Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG APARTMENT 5 LANTAI DI KUALANAMU AEROCITY Sibagariang, Yohanes; Ginting, Martius; Manalu, Sandro
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality Vol 8, No 2 (2024): Vol 8 No 2 2024
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ju.v8i2.1503

Abstract

Perencanaan struktur gedung apartment 5 lantai berdasarkan SNI 1726:2019 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung,  SNI 2847:2019 Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung dan                  SNI 1727:2020  Beban Desain Minimum dan Kriteria Terkait Untuk Bangunan Gedung dan Struktur Lain. Pada Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode Sistem pemikul gaya seismik yaitu Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Sistem ini direncanakan untuk jenis pemanfaatan gedung Apartment termasuk kedalam kategori risiko II dengan factor keutamaan gempa (Ie) = 1,0. Dengan menentukan kategori desain seismik berdasarkan parameter spektra desain, bangunan termasuk kedalam kategori resiko D. Hasil analisis struktur menggunakan bantuan Software ETABS versi 18.1.1.
Pengujian Peningkatan Kapasitas Lentur dengan Penambahan Dimensi pada Sisi Bawah dan Atas Balok Beton Bertulang Batubara, Samsuardi; Ginting, Martius; Siregar, Francois
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v4i2.1384

Abstract

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui besar peningkatan kapasitas lentur pada balok beton bertulang yang diperkuat dengan menambah dimensi balok pada sisi bawah dan sisi atasnya. Kami menggunakan 3 buah benda uji balok beton bertulang dengan dimensi 150 mm x 200 mm bentang 3000 mm. Benda uji pertama adalah tanpa perkuatan, yang kedua adalah diperkuat dengan menambah dimensi pada sisi bawah, dan yang ketiga adalah diperkuat dengan menambah dimensi pada sisi atas. Dengan penambahan dimensi sebesar 150 mm x 100 mm bentang 3000 mm, dimensi benda uji perkuatan menjadi 150 mm x 300 mm bentang 3000 mm. Pemberian beban untuk benda uji tanpa perkuatan dilakukan dengan jack hidraulic pada tengah bentang dan dibebani hingga benda uji runtuh. Sementara, untuk benda uji dengan perkuatan pemberian beban dilakukan dengan dua tahap. Hasil pengujian menunjukkan bahwa untuk benda uji dengan penambahan dimensi pada sisi bawah balok beton bertulang, kapasitas lentur meningkat sebesar 211,84 %. Sedangkan, untuk benda uji dengan penambahan dimensi pada sisi atas kapasitas lentur meningkat sebesar 192,98 % terhadap benda uji tanpa perkuatan. Berdasarkan peningkatan lentur tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan dimensi pada sisi bawah balok maupun pada sisi bawah balok beton bertulang aman untuk dilakukan.
Analisis Pengaruh Pemberian Gaya Prategang Pada Struktur Jembatan Gelagar Baja Komposit Zebua, Beatrix; Batubara, Samsuardi; Ginting, Martius
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 5 No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v5i1.1798

Abstract

Pemberian gaya prategang umumnya dilakukan pada jembatan komposit dengan girder beton pracetak dan pelat lantai beton yang di cor secara in-situ. Mengingat berat girder relatif besar maka erection girder membutuhkan alat berat dengan kapasitas besar dan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati agar tidak mengalami kerusakan dan kegagalan struktur. Mempelajari hal tersebut karya ilmiah ini menganalisis jembatan komposit prategang dengan mengganti girder pracetak dengan profil baja dengan harapan dapat mereduksi berat sendiri girder, mudah dalam pelaksanaan dan lebih ekonomis. Pemberian gaya prategang pada jembatan komposit dimaksudkan untuk memberikan momen balance pada jembatan komposit sehingga dapat mereduksi momen kerja yang bekerja yang dengan sendirinya akan mereduksi tegangan-tegangan yang bekerja pada struktur jembatan. Analisa pemberian prategang pada jembatan komposit dilakukan dengan tegangan ijin kerja atau Allowable Stress Design. Jembatan komposit yang dianalisis adalah jembatan kelas I bentang 30 m dengan lebar jembatan 9 m dengan jarak gelagar 1,25 m, selanjutnya diberi gaya prategang. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas lentur jembatan komposit dengan gaya prategang meningkat sebesar 33,64%, sementara efisiensi profil baja pada jembatan komposit dengan pemberian gaya prategang sebesar 49,74 %.
Aplikasi Metode Perfomance Based Design dalam Evaluasi Kinerja Struktur Bangunan Beton 6 Lantai Surbakti, Arie Sempana; Ginting, Martius; Batubara, Samsuardi
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 6 No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v6i2.3015

