Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Bil Hikmah

Model Komunikasi Dakwah Antarbudaya Muhammad Yunus Konteks Budaya Purdah pada Masyarakat Jobra Khadayah, Siti Syifatul; Masruuroh, Lina
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i2.96

Abstract

Dalam berdakwah, tidak menutup kemungkinan dai menjumpai mad’uw yang memiliki latar belakang berbeda, khususnya perbedaan budaya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam berdakwah. Guna meminimalisir tantangan tersebut perlu bagi dai untuk mempertimbangkan budaya mad’uw untuk dijadikan asumsi dalam pemilihan model komunikasi dakwah antarbudaya. Muhammad Yunus dalam upayanya mengentaskan kemiskinan, dia mendirikan bank grameen dan berupaya mengajak masyarakat untuk menjadi nasabahnya. Upaya dakwah yang dilakukan Muhammad Yunus termasuk dalam dakwah bil hal. Dalam pelaksanaannya, Muhammad Yunus mengalami pertentangan budaya di Desa Jobra Bangladesh. Budaya purdah di sana tidak mengizinkan perempuan bertemu laki-laki di luar keluarganya dan tidak mengizinkan perempuan untuk mengelola bahkan memegang keuangan.  Pertentangan terjadi mulai dari para muallah dan suami dari perempuan di desa. Namun, semua pertentangan tersebut berhasil dilalui Muhammad Yunus dengan berbagai upaya komunikasi yang mempertimbangkan budaya purdah. Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi model komunikasi dakwah antarbudaya Muhammad Yunus dalam konteks budaya Purdah pada masyarakat Jobra di Bangladesh. Guna mendapatkan tujuan tersebut digunakanlah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka sejarah yang dianalisis menggunakan lima model komunikasi budaya Kinast dkk. Berdasarkan hasil kajian, model strategi yang dilakukan Muhammad Yunus dalam komunikasi dakwah antarbudaya yaitu adaptation, dominance, inovation, dan adanya model lain yaitu mengikuti untuk mempertahankan.
Teknik Komunikasi Persuasif Aa Gym Melalui YouTube dalam Mengajak Kebiasaan Baru pada Awal Pandemi Covid-19 di Indonesia Masruuroh, Lina
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v1i1.12

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang teknik komunikasi persuasif Aa Gym yang merupakan salah satu dai yang cukup aktif mengedukasi pada konteks awal pandemi Covid-19. Ketika awal sosialisasi kebiasaan baru, semua kegiatan termasuk kegiatan beribadah dilaksanakan di rumah saja. Ajakan beribadah di rumah saja pada saat pandemi Covid-19 ini tidak mudah dilakukan bagi umat Islam yang sudah terbiasa melakukan ibadah bersama di masjid. Pijakan teori yang digunakan adalah teori teknik komunikasi persuasif Onong U. Effendy. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan studi dokumen. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan observasi channel resmi Aagymofficial di media sosial YouTube. Hasil studi menunjukkan Aa Gym menggunakan empat teknik komunikasi persuasif dari lima teknik yang dikemukakan Effendy. Dari teknik tersebut penggunaan teknik yang mendominasi adalah teknik integrasi yang selalu digunakan pada video yang tayang diawal pandemi Covid-19 tersebut. Teknik integrasi dianggap paling sesuai dengan konteks awal pandemi yang sifatnya baru dan berimbas pada seluruh elemen masyarakat. Spesifiknya pada konteks ini persuade dan persuader sama-sama menghadapi situasi baru dan harus segera beradaptasi dengan kebiasaan baru. Sehingga kedepan jika menjumpai situasi yang mirip pengguanaan teknik integrasi ini sangat disarankan.
YouTube sebagai Media Fundraising bagi Fundraiser Islami Masruuroh, Lina
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v2i1.24

Abstract

YouTube cukup popular di Indonesia. Sebagai salah satu saluran, YouTube dapat dimafaatkan sebagai media komunikasi. Dari pemanfaatan YouTube sebagai media komunikasi tersebut sudah banyak penelitian berformat artikel jurnal yang menggunakan YouTube sebagai media pembelajaran ataupun media dakwah. Sedangkan penelitian YouTube sebagi media fundraising bagi fundraiser islami belum banyak dilakukan. Padahal kalau dilihat dari potensi zakat yang dimiliki masyarakat Indonesia nominalnya cukup potensial untuk dimanfaatkan bagi kemaslahatan ummat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif pustaka dengan penelusuran terhadap berbagai karya ilmiah berupa jurnal, buku-buku, website yang membahas tentang media YouTube dan fundraising dalam Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media YouTube bisa dioptimalkan untuk fundraiser islami melalui pengoptimalan penggunaan fitur-fitur yang dimiliki YouTube berikut aplikasi penunjangnya. Fitur Search dan fitur YouTube live merupakan dua fitur utama yang bila dioptimalkan akan sangat membantu untuk melaksanakan fundraising bagi fundraiser islami melalui media YouTube. Sedangkan untuk aplikasi penunjang yang wajib digunakan untuk pengoptimalan YouTube sebagai media fundraising bagi fundraiser islami ini adalah aplikasi YouTube dan aplikasi YouTube Studio. Implikasi penelitian ini adalah bagi lembaga fundraiser islami yang belum menggunakan YouTube sebagai media fundraising, sangat disarankan untuk mencoba menggunakan YouTube sebagai media fundraising.  
Komunikasi Krisis Internal Integratif Muhajirin dan Ansar Konteks Pergantian Pemimpin Islam Fadli, Rival; Masruuroh, Lina
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v2i2.42

