Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan komunikasi masyarakat di Kampung Cisarua, Desa Purasari/Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor pasca bencana tanah longsor pada November 2023. Dengan menggunakan teori Difusi Inovasi, penelitian ini memetakan empat elemen utama, yaitu inovasi, saluran komunikasi, waktu difusi, dan sistem sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data pemberitaan daring, dokumentasi, observasi awal, dan informasi lapangan melalui perangkat desa serta relawan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bencana menjadi titik balik yang mendorong masyarakat mengadopsi inovasi komunikasi darurat berupa penggunaan pesan cepat, dokumentasi digital, koordinasi dengan lembaga bencana, serta pembentukan jalur informasi formal dan informal. Difusi inovasi berlangsung secara bertahap, mulai dari fase pengetahuan dan penyelamatan pada hari pertama hingga integrasi komunikasi rutin untuk pemulihan dan mitigasi longsor susulan pada minggu berikutnya. Sistem sosial berupa solidaritas warga, peran tokoh lokal, dan keterlibatan lembaga eksternal menjadi faktor kunci dalam mempercepat adopsi dan keberlangsungan inovasi komunikasi. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga instrumen keselamatan sosial dan manajemen risiko pasca bencana.
Copyrights © 2025