan makna komunikasi simbolik yang terkandung dalam tradisi Mowindahako di Desa Awua Jaya, Kecamatan Asinua, Kabupaten Konawe. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana simbol-simbol verbal maupun non-verbal dalam tradisi tersebut dimaknai oleh masyarakat sebagai instrumen legalitas, etika, dan identitas budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh adat, kepala desa, dan masyarakat setempat, serta dokumentasi terkait. Analisis data dilakukan menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang membedah tanda melalui tiga tingkatan makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna komunikasi simbolik dalam Mowindahako tercermin melalui keberadaan fisik benda-benda adat (Puuno o’sara) serta tahapan Sara Peana dan tuturan adat (Sara Meparamesi) sebagai syarat sah pernikahan. Penggunaan bahasa perumpamaan dalam tuturan tersebut mengandung nilai etika berkomunikasi, sementara simbol kebendaan seperti kain putih, kerbau, gong, dan kalung emas merupakan wujud tanggung jawab laki-laki serta bentuk penghormatan tertinggi terhadap perempuan. Lebih jauh, prosesi ini membentuk kepercayaan kolektif masyarakat bahwa kesempurnaan alat dan tata cara adat merupakan penentu keharmonisan serta keberkahan hidup bagi pasangan di masa depan. Ketidakpatuhan terhadap detail ritual diyakini dapat mendatangkan sanksi adat (mate sara) maupun ketidakharmonisan, sehingga Mowindahako berfungsi sebagai instrumen komunikasi vital dalam menjaga keseimbangan tatanan sosial masyarakat Tolaki.