Abstract

Indonesia sering mengalami aktivitas gempa bumi karena posisinya yang berada dalam jalur gempa pasifik (Circum Pasific Earthquake Belt) dan jalur gempa Asia (Trans Asiatic Earthquake Belt). Saat terjadi gempa, sangat penting bahwa bangunan dapat menahan gaya-gaya gempa hingga tingkat tertentu tanpa mengalami kerusakan signifikan pada elemen struktural maupun non-strukturalnya. Metode Direct Displacement Based Design (DDBD) merupakan pendekatan baru dalam desain struktural berbasis kinerja untuk ketahanan gempa pada bangunan. Dalam penelitian ini, gedung perkantoran di Medan dievaluasi sesuai kriteria kinerja Life Safety (ATC-40). Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ETABS untuk menentukan gaya-gaya yang bekerja pada elemen-elemen struktural dan untuk mengevaluasi perilaku struktural melalui analisis non-linear pushover. Selain itu, perbandingan respons gempa dilakukan antara metode DDBD dan pedoman peraturan yang diatur dalam SNI 1726:2019. Hasil evaluasi untuk gedung perkantoran menunjukkan tingkat kinerja sebesar 0,022 dalam arah X dan 0,019 dalam arah Y, dengan batasan kinerja life safety ditetapkan pada 0,02. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa gedung-gedung tersebut melebihi batasan kinerja life safety dalam arah X, sementara menunjukkan perilaku yang sesuai dengan target kinerja dalam arah Y.
Analisis Struktur Beton Bertulang dengan Sistem Flat Slab Dilengkapi Drop Panel pada Bangunan Bertingkat Zega, Imanuel Lurybson; Ginting, Martius; Tarigan, Simon Dertha
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 6 No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v6i2.3016

Abstract

Flat slab adalah pelat beton bertulang yang tidak memiliki balok atau girder, sehingga beban langsung diteruskan ke kolom. Dalam perencanaan flat slab dengan drop panel untuk struktur bangunan beton bertulang, perlu mematuhi pedoman yang terdapat dalam SNI 2847:2019. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sistem perkuatan flat slab, perkuatan drop panel, dan kapasitas strukturalnya dalam menanggung beban, terutama fokus pada tegangan geser pons (punching shear) yang terjadi pada bagian kritis. Dalam pelaksanaan penelitian ini, kita akan mengandalkan penelitian literatur sebagai sumber referensi. Penulis akan melakukan analisis struktural tiga dimensi pada sistem flat slab menggunakan perangkat lunak Etabs V18 dan memasukkan beban sesuai dengan ketentuan SNI 1727:2020, juga akan memasukkan beban akibat gempa dengan mengacu pada analisis respons spektrum sebagaimana yang diatur dalam SNI 1726:2019. Setelah analisis struktural selesai dan hasilnya telah diperoleh, maka dilakukan desain perkuatan pada pelat di setiap bagian dan desain perkuatan pada drop panel. Selanjutnya, perhitungan tegangan geser pons (punching shear) pada pelat akan dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, diperkirakan bahwa luas perkuatan lentur yang dibutuhkan pada pelat dan drop panel, serta tegangan geser pons yang dialami oleh pelat, akan lebih kecil daripada kapasitas tegangan geser yang dapat ditanggung oleh beton itu sendiri.
Perkuatan Struktur Bangunan Akibat Penurunan Mutu Beton dengan Metode Concrete Jacketing dan Fiber Reinforced Polymer (Studi Kasus) Ginting, Martius; Sibagariang, Yohanes; Situmorang, Dandi Suwondo
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 8 No 1 (2025): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v8i1.4682

Abstract

Perkuatan struktur sering kali diperlukan pada bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa, memiliki kualitas konstruksi yang buruk, mengalami perubahan fungsi, atau penurunan mutu material, khususnya beton. Penelitian ini difokuskan pada perkuatan struktur gedung Rumah Susun Sekolah Tinggi Teologi Anugerah Misi di Nias Barat. Dua metode perkuatan yang banyak digunakan karena kemudahan pelaksanaannya adalah concrete jacketing dan fiber reinforced polymer (FRP). Dalam studi ini, dilakukan analisis terhadap kapasitas struktur yang mengalami penurunan mutu beton, dengan menerapkan perkuatan concrete jacketing pada elemen kolom dan FRP pada elemen balok. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur eksisting mengalami simpangan melebihi batas izin serta memiliki kapasitas kolom dan balok yang tidak mencukupi untuk menahan beban yang bekerja. Setelah dilakukan perkuatan, terjadi peningkatan kapasitas struktur, terutama pada gaya geser dasar. Selain itu, perkuatan juga mampu mereduksi simpangan dan meningkatkan kapasitas aksial dan momen lentur struktur secara signifikan.