Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAKNA GERAKAN SOSIAL MEME “JOKOWI: THE KING OF LIP SERVICE” PADA AKUN INSTAGRAM BEM UI Sibaweh, Nurdin; Cangara, Hafied
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol 6, No 4 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.967 KB) | DOI: 10.52423/jikuho.v6i4.19985

Abstract

Along with the development of technology and the emergence of new media, the form of social movement has also developed into not only physical action and mass movements on the street, but it has turned into new kind of actions with more varied forms of movement.  such as movement through social media and memes on Instagram. On June 26, 2021, BEM UI through @bemui_official instagram account, had brought up the meme "Jokowi: The King of Lip Service" which went viral in cyberspace, this meme managed to attract reactions from related parties and also gained a wide response from the public. This study aims to examine the meaning of the socio-political movement of the meme "Jokowi: The King of Lip Service" uploaded by the BEM UI Instagram account, using an interpretive paradigm and a qualitative-descriptive approach. Ferdinand de Saussure's semiotic theory is used to analyze the case through its main model, the signifier and the signified. The results showed that the meme represented a student social movement to criticize President Jokowi for the inconsistent words, attitudes and policies issued. This inconsistency is shown, among others, in the case of weakening the KPK, the revision of the UU ITE, repressive actions against demonstrators, and the intercept of a lawsuit against the UU Cipta Kerja.Keywords: BEM UI, Social movement, Instagram, Jokowi.  
Analisis perubahan komunikasi masyarakat pasca bencana tanah longsor dari perspektif Difusi Inovasi Herlyansyah, Radithya; Sibaweh, Nurdin
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 5 No. 4 (2025): Fourteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v5i4.934

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan komunikasi masyarakat di Kampung Cisarua, Desa Purasari/Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor pasca bencana tanah longsor pada November 2023. Dengan menggunakan teori Difusi Inovasi, penelitian ini memetakan empat elemen utama, yaitu inovasi, saluran komunikasi, waktu difusi, dan sistem sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data pemberitaan daring, dokumentasi, observasi awal, dan informasi lapangan melalui perangkat desa serta relawan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bencana menjadi titik balik yang mendorong masyarakat mengadopsi inovasi komunikasi darurat berupa penggunaan pesan cepat, dokumentasi digital, koordinasi dengan lembaga bencana, serta pembentukan jalur informasi formal dan informal. Difusi inovasi berlangsung secara bertahap, mulai dari fase pengetahuan dan penyelamatan pada hari pertama hingga integrasi komunikasi rutin untuk pemulihan dan mitigasi longsor susulan pada minggu berikutnya. Sistem sosial berupa solidaritas warga, peran tokoh lokal, dan keterlibatan lembaga eksternal menjadi faktor kunci dalam mempercepat adopsi dan keberlangsungan inovasi komunikasi. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga instrumen keselamatan sosial dan manajemen risiko pasca bencana.