Abstract

Pasca meninggalnya nabi muncul krisis internal antara Muhajirin dan Ansar. Masing-masing dari mereka menginginkan pemimpin pengganti nabi berasal dari kalangan mereka. Masalah tersebut berhasil dipecahkan dengan komunikasi krisis sebagai salah satu kunci keberhasilan menghadapi situasi krisis tersebut. Sehingga penting untuk mengetahui komunikasi krisis internal saat itu sebagai pelajaran untuk membangun organisasi hari ini. Tujuan tulisan kami ini adalah mengetahui komunikasi krisis internal integratif (tahap prakrisis, saat kejadian krisis, dan tahap pascakrisis) antara Muhajirin dan Ansar konteks pergantian kepemimpinan Islam, yang dibatasi pada pergantian kepemimpinan Islam setelah wafatnya nabi di Saqifah Bani Sa’idah. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka sejarah dan menggunakan teori ICC Integratif Frandsen dan Johansen. Hasil studi menunjukkan manifestasi teori Frandsen dan Johansen berupa teori kerangka ICC Integratif pada aspek strategi komunikasi tidak hanya bisa diimplementasikan pada sifat sentralisasi dan terbuka secara vertikal saja. Melainkan, bisa juga dipahami sifat tersebut secara terbuka melalui bentuk komunikasi horizontal antar sesama anggota, sebagaimana dilakukan Muhajirin dan Ansar dalam menyelesaikan dan mengendalikan ICC pada organisasi Islam saat itu.
Berdakwah Lewat Kidung (Model Komunikasi Budaya Sunan Kalijaga) Endarwati, Budi Mei; Masruuroh, Lina
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i1.59

Abstract

Guna menghasilkan keberhasilan dakwah pada komunikan beda budaya, dai perlu untuk melakukan pemetaan terhadap budaya mad’uw-nya. Walisanga merupakan salah satu prototipe dai yang melakukan dakwah dengan mempertimbangkan budaya mad’uw-nya. Dari sembilan wali tersebut, Sunan Kalijaga memiliki metode dakwah yang menggunakan kebudayaan dan kesenian mad’uw-nya. Sunan Kalijaga memiliki ilmu luas pada bidang agama dan budaya yang menjadikan beliau mampu mengintegrasikan keduanya dalam bentuk metode dakwah seperti seni wayang, seni sastra, kidung, dan sejenisnya. Dari ragam metode dakwah tersebut kami tertarik mendalami model komunikasi budaya Sunan Kalijaga spesifik pada kidung. Tujuan tulisan ini adalah mendeskripsikan model komunikasi budaya dalam kidung yang dibuat Sunan Kalijaga untuk dakwah. Objek kajian dispesifikkan pada kidung “Rumekso Ing Wengi” karena kidung tersebut merupakan salah satu bukti yang menunjukkan Sunan Kalijaga dalam menyampaikan ajaran Islam menggunakan istilah-istilah yang mudah dipahami masyarakat Jawa pada saat itu. Kidung yang identik dengan upacara peribadatan orang Hindu di massa itu menjadi salah satu pilihan media dakwah Islam yang mengantarkan pada keberhasilan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka sejarah dan menggunakan lima model komunikasi budaya Kinast dkk. Hasil studi menunjukkan dalam Kidung “Rumekso Ing Wengi” ini, Sunan Kalijaga menggabungkan model komunikasi budaya blending, adaptation, dan juga dominance.
Makna Istitha’ah berhaji Ditinjau dari Pendekatan Semiotika dalam Web Series Sari, Asri Ramah; Masruuroh, Lina
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v4i1.124

Abstract

Ibadah haji merupakan ibadah personal yang diwajibkan bagi orang Islam, minimal sekali selama hidupnya, dengan catatan memiliki istitha’ah atau kemampuan. Menurut Shibab, istitha’ah meliputi aspek finansial, kesehatan fisik, dan mental, serta kemampuan meninggalkan keluarga dalam keadaan aman ketika berhaji. Namun, saat ini, makna “mampu” dalam berhaji telah mengalami pergeseran. Banyak orang yang sebenarnya tidak mampu secara finansial, namun mengusahakan dengan keras untuk bisa berhaji. Pergeseran makna ini salah satunya direpresentaikan secara menarik dalam web series yang berjudul "Naik-Naik ke Tanah Suci" yang ditayangkan di channel BPKH RI. Salah satu simbol di film tersebut menyiratkan pesan bahwa berhaji bukanlah hak istimewa orang kaya, tetapi merupakan impian spiritual yang dapat diraih siapa saja yang berusaha. Representasi tersebut dibentuk secara sadar melalui konstruksi tanda, baik verbal, visual, maupun narasi yang memiliki makna mendalam. Sehingga, tujuan studi ini adalah mengetahui makna istitha’ah berhaji ditinjau dari simbol-simbol visual, verbal, dan naratif dalam web series Naik-Naik ke Tanah Suci. Studi ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan semiotika Roland Barthes. Hasil studi menunjukkan, web series ini membentuk narasi istitha’ah berhaji, tidaklah selalu berkaitan dengan materi. Tetapi juga berkaitan dengan mengusahakan dan memampukan diri secara sungguh-sungguh. Istitha’ah yang selainnya meliputi fisik, administratif, dan pengetahuan atau pemahaman haji.