Zulfianda, Fahmi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN PSIKOEDUKASI PADA RESIDEN DI RUANG INSTALASI REHABILITASI NAPZA: SUATU STUDI KASUS Zulfianda, Fahmi; Alfiandi, Rudi; R, Farah Dineva
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan NAPZA terus mengalami peningkatan dan menjadi masalah yang cukup serius. Dampak penyalahgunaan NAPZA dapat menimbulkan gangguan pada seluruh sistem neurokognitif pencapaian pendidikan yang buruk, gangguan mental, dan sukar bersosialisasi. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan akan terapi yang efektif untuk menangani masalah penyalahgunaan NAPZA. Psikoedukasi diharapkan dapat menjadi terapi rehabilitasi untuk meningkatkan motivasi pada diri dan mempengaruhi perubahan tingkah laku yang lebih baik. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penerapan psikoedukasi pada residen di Ruang Instalasi Rehabilitasi NAPZA Rumah Sakit Jiwa Aceh. Studi kasus ini dilakukan selama 3 hari pada 1 orang residen. Asuhan keperawatan yang diberikan berupa psikoedukasi yang dibagi dalam beberapa sesi, yaitu dampak/komplikasi kesehatan, aspek sosial, craving dan relaps, serta penggunaan waktu luang. Hasil evaluasi yang didapatkan adalah residen memiliki motivasi untuk tidak menggunakan NAPZA, serta mampu menyebutkan dan mempraktikkan cara mengontrol keinginan menggunakan NAPZA dengan baik. Residen mengungkapkan keinginan untuk rutin melakukan aktivitas fisik setiap harinya bahkan ketika selesai dari program rehabilitasi. Residen menyatakan pikirannya teralihkan dengan melakukan aktivitas fisik. Residen menyatakan kemauannya dalam melakukan aktivitas fisik sebagai salah satu mekanisme koping ketika menghadapi masalah ataupun stres. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah penerapan psikoedukasi mampu meningkatkan motivasi untuk berhenti menggunakan NAPZA, mengontrol keinginan menggunakan NAPZA, dan membentuk alternatif mekanisme koping bagi residen. Diharapkan psikoedukasi dapat menjadi bagian dari program rehabilitasi penyalahgunaan NAPZA sebagai salah satu asuhan keperawatan pada residen penyalahgunaan NAPZA.